Connect with us

Hukum & Kriminal

Jember Diterjang Puting Beliung dan Hujan Deras, Seorang Warga Ledokombo Tewas Tertimpa Rumah Ambruk

Diterbitkan

||

Bencana alam angin puting beliung menewaskan seorang warga di Desa / Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. (Kj1)
Bencana alam angin puting beliung menewaskan seorang warga di Desa / Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. (Kj1)

Memontum Jember – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Kamis (5/12/2019) malam, mengakibatkan kerusakan pemukiman dan merenggut nyawa seorang warga di Desa/Kecamatan Ledokombo, Korban tewas dikarenakan tertimpa reruntuhan material atap rumah yang ambruk tersapu angin.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo, membenarkan informasi tersebut, korban atas nama Saniya meninggal akibat tertimpa material bangunan yang roboh diterjang angin puting beliung.

“Korban mengalami patah di rahang mulut bawah dan luka robek di leher sedalam 8 centimeter, saat kejadian korban sedang berada didalam dapur, saat ini kami berduka karena ada warga yang menjadi korban, warga yang mengetahui kejadian langsung mengangkat jenazah dan dimakamkan malam itu juga,” ungkapnya saat dikonfirmasi di kantornya, Jum’at (6/12/2019)

Dia menerangkan, tidak menyangka jika hujan deras yang turun disertai angin puting beliung susulan itu menyebabkan banyak rumah rusak setelah angin menyapu permukiman warga. Bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Material bangunannya Ibu Saniya keropos, ambruk menimpanya yang saat itu sedang berada di dalam dapur,” imbuhnya.

Menurut Heru Widagdo, pihak BPBD Jember sudah turun ke lokasi bencana. Serta menemui keluarga korban untuk memberikan motivasi dan bantuan. Dalam kesempatan itu juga, pihaknya meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menjelang musim hujan, hal tersebut untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami berharap kalau hujan dan angin kencang, masyarakat lebih waspada dengan segala kemungkinan,” pungkasnya. (kj1/yud/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Orang Gila yang Dihajar Massa dan Dituduh Penculik, Akhirnya Pulang ke Brebes

Diterbitkan

||

Kapolres Jember bersama dengan keluarga korban yang digosipkan sebagai penculik. (gik)
Kapolres Jember bersama dengan keluarga korban yang digosipkan sebagai penculik. (gik)

Jember, Memontum – Sempat menjadi gosip dan bullying warga desa Tugusari serta mendapat perlakukan kekerasan di Desa Bangsalsari bahkan diisukan sebagai pelaku pencurian anak di Kecamatan Bangsalsari, pria gila Asal Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang mengaku bernama Nana Sukmana, akhirnya pulang.

Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma, saat melaksanakan Press Convrence di halaman Mapolres Jember, Kamis (20/2/2020) siang, mengungkapkan bahwa Nana yang berstatus orang Gila (mengalami keterbelakangan mental ) ini dipulangkan ke kota asal yakni Brebes.

“Pertama ditangkap oleh warga Tugusari saat ditanya oleh warga sekitar berulang kali, dia menjawab tidak membawa identitas dan mengaku bernama Nana Sukmana serta membawa karung yang berisi pakaian, karena dinilai mengalami gangguan kejiawaan, lalu warga melepasnya,” kata I Putu.

Namun setelah berselang beberapa hari kemudian Lanjut I Putu, tepatnya hari senin (16 Februari 2020, Pria Asal Brebes itu kembali diamankan warga dan sempat di bully oleh warga Desa Bangsalsari.

“Karena digosipkan sebagai pelaku penculikan anak, orang ini sempat mengalami kekerasan oleh warga dan diamankan ke Mapolsek Bangsalsari,” tegasnya.

I Putu menerangkan, dengan gosip yang berkembang di masyarakat tersebut Polsek Bangsalsari mengamankan Nana untuk kemudian melaporkan kejadian ke Kepolisian Resor (Polres) Jember.

BACA : Info Penculikan Siswa SDN Lor 1 Patrang Ternyata Salah Paham

“Karena Kapolres yang pernah menjabat sebagai kapolres brebes, akhirnya menghubungi Polres Brebes agar menghubungi kelurganya dan keluarganya melakukan penjemputan di Mapolres Jember,” tegasnya,

Jajaran Kepolisian Resort Jember berharap, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar, karena hal terebut dapat merugikan seseorang dan pelaku penyebar hoax akan mendapat atau berurusan dengan hukum. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Info Penculikan Siswa SDN Lor 1 Patrang Ternyata Salah Paham

Diterbitkan

||

Kasat Reskrim dan KBO Polres Jember bersama keluarga korban adakan rilis dugaan informasi penculikan anak SDN Jember Lor 1 Patrang. (gik)
Kasat Reskrim dan KBO Polres Jember bersama keluarga korban adakan rilis dugaan informasi penculikan anak SDN Jember Lor 1 Patrang. (gik)

Jember, Memontum – Informasi dugaan penculikan anak sekolah yang sempat viral di media sosial di SDN Jember Lor 1 Kecamatan Patrang, Selasa (18/2/2020) lalu, yang pelakunya kakek salah satu wali murid dari sekolah tersebut bernama Hariyanto, ternyata hanyalah kesalahpahaman, itu diketahui setelah pihak kepolisian Resort Jember melakukan penyelidikan.

“Itu kita ketahui setelah mengambil keterangan dari beberapa saksi di lokasi dan melihat CCTV bersama pekerja sosial dan keluarga korban,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Jumbo Yadwavina Jumbo Qontas saat press rilis di halaman Mapolres Jember, Rabu (19/2/2020) siang.

Kasat reskrim yang akrab disapa Jumbo ini menyatakan, memang Hariyanto dekat dengan para siswa teman cucunya, seperti biasanya, saat itu Hariyanto menyapa para siswa saat ketemu, namun hanya, ada salah satu siswa tidak kenal dengan Hariyanto dan mengatakan ada penculikan.

“Didampingi orang tuanya dan petugas sosial, tadi juga dibenarkan oleh ketiga korbannya yang masih anak-anak, kita juga meminta klarifikasi, bahwa saat itu tidak dilakukan penyekapan, tetapi hanya disapa dan ditepuk pundaknya tiga anak ini oleh Hariyanto,” terangnya.

“Kemarin memang anak – anak tidak apa-apa, namun untuk saat ini anak-anak mungkin trauma healin, mungkin juga karena kemarin informasi ini viral dan banyak pertanyaan, mungkin ada tekanan dari anak-anak itu dan orang tuanya, ” imbuhnya.

Jumbo menerangkan, Informasi percobaan penculikan bukan hanya di SDN Jember Lor 1 Patrang, namun di kecamatan Semboro juga beredar informasi yang sama, namun setelah dilakukan pengecekan ke TKP, ternyata lokasi tersebut tidak wajar.

“Karena di medsos dijelaskan, korban diculik dari rumahnya dengan menggunakan mobil, setelah kita datangi lokasi, kendaraan mobil saja tidak bisa masuk, Jadi saya menganggap itu hoax atau berita bohong,” ujarnya.

Lanjut Jumbo, kemudian juga berita viral di kecamatan Bangsalsari, ada warga dari Brebes Jawa Tengah yang dianggap orangnya kurang sehat kejiwaannya, setelah dilakukan pengecekan oleh Kapolres Alfian kemarin saat menjabat, ternyata ditempat tinggalnya yang bersangkutan ini memang hilang 10 tahun yang lalu dan terkena gangguan kejiwaan.

“Memang saat ini, setelah berkoordinasi dengan salah satu Polsek tempat tinggalnya, nanti akan dilakukan penjemputan di Bangsalsari,” sebutnya.

Polres Jember menghimbau kepada masyarakat, jika ada berita tidak jelas jangan langsung main share di media sosial, bisa di cek dulu kebenarannya kepada Polsek. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Orang Tua Bayi Korban Percobaan Penculikan di Jember, Akhirnya Lapor Polisi

Diterbitkan

||

VG didampingi ayahnya Darminto saat melapor di Polres Jember. (bud)

Jember, Memontum – Setelah viral media Sosial adanya pemberitaan media Online maupun media cetak, tentang percobaan penculikan terhadap bayi enam bulan berinisial AI, yang di gagalkan oleh Ibunya sendiri di desa yang berada di wilayah kecamatan Semboro Kabupaten Jember, akhirnya Rabu (19/2/2020) siang, Ibu sang bayi berinisial VG melapor ke Polsek Semboro didampingi ayahnya Darminto,

Saat diwawancarai Memontum.com usai melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan anak pertamanya, VG enggan memberikan keterangan apapun. Nampaknya VG terlihat masik trayma dan syok.

Sementara petugas Polsek Semboro melalui KSPKT (kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu) Aipda Fauzi mengatakan, bahwa Polsek Semboro menerima laporan tersebut dan mencatat kejadian.

“Kami langsung memerintahkan kepada Babinkamtibmas yang bertugas di wilayah tempat tinggal korban, untuk mengecek kebenaran kejadian, ” ujar Fauzi.

Fauzi menyampaikan, pihak kepolisian masih belum bisa memastikan kebenaran kejadian percobaan penculikan, karena polisi masih mendalami kasus ini.

BACA : Ibu di Jember Gagalkan Penculikan Bayi Usia 6 Bulan

“Kalau memang benar kejadian percobaan penculikan tersebut kami mengharap kepada semua warga di kecamatan Semboro khususnya yang punya anak balita untuk selalu waspada dan hati hati dan tidak lepas dari pantauan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Darminto (Kakek) menceritakan bahwa cucunya (AI)yang sedang bermaen Tenot di ruang tamu rumah, telah sempat di gendong oleh seorang laki – laki berbadan tegap tak di kenal, yang masuk kedalam rumahnya pada waktu keadaan sepi dan tanpa permisi di waktu ibunya (VG) sedang bersih – bersih di dapur rumahnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending