Connect with us

Pemerintahan

Wabup Jember, Lantik Taruna XIX di SMK Perikanan dan Kelautan Puger

Diterbitkan

||

Wabup Jember, Lantik Taruna XIX di SMK Perikanan dan Kelautan Puger

Jember, Memontum – Wakil Bupati (wabup) Jember Drs. KH. A. Muqit Arief bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Rabu (09/10/2019) siang, hadiri Launching Akademi Komunitas Assuniyyah Kencong dan pelantikan Taruna Angkatan XIX Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan Puger.

Acara yang dilakukan di SMK perikanan dan kelautan ini juga pelepasan alumni magang, kontrak kerja dan beasiswa kuliah ke luar negeri, cara ini berlangsung di SMK Perikanan dan Kelautan Puger.

Dalam sambutannya, Wabup berpesan untuk adik-adik yang akan berangkat ke luar negeri agar tidak sekedar bangga bisa meninggalkan tanah air. Kesempatan magang ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya.

“Sehingga pada saat kembali nanti ilmunya dapat berguna dan bermanfaat bagi NKRI, khususnya bagi Jember,” pesan Wabup.

Wabup menyampaikan, SMK ini merupakan salah satu kebangaan masyarakat Jember, karena itu, sekolah ini patut mendapatkan apresiasi atas prestasi yang diraih di tingkat nasional dan internasional.

“Para taruna taruni yang diterima di berbagai lembaga di luar negeri ini, merupakan sebuah pengakuan yang sangat jelas bahwa keberadaan lembaga ini telah secara konkrit mendidik anak-anaknya untuk mengisi pembangunan di negara ini,” tegas Wabup.

Untuk itu, Wabup berpesan supaya memanfaatkan kesempatan ini dengan mengasah ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya, mereka memiliki tiga hal, yaitu keimanan dan ketaqwaan, kecerdasan, serta keterampilan.

“Ketiganya sudah digembleng di lembaga ini,” katanya

Satu hal yang menjadi kebanggan, lanjut Wabup, taruna taruni sekolah ini adalah calon pemimpin ke depan yang paham rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

“Semoga SMK ini akan menginspirasi lembaga yang sama, khususnya di Kabupaten Jember,” harapnya.

Wagub menyatakan, SMK ini sangat disiplin dalam menggebleng taruna taruninya, Menurutnya, jurusan SMK saat ini justru banyak terpusat pada jaringan dan mesin. Padahal industri yang potensial ini adalah teknologi pangan dan pariwisata.

“Maka kami ingin ada leaning match dengan prioritas industri kita ke depannya, dan apa yang dilakukan Puger ini adalah contoh,” ujarnya.

Jurusan di SMK ini menjadi prioritas untuk mendapatkan beasiswa magang. SMK ini juga akan didorong kualitasnya melalui bantuan dana yang diberikan oleh Pemprov Jatim.

“Kami minta SMK Puger ini menjadi teladan dan contoh bagaimana ini dilakukan. Kamki lihat dulu contoh Tistas (program pendidikan gratis dan tuntas) ini dimanfaatkan di SMK Puger,” ujarnya.

Wagub meminta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menyinergikan pembangunan SDM yang dilakukan di SMK ini dengan pembangunan sektor kelautan perikanan yang akan dilakukan di Puger.

“Kami mau dorong pembangunan SDM ini di Jember, karena disini suatu bangkitan sumber daya manusia, yang kemudian akan membuat Jember menjadi pusat yang bisa sinergi ekonomi Bondowoso dan Lumajang,” ungkapnya. (bud/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Telekonferensi Jokowi dengan Pimda Se-Jawa Timur, Penanganan Kesehatan Harus Diimbangi Perekonomian

Diterbitkan

||

Situasi telekonferensi Forpimda Jember bersama Presiden Soal Covid-19. (bud)
Situasi telekonferensi Forpimda Jember bersama Presiden Soal Covid-19. (bud)

Jember, Memontum – Wakil bupati Jember Drs KH A Muqit Arif bersama seluruh Bupati/Wali kota se-Jawa timur mengikuti telekonferensi dengan Presiden terkait penanganan Covid-19 di Jawa Timur di pendopo Wahyawibawagraha pemerintah Kabupaten Jember, Kamis (25/6/2020) siang.

Usai acara Wabup Jember yang akrab dengan sapaan Kiai Muqit tersebut mengatakan harapan Presiden dalam menghadapi dampak yang disebabkan adanya pandemi Covid 19 yakni krisis kesehatan dan ekonomi, agar semua memiliki perasaan yang sama dalam hal penanganan.

“Istilah beliau gas dan rem, rem mungkin berkaitan dengan penanganan Covid 19 dan gas mungkin berkenaan dengan masalah ekonomi,” ujar Wabup.

Jadi imbuh Wabup mungkin bisa diartikan, jangan sampai kita fokus hanya kepada penanganan kesehatan tetapi ekonomi kemudian terabaikan atau sebaliknya fokus menangani masalah ekonomi kemudian masalah kesehatan terabaikan.

“Kedua-duanya harus sama-sama kita tangani dengan sebijak mungkin, ” katanya.

Karena semuanya mengalami penurunan yang sangat drastis seperti bidang ekonomi oleh karenanya Presiden menekankan dalam penangan krisis kesehatan dan ekonomi yang terjadi saat agar mendapat perhatian yang sama.

“Kata beliau, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh bangsa Indonesia tetapi juga dirasakan oleh sekitar 215 negara di dunia yang besar seperti Amerika Perancis Inggris dan lain sebagainya, ” katanya.

Wabup juga menyampaikan, presiden juga memberikan deadline dalam waktu dua minggu ini harus ada progres yang jelas dan membangun sinergi dengan semua pihak, dengan semua manajemen serta dengan semua elemen untuk menangani secara sungguh-sungguh.

“Hal itu menyusul, laporan dari Gubernur Jawa Timur bahwa wilayah jawa timur satu hari kemarin kebetulan tingkat pertambahan yang Positif itu tertinggi di Indonesia, walaupun tingkat kesembuhannya juga cukup menggembirakan,” terangnya. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sambut HUT Ke-74 Bhayangkara, Polres Jember Bakti Sosial

Diterbitkan

||

Sambut HUT Ke-74 Bhayangkara, Polres Jember Bakti Sosial
Kapolres Jember bagikan peralatan Kesehatan dan bagikan sembako. (tog)

Jember, Memontum – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara yang Ke-74 tahun 2020, Kapolres Jember bersama jajarannya membagikan 50 paket sembako kepada warakawuri dan purnawirawan Polri, Rabu (24/6/2020) siang l.

Selain warakawuri dan purnawirawan, juga komunitas Ojek online, pedagang pasar tradisional dan tenaga kesehatan RSU Kaliwates Jember juga mendapatkan bantuan yakni masker sebanyak 200 buah dan face shield sebanyak 200 buah

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono SIK MSi. menyampaikan kegiatan itu dalam rangka hari Bhayangkara Ke-74 tahun 2020 dan ini juga sebagai bentuk pengayoman Polri terhadap masyarakat.

“Pemberian peralatan kesehatan Covid-19 ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19, ” katanya.

Aris berharap pada masa Pandemi covid 19 masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, tetap menjalankan Social Distancing dan physical distancing guna memutus mata rantai penularan wabah penyakit virus corona.

Diketahui hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Sabhara, KBO Lantas, Kanit Dikyasa, kasat Binmas, Kanit Patroli beserta seluruh anggota dan personil masing-masing. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Jember Berikan Perhatian Kaum Difabel

Diterbitkan

||

Wabup serahkan bantuan kepada difabel berat (bud)
Wabup serahkan bantuan kepada difabel berat (bud)

Wabup ikut Bagi Bantuan Door to Door

Memontum Jember – Kembali, Pemerintah Jember memberikan perhatian khusus terhadap kaum difabel berat, kali ini perhatian itu diberikan pada Difabel yang ada di desa Bagorejo kecamatan Gumukmas dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, Rabu 23/6/2020 siang.

Bentuk perhatian yang diberikan tersebut yakni pemberian bantuan paket sembako serta uang tunai ditambah kursi roda bagi Difabel berat yang berumur maksimal 17 tahun yang tidak memilikinya hal itu mengingat aturan dari Dinas Sosial. Pemberian bantuan tersebut diberikan secara Dor to Dor.

Saat dikonfirmasi memontum.com usai acara Wabup mengatakan kaum Difabel perlu suport dari lingkungan sekitar agar tumbuh rasa percaya diri karena ada satu harapan bagi keluarga yang ada tanggungan cacat berat.

“Kadang-kadang agak kurang percaya diri karena mereka menganggap masih merasa itu semua sebagai aib, padahal apa pun yang terjadi itu kan pemberian Tuhan, itu adalah titipan Tuhan, jadi anggota keluarga tidak usah merasa malu tidak usah berkecil hati,” ujarnya.

Wabup juga mengharapkan kepada keluarga dan pada masyarakat di sekitar itu untuk lebih proaktif menguatkan keluarga-keluarga yang punya tanggungan seperti itu.

Sementara itu Nurhasanah ibu dari Lukman Hakim pemuda berumur 25 tahun difabel berat warga desa setempat mengaku senang atas kunjungan dan bingkisan dari Wabub dan mengucapkan terima kasih kepada pemkab jember atas bantuan yang diberikan.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Jember, ” ucapnya.

Nurhasanah juga menceritakan bahwa Lukman hakim cacat sejak usia 8 bulan yang disebabkan tumor cair dan di usia 2 tahun anaknya harus menjalani operasi di RSUD dr Sutomo Surabaya.

“Sampai saat ini di tubuh anak saya ini masih ada selang untuk saluran kencingnya, ya ini memang sudah kehendak dari sang kuasa, harus iklhas menerima, semoga kelak kalau besar Lukman bisa jalan,” pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending