Connect with us

Berita

Djoko Susanto dan Rescue Baret Jember Bantu Pemulihan Pasca Puting Beliung

Diterbitkan

||

Djoko Susanto bersama Rescue Baret Jember saat meninjau langsung kawasan terdampak puting beliung di Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang. (ist)
Djoko Susanto bersama Rescue Baret Jember saat meninjau langsung kawasan terdampak puting beliung di Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang. (ist)

Jember, Memontum – Bencana angin puting beliung memporak-porandakan sejumlah kawasan di Kabupaten Jember, Rabu (4/12/2019) siang. Akibatnya, bencana alam tersebut menimbulkan kerusakan kerusakan pemukiman warga.

Mendapat kabar tersebut, tokoh masyarakat Djoko Susanto bersama Rescue Baret Jember langsung bertindak turun lapangan untuk respon cepat. Mereka melakukan pendataan ke lokasi, memberikan bantuan berupa logistik dan perbaikan rumah masyarakat terdampak.

Ketua Baret Jember, David Handoko Seto mengatakan, dalam rangka mempercepat pemulihan situasi dan kondisi, pihaknya tergerak memberikan bantuan bagi warga yang terdampak atas kejadian angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah, kami dari Baret Jember bersama bapak Djoko Susanto turun ke wilayah bencana puting beliung. Ini adalah respon cepat kami dalam melayani masyarakat dan membantu pemulihan rumah warga,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Djoko Susanto menghimbau, agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, petir dan kilat. Potensi hujan disertai petir dan angin kencang tersebut sewaktu-waktu bisa terjadi siang maupun malam hari.

“Kami juga mengapresiasi langkah Baret Jember atas kesigapannya menangani bencana puting beliung yang terjadi di wilayahnya. Untuk mendukung hal ini, kami juga siap membantu guna mempercepat pemulihan,” kata Djoko meninjau pemulihan rumah warga terdampak puting beliung di Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang.

Terkait rumah warga yang rusak-rusak, Djoko mengharap OPD terkait segera mendata dan mencocokkan dengan pihak pemerintah daerah, agar bisa dilakukan identifikasi, selain itu, ketersedian tempat pengungsian yang memadai juga harus disediakan khususnya bagi yang kategori rumahnya rusak berat.

Diketahui, kejadian bencana angin puting beliung melanda 9 desa dan 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Jember, diantaranya; Desa Sumberlesung dan Karang Paiton (Kecamatan Ledokombo), Desa Ajung dan Gumuksari (Kecamatan Kalisat), Desa Tegal Waru dan Tegal Rejo (Kecamatan Mayang), Desa Bedadung (Kecamatan Pakusari), serta Desa Arjasa dan Darsono (Kecamatan Arjasa). (Kj1/Yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Krisis Air, Ratusan Hektar Sawah Jember Terancam Gagal Panen

Diterbitkan

||

Ketua HKTI Jember Jumantoro (kiri) bersama jajarannya di sawah petani.(ist)
Ketua HKTI Jember Jumantoro (kiri) bersama jajarannya di sawah petani.(ist)

Jember, memontum – Ratusan hektar lahan pertanian di Kabupaten Jember, mengalami kekeringan dan terancam gagal tanam, hal ini disebabkan tidak adanya pasokan air yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir ini.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember, Jumantoro mengatakan, kondisi cuaca saat ini tidak menentu. Seharusnya bulan Januari ini sudah turun hujan dan sawah tidak kekurangan air. Sehingga masa tanam padi bisa berjalan dengan baik.

“Intensitas hujan yang turun sampai saat ini masih sedikit. Kalau di Jember ini kan kebanyakan mengandalkan air hujan, karena sebagian lahan pertanian ada di daerah dataran tinggi,” ujarnya, Selasa (21/1/2020) siang.

Menurutnya, sedikitnya ada 70 persen lahan pertanian di Kabupaten Jember kekurangan air, terutama di wilayah yang notabene memang rawan kekeringan, karena tidak adanya sumber air untuk mengairi lahan. Akibatnya, para petani mengkhawatirkan keadaan tersebut.

“Ada sekitar 70 % kecamatan di Jember mengalami hal ini. Seperti Kecamatan Arjasa, Jelbuk dan beberapa wilayah lainnya. Sedangkan beberapa kecamatan di wilayah selatan masih ada sedikit air. Meski harus menggunakan pompa air. Dan ini tentu menambah biaya produksi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, jika kondisi seperti ini terus terjadi selama 2 minggu kedepan, maka tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada berkurangnya produksi padi antara 20 hingga 40 %.

“Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dengan garapan lahan pesawahan, tapi akibat dampak cuaca yang tidak menentu, menyebakan sebagian besar lahan pertanian garapan petani ini mengering tidak bisa bercocok tanam,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya sudah meminta kepada pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember agar masyarakat diberikan bantuan air. Namun, debit air yang tersedia juga tidak begitu besar.

“Kami sudah memberitahu hal ini kepada dinas pertanian, tetapi masih belum ada solusinya, jadi kondisinya juga sama, debit airnya tidak begitu banyak. Untuk itu, pihaknya berharap ada solusi dari dinas terkait untuk para petani di Jember,” jelasnya.

Jumantono menambahkan, pihaknya juga berkordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) untuk membagi air bagi seluruh lahan pertanian agar gagal tanam bisa diantisipasi. “Kami minta bantuan dropping air,” pungkasnya. (Kj1/Yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Abrasi dan Limbah tambak, Sungai Bendodo Dangkal, Rugikan Nelayan

Diterbitkan

||

Jukung Nelayan jandas di muara sungai Getem Desa Mojomuyo. (ist)
Jukung Nelayan jandas di muara sungai Getem Desa Mojomuyo. (ist)

Jember, Memontum – Sudah bertahun-tahun alur Sungai Bendodo yang berada Kali Malang Getem, Desa Mojomulyo kecamatan Puger mendangkal, sehingga berakibat puluhan boat milik nelayan setempat, kesulitan berlayar menuju laut untuk beraktifitas seperti biasa yakni nelayan.

Pendangkalan sungai tersebut, kata ketua RW 03 Xusun Kalimalang desa Mojomulyo Sunyoto, disebabkan karena abrasi dan limbah dari tambak, sehingga kedalaman sungai hanya mencapai kisaran 30 cm atau setingkat lutut orang dewasa.

“Dari pinggir sungai saja sudah terlihat tanah di dasarnya, kondisi itu, diperparah dengan intensitas hujan yang tak menentu, sehingga lumpur yang ada di sepanjang sungai itu saat ini semakin bertambah tinggi, ” ujarnya, Minggu (19/1/2020).

Sunyoto menerangkan, dangkalnya sungai tersebut membuat alur sungai menyempit, sehingga para pelaut itu terpaksa mengeruk sendiri sungai untuk memperdalam dan membuat jalur yang hanya bisa dilalui satu boat saja.

“Pengerukan itu hanya menggunakan timba dan alat bantu manual seadanya, sehingga tak merata sehingga nelayan khawatir apabila melintas di sungai itu akan membuat baling-baling dan mesin boat rusak,” ucapnya.

Untuk itu Sambung Sunyoto, kami berharap pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini, sehingga pendalaman sungai di sepanjang jalur sungai Bendodo, bisa berlanjut dan bermanfaat.

Hal yang sama disampaikan oleh Sulaiman Ketua Forum Kelompok Usaha Bersama Nelayan (FKUBN) Kabupaten Jember, Keluhan yang dialami oleh para nelayan tentang kedangkalan aliran keluar dan masuk nya Kapal, harus segera di atasi agar nelayan dapat bekerja.

“Saya kira bila ini duduk bersama dari pihak yang kontra, bisa diambil jalan tengah nya, dari lebar sungai kurang lebih 100 m, yang didalamkan (dikeruk) selebar 30 m, secukup jukung/speed lewat keluar masuk,” pungkas Sulaiman. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Peringati HUT Kodam V Brawijaya dan Hari Juang TNI, Kodim 0824 Gowes Bareng Rakyat

Diterbitkan

||

Peringati HUT Kodam V Brawijaya dan Hari Juang TNI, Kodim 0824 Gowes Bareng Rakyat

Jember, Memontum – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kodam V/Brawijaya ke-71 dan hari juang TNI AD, Kodim 0824 Jember menggelar gowes bareng warga Jember, Minggu (12/1/2020) pagi.

Funbike dengan jarak tempuh 17 km diikuti Forkopimda Jember dan ribuan peserta dari berbagai daerah, diantaranya Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang dan juga Surabaya.

Dandim 0824 dan Bupati Jember gowes bersama ribuan peserta. (ist)

Dandim 0824 dan Bupati Jember gowes bersama ribuan peserta. (ist)

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Bupati Jember dr Hj Faida MMr dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu terlaksananya Fun bike ini dalam rangka Hari Ulang Tahun Kodam V/Brw ke-71.

“Saya sangat senang sekali, karena acaranya berjalan tertib dan rapi. Semua bergembira sambil bersilaturahim, nampak sekali kehadiran olah raga ini diterima masyarakat dan ini sebagai perwujudan bahwa TNI manunggal bersama rakyat,” katanya.

Bupati perempuan pertama di Jember menyebut, bahwa Ini sangat luar biasa, karena pesertanya mencapai 3000 lebih dari target awal cuma 2000.

“Ke depan saya berharap sinergitas dapat terbangun, terjaga dan tetap harmonis bersama Pemkab Jember juga bersama masyarakat,” tuturnya.

Sedangakan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin mengatakan, Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan antara TNI dan masyarakat, Keberadaan TNI di tengah-tengah masyarakat benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.

“Pertama mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga,” kata pria pencetus program Safari Tahajud Kodim 0824 Jember.

Kedua, TNI bersama dengan masyarakat bisa bertatap muka dan bersilaturahmi melalui olah raga bersepeda. Disamping itu, semua juga mendapatkan nilai kesehatan.

“Sehingga HUT Kodam V/Brw dan hari juang TNI AD bisa dirayakan bersama rakyat, melalui sarana kegiatan KOMSOS Fun Bike. Dengan begitu tidak ada lagi pemisah antara TNI dengan Rakyat,” jelasnya.

“Fun Bike ini merupakan agenda tahunan dalam rangka hari ulang tahun Kodam V/Brw dan Hari juang TN AD seperti yang saat ini dilaksanakan di Kodim 0824 Jember,” sambungnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan ini, kemanunggalan TNI dengan Rakyat semakin dekat dan semakin erat, sehingga tidak ada jarak yang memisahkan antara keduanya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending