Connect with us

Hukum & Kriminal

Usai Bunuh Waker SPBU Jambearum, Iwan Serahkan Diri ke Polsek Puger

Diterbitkan

||

Korban sebelum dibawa ke rumah sakit. (tog)
Korban sebelum dibawa ke rumah sakit. (tog)

Jember, Memontum – Tumin (55) seorang penjaga malam (waker) SPBU yang berada di Desa Jambearum Kecamatan Puger Kabupaten Jember , Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 03.50 ditemukan terkapar tidak bernyawa dengan bersimbah darah akibat luka bacok di kepala bagian belakang dan pipi sebelah kanan yang mengarah ke leher yang sangat parah, di halaman ruang tamu SPBU.

Menurut Kapolsek Puger Ajun Komisaris Polisi, korban bernama Ribut Budiarto, warga desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember itu tewas karena luka bacok yang diduga dilakukan tetangga korban yang bernama Iwan (30).

Iwan, diketahui tercatat sebagai warga Dusun Krajan, desa setempat sekitar 500 meter dari rumah korban.

“Pelaku pembunuhan segera dapat ditetapkan, karena setelah membunuh korban pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi dan mengakui perbuatannya, pelaku mengaku melakukan pembunuhan sekitar pukul 03.50 pagi tepat Subuh tadi,” ujar Ribut saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Dilihat dari lukanya lanjut Ribut, luka bacok ini terjadi sebanyak 5 kali, terkait dengan motif pembunuhan yang dilakukan pelaku, masih dalam tahap penyelidikan.

“Untuk korbannya di bawa ke rumah sakit Balung untuk keperluan Visum setelah di lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polsek Puger,“ katanya.

Setelah semua selesai sambung Ribut, korban langsung dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Terkait untuk kebutuhan penyelidikan lebih lanjut, Tim Inafis dari Polres Jember melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.

“Untuk tersangka langsung dikirim ke Mapolres Jember, guna penyelidikan lebih lanjut.” pungkasnya. (tog/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Berbuat Onar dan Diduga Mabuk, Kontraktor asal Jember Dilaporkan Polisi

Diterbitkan

||

oleh

Berbuat Onar dan Diduga Mabuk, Kontraktor asal Jember Dilaporkan Polisi

Memontum Jember – Diduga membuat onar dan dalam kondisi mabuk, seorang kontraktor di Kabupaten Jember, dilaporkan ke Polres Jember. Adalah LG, anak pemilik rumah, yang melaporkan kontraktor JR, karena telah mendatangi rumahnya dan terlibat cek-cok.

Kejadian itu, terang LG, berawal saat ada seorang yang tidak dikenal, pada Jumat (26/11/2021) malam, tiba-tiba mendatangi rumah orang tua LG. Belakangan diketahui, bahwa orang tersebut adalah salah seorang teman JR. Saat bertamu, orang tidak dikenal itu menanyakan keberadaan ayah LG yang bernama Sugiono.

“Kejadiannya tadi malam, saat itu saya duduk di teras bersama dengan tiga teman saya. Tiba-tiba, temannya dia (JR) mendatangi saya dan tanya keberadaan bapak saya,” ujar LG, Sabtu (27/11/2021) tadi.

Setelah diberitahu bahwa orang tuanya tidak ada, terang LG, orang tersebut tidak percaya dan marah. Tidak berapa lama, JR dan teman-temanya yang diduga mabuk, karena tercium bau alkohol, datang dan marah-marah.

Bahkan, tambahnya, JR juga teriak-teriak memanggil-manggil nama orang tua LG. “Saat itu saya sudah menyampaikan, kalau bapak saya keluar dan saya suruh datang besoknya. Tetapi malah tidak terima. Bahkan tiba-tiba, JR datang dan marah sambil menunjuk-nunjuk saya. Karena jumlah temannya banyak dan terjadi keributan (cek-cok), saya yang perempuan melihat banyak laki laki mabuk jadi takut,” ujar LG.

Akibat keributan itu, lanjutnya, membuat SA atau ibu LG, pun mencoba keluar untuk melihat apa yang terjadi. Namun, SA justru dijadikan sasaran kemarahan JR dan teman-temanya yang mulutnya berbau minuman keras.

Baca juga :

Kondisi semakin ricuh, karena beberapa tetangga korban berdatangan untuk berusaha melerai. Terlebih, saat JR memaksa untuk masuk ke dalam rumah LG.

Merasa ketakutan dan terganggu dengan kejadian yang dialaminya tersebut, LG malam itu juga mengadukan perbuatan JR ke Mapolres Jember. Dengan bukti surat pengaduan masyarakat, yakni  dengan nomor LM/551/XI/2021/Polres.Jember/Reskrim.

Sementara diperoleh keterangan dari warga setempat, bahwa JR dan temannya sering membuat onar, seperti keributan dan kegaduhan. Seperti yang dituturkan oleh Junaidi Salam, salah satu tokoh masyarakat di sekitar tempat tinggal LG.

“Memang sering meresahkan, mas. Karena sering mabuk-mabukkan, warga sekitar sini sudah resah dengan kelakuan JR. Saya minta polisi menindak lanjuti aduan ini,” papar Junaidi.

Sosok Jay sendiri, beberapa waktu lalu bersama sejumlah anggota LSM, pernah menjadi perbincangan usai melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Jember. Aksi itu, dilatar belakangi ketidak-puasan sejumlah rekanan terkait pembagian paket proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Mereka menduga, proyek di dinas dikuasi beberapa orang. (rio/sit)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Terdakwa Dosen Cabul kepada Keponakan di Jember Divonis Enam Tahun Penjara

Diterbitkan

||

oleh

Terdakwa Dosen Cabul kepada Keponakan di Jember Divonis Enam Tahun Penjara

Memontum Jember – Masih ingat dengan perkara dugaan kasus pencabulan yang melibatkan Dosen Universitas Jember (Unej), Rahmat Hidayat alias RH, kepada keponakan yang berbuntut pada penetapan tersangka yang bersangkutan? Akhirnya, dalam sidang putusan dakwaan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jember, menghukum terdakwa Rahmat Hidayat, dengan vonis enam tahun penjara.

Terdakwa, menurut majelis hakim, dinilai terbukti di pengadilan telah melakukan pencabulan anak yang dilakukan terhadap keponakannya sendiri. RH juga harus tetap ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Menyatakan, terdakwa Rahmat Hidayat telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, melakukan perbuatan cabul sebagaimana dakwaan kedua jaksa penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim, Totok Yanuarto, saat di persidangan.

Dengan putusan itu, lanjutnya, terdakwa tetap ditahan dan membebankan kepadanya membayar biaya perkara Rp 5 ribu. Majelis hakim dalam.kesempatan itu juga menyebutkan, hal-hal yang memberatkan terdakwa, yakni dinilai berbelit-belit saat persidangan.

“Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit saat memberikan keterangan di persidangan dan sebagai dosen tidak patut melakukan perbuatan tersebut,” sambungnya.

Sedangkan hal yang meringankan, lanjutnya, selama menjalai proses sidang. Terdakwa bersikap sopan. “Belum pernah dihukum dan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga,” ucapnya.

Baca juga :

Perlu diketahui, untuk pelaksanaan sidang putusan tersebut, terdakwa RH mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas IIA Jember. Sementara majelis hakim, hadir lengkap yakni Ketua Majelis Hakim, Totok Yanuarto dengan anggota Alfonsus Nahak dan Sigit Triatmojo. Kemudian, Jaksa Penuntut Umum, Adek Sri Sumiarsih dan Penasihat Hukum terdakwa Faiq Assidiqi, menjalani proses sidang di PN Jember.

Dengan hasil vonis tersebut, maka bisa dikatakan lebih ringan bila dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya. Dimana, dalam persidangan pembacaan tuntutan, yakni delapan tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan.

Menanggapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Adek Sri Sumiarsih, saat dikonfirmasi di PN Jember, Kamis (25/11/2021), mengaku masih pikir-pikir dengan putusan vonis dari majelis hakim. “Masih ada waktu 7 hari untuk menentukan sikap, tunggu saja,” ujar Sri singkat.

Terpisah, penasihat hukum terdakwa, M Faiq Assiddiqi, menanggapi proses sidang kliennya, menyampaikan terima kasih kepada majelis hakim dengan adanya putusan. Namun, pihaknya mengaku bersedih dengan putusan majelis yang telah menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada kliennya.

Terkait upaya banding, pihak pengacara akan berdiskusi dengan terpidana dan keluargamu. “Kami sebagai penasihat hukumnya, akan memberikan saran dan pertimbangan kepada klien kami. Apakah perlu mengajukan banding atau tidak dalam putusan majelis hakim itu. Sehingga, kami perlu berdiskusi dengan terdakwa dan keluarganya lebih dulu,” terangnya. (ark/vin/sit)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Warung Sebelah Kantor Kelurahan

Diterbitkan

||

oleh

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Warung Sebelah Kantor Kelurahan

Memontum Jember – Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan warga di sebuah warung tutup sebelah Kantor Kelurahan Sumbersari, Kamis (18/11/2021). Mayat mister X itu, diduga seorang gelandangan karena berpenampilan lusuh.

Mayat itu pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.45. Dengan berciri-ciri umur sekitar 40 tahun berambut ikal, dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm. Saat ditemukan, mayat itu memakai kaos warna merah, dan bagian bawahnya bersarung coklat tua.

Baca juga :

“Kami menerima laporan warga ada penemuan mayat di sebelah Kantor Kelurahan Sumbersari. Dari penampilan itu diduga gelandangan, dan tidak ditemukan bekas penganiayaan,” kata Kapolsek Sumbersari, AKP Sugeng Piyatno saat dikonfirmasi di TKP.

Diduga, korban meninggal sakit. “Karena disampingnya kami temukan obat mag, bodrex, air mineral, dan nasi bungkus,” sambungnya.

Sebelum dilakukan evakuasi, lanjut Sugeng, tim Inafis Polres Jember mendatangi lokasi kejadian. “Untuk melakukan identifikasi awal, kemudian jenazah disebut mister X itu dibawa ke RSD dr. Soebandi untuk tindak lanjutnya,” paparnya. (ark/rio/sit)

Lanjutkan Membaca

Trending