Connect with us

Pemerintahan

Jual Miras Izin Kadaluarsa, Karaoke Camp’Us 888 Terancam Ditutup

Diterbitkan

||

Jual Miras Izin Kadaluarsa, Karaoke Camp'Us 888 Terancam Ditutup

Jember, Memontum – Komisi B DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Bernyanyi Camp’Us 888, Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 14.00. Di lokasi, anggota Dewan dan Polres Jember berhasil menemukan minuman keras dengan kandungan alkohol tinggi.

“Hasil sidak hari ini sangat memprihatinkan dan mencengangkan, saat digeledah ditemukan 5 pria dan 4 wanita membawa minuman keras semacam arak, juga room lainnya diketemukan minuman beralkohol kategori tinggi 17 %,” kata Ketua Komisi B DPRD Jember, Siswono.

Padahal, lanjut dia, hal itu sudah ditegaskan oleh aturan menteri perdagangan tentang larangan penjualan minuman beralkohol dengan kadar tinggi. Namun, masih saja ada beberapa tempat hiburan yang melanggar memperjual-belikan, termasuk tempat karaoke Camp’Us 888.

“Saat kasir yang berjaga di Camp’Us 888 ditanyai lebih lanjut tentang izin penjualannya, ternyata mereka bilang tidak punya. Juga, izin usaha untuk tempat karaoke ini faktanya tidak ada datanya di dinas terkait, masa berlakunya sudah habis sejak 26 April 2019. Artinya, 6 bulan lebih mereka jalankan usaha tanpa izin beroperasi,” tambahnya.

Karena itu, politisi Gerindra ini mendesak instansi pemerintah terkait menindak tegas karena pelanggaran yang dilakukan Rumah Bernyanyi Camp’Us 888 sudah disertai bukti-bukti yang valid dan reliabel. Dikuatirkan, apabila dilakukan pembiaran dapat mendorong merebaknya pelanggaran tempat-tempat hiburan lainnya.

“Tapi nanti kami koordinasikan dengan pimpinan untuk direkomendasikan Camp’us 888 ditutup sementara dalam rangka pembinaan, bisa juga ditutup selama-lamanya, melihat situasi dan kondisi kanan kirinya terletak ditengah kampus. Tentunya menganggu proses belajar mengajar,” tegasnya.

Diketahui, kasus rumah hiburan plakat karaoke keluarga Camp’Us 888 berbuntut panjang setelah mencuatnya kasus korban penganiayaan terhadap mantan anggota DPRD Jember dari PDI Perjuangan Maman Sabariman, yang terbaring kritis di rumah sakit.

“Kan kejadiannya di tempat karaoke ini, yang jelas ini temuan penganiayaan saudara Maman, ini kasuistik, untuk itu kami mengarahkan permintaan konfirmasi kepada pihak Karaoke Camp’Us 888. Dewan akan merekomendasikan untuk mengkaji apakah ini layak diterbitkan izin perpanjangan. Ini izin perpanjangan hasil kajian bisa ditutup sementara,” ungkapnya.

Baca : Komisi B DPRD Jember Soroti Dugaan Kasus Penganiayaan di Rumah Bernyanyi Camp’us 888

Sementara Kepala Satpol PP Jember Arief Cahyono menuturkan, petugas baru akan bertindak sebagai penertiban jika ada permintaan dari dinas atau instansi teknis terkait. Tentu permintaan penertiban dan penindakan itu ada aturannya yang memiliki dasar kuat.

“Kami bisa bertindak untuk bantuan penertiban dari OPD teknis dalam hal ini PTSP. Biasanya PTSP ini akan menerbitkan surat peringatan, setelah itu meminta bantuan penertiban dan penindakan kepada kami, tapi dasar bantuan penertiban dan penindakan itu harus tertera di surat OPD teknis tersebut,” katanya.

Karena menurutnya, hukum adalah semua aturan. Tidak boleh ada keputusan dilakukan jika tidak sesuai administrasi dan merugikan.

“Fakta tidak bisa menghilangkan administrasinya, kita juga menghindari sebagaimana disampaikan di ruang sidang tersebut , karena indikasi hukumnya kepada kita bagaimana, jangan sampai ada penindakan tetapi ada tindakan balik, seperti di tetangga sebelah di Lumajang dan sebagainya, ” pungkasnya. (Kj 1/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Ratusan Pedagang Pasar Balung Jalani Rapid Test

Diterbitkan

||

Petugas sedang melakukan rapid test. (ist)
Petugas sedang melakukan rapid test. (ist)

Memontum, Jember – Ratusan pedagang pasar Balung lama dan pasar Balung baru sangat antusias ikuti anjuran Bupati Jember dr Faida MMr melakukan Rapid Test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Jember, Jumat (29/5/ 2020) siang.

Pelaksanaan Rapid test tersebut didampingi Muspika serta Mantri pasar Balung dan terlihat bukan hanya pedagang pasar yang mengikuti rapid test, wargapun antusias ingin mengikuti Rapid test.

Dikarenakan rapid test yang dilaksanakan di pasar pasar ini lebih difokuskan kepada para pedagang, warga pun harus legowo tidak bisa mengikuti rapid test saat ini.

Kepala Puskesmas Kecamatan Balung, dr. Roszania Hidayat memimpin langsung kesiapsiagaan petugas medis serta mendapat pengamanan langsung dari Muspika Kecamatan Balung.

Camat Balung Widayaka menyampaikan, pihaknya bersyukur hari ini bisa melaksanakan rapid test kepada ratusan pedagang pasar yang ada di Pasar Balung lama maupun Pasar Balung baru.

“Kita target di Pasar Balung lama ini sekitar 552 orang, sementara untuk di pasar Balung baru yang berlokasi di Desa Balung Kulon kita target sebanyak 212 dan diharapkan bisa selesai hari ini, karena besok pasar akan dibuka,” tuturnya.

Menyentuh tujuan dilaksanakanya rapid test kepada para pedagang, Widayaka menambahkan, ini adalah upaya pemerintah mencegah meluasnya wabah covid-19 khususnya di lingkungan pedagang pasar.

Ditanya soal antusias warga sekitar yang turut datang bermaksud untuk mengikuti rapid test namun belum ada peluang menyampaikan.

” Ya kita harapkan ada anggaran yang mencukupi sehingga masyarakat bisa juga di rapid test,” ungkapnya.

Beberapa pedagang pasar yang sempat ditemui wartawan seusai melakukan rapid test menyampaikan.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa berkesempatan mengikuti rapid test yang digelar pemerintah dan ini sangat membantu sekali kepada kami,” tuturnya.

Setelah menjalani rapid test ini kami lebih tenang dan lebih yakin untuk beraktifitas, apalagi ini gratis tentunya sangat membantu sekali bagi kami, “pungkasnya (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Jember Segera Rehab 320 Bangunan Ruang 294 Lembaga Pendidikan

Diterbitkan

||

Pemkab Jember Segera Rehab 320 Bangunan Ruang 294 Lembaga Pendidikan

Memontum, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember akan membangun sebanyak 320 ruang di 294 lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar di Kabupaten Jember. Rehab itu akan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp 34.971.121.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dr Edy Budi Susilo MSi menjelaskan, bangunan ruang yang akan direhab itu telah masuk dalam data pokok pendidikan atau Dapodik Kabupaten Jember.

“Data itu ada di Dapodik yang dilaporkan pada tahun 2019, dan direncanakan eksekusinya pada tahun 2020 ini,” ungkap Edy melalui sambungan telepon.

Jika tidak ada halangan yang berarti, eksekusi anggaran DAK itu dilakukan pada bulan depan.

Rehab bangunan ruang melalui DAK itu, kata Edy, diharapkan bisa mengurangi jumlah ruang yang rusak berat maupun sedang. Serta bisa mengganti bangunan yang usianya sudah lama.

Salah satu lembaga yang mendapatkan program rehabilitasi bangunan ruang adalah SDN Klompangan 02 Ajung, yang oleh warga dilaporkan salah satu ruangnya telah roboh.

Sekolahan dengan bangunan lama ini melaporkan melalui Dapodik adanya satu ruang yang rusak berat dan sebelas ruang mengalami rusak sedang.

Data di Dapodik, kata Edy, akan dikroscek dengan kondisi di lapangan. Sebab, di DAK menyebutkan SDN Klompangan 02 Ajung ini mendapatkan kuota tiga ruang yang akan direhab berat.

Sementara laporan warga menyebut bangunan yang roboh adalah satu ruang guru, yang tidak dilaporkan mengalami rusak berat.

Karena itu, Edy memastikan akan merobohkan satu bangunan yang dilaporkan dalam Dapodik rusak berat apabila membahayakan. “Agar saat kegiatan berlajar mengajar ke depan, anak-anak sudah aman,” ungkapnya.

Terkait peristiwa bangunan ruang guru yang roboh, Edy menyayangkan tidak segera mendapatkan laporan dari kepala sekolah.

Bukan hanya pihaknya yang berada di pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan yang tidak mendapatkan laporan.

Pengawas SD di sekolah itu juga tidak segera mendapat laporan peristiwa yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2020, pukul 08.30 itu.

“Kepala sekolah memang tidak melaporkan ke pengawas, camat, maupun ke Diknas,” ungkapnya Edy mengaku baru mendapatkan laporan dari warga pada Kamis, 28 Mei 2020, sekira pukul 19.00.

Begitu mendapatkan laporan, segera ia menghubungi pengawas sekolah untuk mengecek laporan itu. “Ini murni kepala sekolah yang tidak melapor,” tandasnya.

Karena itu, kepala sekolah bersangkutan akan dimintai keterangan. Pemanggilan itu juga terkait dengan rencana rehab tiga ruang melalui DAK.

“Kita bisa mendesain ulang rencana rehab. Kami upayakan bagaimana juga bisa untuk membangun bangunan ruang yang roboh itu. Apalagi anggaran DAK sangat memungkinkan untuk itu,” pungkasnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

600 Anggota Polri dan ASN Polres Jember Jalani Rapid Test

Diterbitkan

||

Kapolres Jember AKBP Aris Supiyono dan petugas Kesehatan saat rapid test. (humas polres Jember For Memontum.com)
Kapolres Jember AKBP Aris Supiyono dan petugas Kesehatan saat rapid test. (humas polres Jember For Memontum.com)

Memontum Jember – Sebanyak 600 Anggota Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) polres Jember menjalani Rapid Test massal yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dan Urusan kesehatan (Urkes) Polres Jember, Jumat (29/5/2020) siang.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Humas polres Jember Aiptu Andry Ronny mengatakan penyelenggaraan Rapid Test itu diselenggarakan di Aula Rupatama Mapolres Jember untuk mengetahui kesehatan anggota terkait Covid-19.

Anggota polres Jember jalani Rapid test. (humas polres jember for memontum.com)

Anggota polres Jember jalani Rapid test. (humas polres jember for memontum.com)

“Rapid test ini juga dalam rangka menghadapi persiapan Kampung Tangguh Semeru (KTS) dan New Normal,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Rapid test diselenggarakan mulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.30 dan diikuti oleh 189 Anggota Staff Polres Jember, 81 Anggota Satreskrim, 24 Anggota Satnarkoba, 78 Anggota Satsabhara, 47 Anggota Satintelkam dan 128 Anggota Satlantas.

“Untuk mengetahui hasilnya besok, sekarang hanya pengambilan Sample darah saja dan di bawa ke Laboratarium,” ujar Andry.

Diketahui petugas kesehatan yang melakukan Rapit test dari Dinkes jember meliputi petugas kesehatan dari puskesmas Jelbuk, Ajung, Sukorambi Gladak Pakem dan petugas kesehatan dari puskesmas Patrang. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending