Connect with us

Hukum & Kriminal

Terlilit Utang Rentenir, Seorang Ibu di Jember Rekayasa Jadi Korban Gendam

Diterbitkan

||

Sumiyati saat diinterogasi Kapolsek semboro Iptu Fachtur Rohman. (rir)
Sumiyati saat diinterogasi Kapolsek semboro Iptu Fachtur Rohman. (rir)

Jember, Memontum – Lantaran terlilit utang kepada rentenir Sumiati (45) warga Dusun Kendalan Desa Semboro Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, melakukan rekayasa dengan membuat laporan palsu, seakan-akan dirinya telah menjadi korban gendam.

Dalam laporan palsu tersebut, pelaku gendam yang berjumlah 2 orang berhasil membawa lari uang miliknya sebesar Rp 20 juta rupiah, berita yang menghebohkan warga Semboro ini sempat diberitakan sejumlah media beberapa hari lalu.

Kepada petugas, dia mengaku aksinya terinspirasi sinetron yang dilihatnya di televisu, karena takut kepada suami jika uang hasil penjualan mobil sebesar Rp 20 juta rupiah dia habiskan untuk membayar hutang dan membeli kosmetik.

Kapolsek Semboro Iptu Fachtur Rohman menuturkan jika terungkapnya laporan palsu ini merupakan hasil pendalaman petugas di TKP dan pemeriksaan saksi-saksi secara intensif, karena dari awal petugas sudah mencurigai ada kejanggalan.

“Mulai awal kami menduga seperti itu(ada kejanggalan), anggota kami berusaha untuk menyelidiki dan ditemukan saksi lain yang mengatakan jika di lokasi saat itu tidak ada siapa-siapa tidak ada orang sama sekali,” kata Fachtur.

Selain itu petugas juga menemukan kejanggalan lainya yakni saksi penjual bensin mengaku bahwa yang membeli bensin di tokonya adalah korban alias pelapor sendiri, padahal korban ketika melaporkan kejadiannya mengaku disiram bensin pelaku.

“Dari pengembangan tersebut kami terus melakukan penyelidikan ini apa latarbelakang dari motifnya dan siapa orang ini apa kerjaannya si pelapor tersebut,” sambungnya.

Kata dia, akhirnya penyelidik mendapatkan jawaban, bahwa pelapor yang mengaku korban gendam ini ternyata mempunyai hutang banyak kepada rentenir Koperasi.

Korban harus mencicil uang setoran kepada KSP (Kosepa ; Red Jawa ) atau rentenir-rentenir yang setiap harinya harus menyetor sejumlah uang Rp 200 – Rp 500 ribu.

“Uang hasil penjualan mobil sebesar 20 juta rupiah tersebut diakuinya memang habis untuk membayar hutang dan membeli alat kosmetik,” jelas Fachtur.

Kejanggalan lainya,sambung Fachtur, tali rafia yang katanya untuk mengikat tangannya mengaku diikat di depan namun dari hasil pemeriksaan saksi yang pertama menolong pelapor ternyata di ikat di belakang dan itu pun hanya dililitkan saja.

“Dengan berbekal kecurigaan tersebut kami mencari saksi lagi dan bukti-bukti lainya.Sehingga kemarin kami melakukan pemeriksaan lagi kepada pihak pelapor,” tambahnya.

Akhirnya dia mengakui bahwa perbuatan tersebut adalah rekayasa agar tidak di kejar-kejar oleh rentenir dan itu dilakukan karena terinspirasi oleh sinetron di televisi yang menampilkan adegan perampokan,dan petugas akan memproses secara hukum dengan jerat pasal 220 KUHP, ancaman hukuman 1,4 tahun.

Dia merasa takut kepada suaminya ,uang hasil penjualan mobil sebesar Rp 20 juta ini ini habis untuk membayar hutang pada rentenir Koperasi dan kosmetik.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat agar hidup apa adanya, mengukur kemampuannya artinya jangan besar pasak daripada tiang,hidup sederhana saja,” pesan Fachtur. (rir/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

1 dari 6 Begal Sadis, Pembunuh di Gadungan Jember

Diterbitkan

||

1 dari 6 Begal Sadis, Pembunuh di Gadungan Jember

Polres Jember Ringkus Begal 15 TKP, 2 Masih Bocah

Memontum Jember – Satreskrim Polres Jember meringkus 6 pelaku begal sadis yang beroperasi di 15 TKP di Wilayah Kecamatan Balung, Tempurejo dan Puger. Dua diantaranya masih di bawah umur. Walaupun tergolong masih muda saat beraksi para pelaku ini tidak segan-segan melukai korban.

Selasa (2/6/2020) siang dalam rilis pers terungkap kawanan begal sadis ini bersenjata tajam jenis clurit. Sejumlah barang bukti turut digelar termasuk sarana kejahatan berupa sepeda motor aksi.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kasatreskrim AKP Fran Dalanta Kembaren saat Press Conference mengatakan, Jajaran Satreskim Polres Jember berhasil meringkus komplotan pelaku begal sadis berjumlah 6 orang yang kerap beroperasi di 3 Wilayah Kecamatan di 15 TKP yakni Balung, Tempurjo dan Puger.

Masing-masing pelaku berinisal S (35), MM (17), AG (18), RA (18), MS (21) dan UV (17). Adapun BB yang berhasil diamankan berupa sebilah celurit, handphone, 8 unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana dan hasil dari kejahatan.

Kasat juga mengatakan bahwasanya satu diantara mereka terlibat dalam kasus di Gadungan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kasat menegaskan, Ini kasus murni pembegalan para pelaku ingin menguasai harta korban dengan modus mendatangi korban, “ujarnya.

Dari catatan kepolisian, para tersangka telah melakukan aksi kejahatannya sebanyak 15 kali pembegalan di wilayah yang berbeda. Dan pihak kepolisian berhasil mengamankan Barang bukti berupa sebilah celurit, handphone dan 8 unit motor, sebagai sarana untuk melakukan kejahatan dan hasil kejahatan.

“Beberapa barang bukti sudah kami amankan, dan akibat perbuatannya para pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara, sedangkan 2 pelaku lainnya yang masih dibawah umur, akan ada pendampingan dari pihak Bapas,” pungkasnya. (tog/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Lagi, Polhutmob KPH Jember Jember Sergap Maling Kayu Hutan

Diterbitkan

||

Petugas polhutmob menangkap pelaku dan barang bukti. (Polhutmob for memontum.com)
Petugas polhutmob menangkap pelaku dan barang bukti. (Polhutmob for memontum.com)

Jember, Memontum – Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) bersama Polisi Hutan teretorial (Polhuter) KPH Jember, kembali mengamankan satu pelaku pembalakan liar (Ilegal Logging) kayu hutan jenis Mindi di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo RPH Baban Silo sanen BKPH Mayang, Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 05.00.

Pelaku ilegal logging bernama Mohammad Toha (47) warga dusun Baban timur Rt 01 Rw 09 Desa Mulyorejo Kecamatan Silo tak dapat mengelak dan pasrah ketika petugas menggelandangnya ke Mapolsek Sempolan, sesuai LPB/34/V/2020/JATIM/RES.JBR/SEK.SMPL guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kayu Mindi sebanyak 25 batang dalam bentuk Gelondongan dengan Volume 2,95 kibik dan 1 unit truck bernopol P 6349 MY yang digunakan memuat hasil kayu hasil curian.

“Setelah kita berhasil melukan pengejaran dan memberhentikan kendaraan yang sedang memuat kayu mindi, pelaku tak dapat menunjukkan surat ataupun dokumen kayu sah, saat kami tanyakan,” ujar Komandan Regu Polhutmob KPH Jember Ediyanto saat ditemui Memontum.com

Menurut Ediyanto, penangkapan itu berawal dari informasi yang diterima petugas Polhutmob dari masyarakat sekitar pukul 19.30, bahwa di kawasan hutan lindung petak 18 a tepatnya diperbatasan perkebunan telah terjadi pencurian kayu jenis Mindi.

“Setelah kita tindak lanjuti dan mengkoordinir tim Buser di BKPH Mayang, kita melakukan pengintaian dijalan keluar hutan dan melihat ada 1 unit Truk bermuatan kayu mindi dari arah timur setelahnya kita melakukan penangkapan, ” ungkap Ediyanto.

Wakil ADM sub Jember selatan Koordinator keamanan Ahmad Faisal menyampaikan dengan adanya penangkapan pelaku ilegal logging tersebut, pihaknya akan melakukan lacak balak dipetak lokus bersama kanit reskrim didampingi pemangku wilayah.

“Harapannya sesuai dengan dugaan kami, kayu tersebut betul – betul berasal dari petak 18a RPH Baban Silo Sanen, ” jelasnya.

Tentunya dalam pola pengamanan hutan terang Faisal, bersandar pada arahan para pimpinan Direksi dan Divre, bahwa pola pengamanan hutan bertumpu pada 3 strategi yakni Reventif, Preventif dan Represif.

“Preventif lebih ke arah memberikan penyadaran kepada masyarakat agar peduli pada kelestarian hutan, pola kedua yakni Preventif, pola ini lebih mengarah kepenjagaan dan untuk pola ketiga penangkapan serta penegakan hukum atau Represif, ” terang Faisal. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Angkut Kayu Hutan Ambulu, Warga Sabrang dan Wringinsari Dihadang Polhutmob KPH Jember

Diterbitkan

||

Tiga pelaku saat diamankan Polhutmob KPH Jember. (ist)
Tiga pelaku saat diamankan Polhutmob KPH Jember. (ist)

Memontum, Jember – Baru 5 hari dibentuk, Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) bersama Polhuter KPH Jember menangkap 3 pelaku pencuri kayu (Ilegal Loging) di Dusun Karang Tengah, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Minggu (24/5/2020) malam.

Ketiga pelaku yakni Rahman (41) warga Dusun Krajan Desa Sabrang, Bambang (42) warga Dusun Jatimulyo, Desa Wringinsari dan Yus (29) warga Desa Sabrang.

Mobil pikap dengan kayu jati hasil curian. (ist)

Mobil pikap dengan kayu jati hasil curian. (ist)

Ediyanto komandan regu Polhutmob mengatakan ketiganya ditangkap bersama 2 mobil pikap Grandmax saat mengangkut gelondongan kayu jati hasil curian.

“Satu mobil mengangkut 4 gelondong kayu ukuran panjang 2 meter atau 1,33 kubik dan ada 2 mobil pikap,” ujarnya.

“Sebelumnya kayu – kayu tersebut diangkut menggunakan truk, dikarenakan rusak, gelondong kayu dipindahangkutkan ke mobil pikap, ” imbuhnya.

Menurut Edi, dari penyilidikan petugas, gelondongan kayu jati tersebut berasal dari area petak 23 yang ada ada dusun lampitan wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH) Sabrang BKPH Ambulu.

“Karena di tempat kejadian perkara ditemukan tonggak kayu yang sejenis (kayu jati) serta lokasi naiknya kayu di dusun lampitan itu tidak ada tanaman kayu jati sebesar ini, ” jelasnya.

Asisten Perhutani BPKH Ambulu Sugeng mengapresiasi Polhutmob dan Polhuter yang berhasil menangkap pelaku pencurian kayu hutan milik negara tersebut.

“Memang prioritas pengamanan kami kayu – kayu besar seperti sejenis kayu Jati dan Sono keling pada masa tebang, ” ungkapnya.

Karena pelaku terang Sugeng melakukan tindak pidana dengan memuat, mengangkut, menguasai hasil penebangan dikawasan hutan tanpa izin dan tidak dilengkapi bersama surat – surat maka ketiga pelaku dilakukan proses hukum.

“Ketiganya sekarang di Mapolres Jember sesuai hasil Laporan Polisi nomor :STTLP / 316 / V / 2020 / JATIM /RES JEMBER untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, ” pungkasnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending