Connect with us

Pemerintahan

Bupati Faida Buka Gerak Jalan Watam Kreasi 2019

Diterbitkan

||

Bupati Faida Buka Gerak Jalan Watam Kreasi 2019

Jember Memontum – Bupati Jember dr Hj Faida MMR bersama Suamimya Drg Abdul Rochim didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Sabtu (7/12/2019) siang, melepas gerak jalan Watu Ulo – Ambulu Kreasi 2019 yang dikenal atau disebut Watam.

Gerak jalan yang menempuh jarak 12 Km tersebut, di mulai sekitar pukul 14.00 siang, dengan Start di Desa Sumberejo Watu ulo dan Finish di alun – alun Kecamatan Ambulu.

Bupati Jember dr Hj Faida MMr bersama Suami Drg. Abdul Rochim, didampingi Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin di gerak jalan Watam Kreasi 2019. (tog)

Bupati Jember dr Hj Faida MMr bersama Suami Drg. Abdul Rochim, didampingi Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin di gerak jalan Watam Kreasi 2019. (tog)

Dalam sambutannya Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini, memberikan Apresiasi dan ucapan selamat, kepada masyarakat Kecamatan Ambulu, yang telah menyelenggarakan Gerak Jalan Watam Kreasi 2019, yang tahun ini peserta meningkat luar biasa.

“Kalau kegiatan itu diinisiasi oleh masyarakat, maka kegiatan itu akan tumbuh abadi dan berkembang, tapi kalau itu perintah Bupati belum tentu, Bupati hanya tinggal support dan mengembangkan,” kata Faida sembari tersenyum

Tidak menutup kemungkinan sambung Bupati gerak jalan Watam ini akan tumbuh besar dan akan terpilih event 10 terbaik di Kabupaten Jember, yang kelak akan menjadi kegiatan rutin Pemerintah Kabupaten Jember.

Oleh karena itu Bupati berpesan kepada panitia dan seluruh peserta, jaga nama baik Ambulu, jaga nama baik Watam, buatlah kegiatan gerak jalan Watam sebagai kreasi yang menghibur.

“Jaga ketertiban tidak ada yang boleh membawa senjata tajam, semua diharapkan rapi sampai akhir, sehingga masyarakat menikmati,” pesan Faida.

Ketua panitia Sunaryo menerangkan, Gerak Jalan Watam Kreasi 2019 kali ini diikuti sebanyak 172 peserta beregu, yang terbagi, beregu putri sebanyak 85 Regu, sedangkan untuk regu Putra sebanyak 87 Regu dan terbanyak adalah perorangan 2.253 orang.

“Gerak jalan Watam dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Pemerintah Kecamatan Ambulu dan diikuti bukan hanya warga Kecamatan Ambulu, tetapi dari luar Kecamatan Ambulu, bahkan dari luar Kabupaten seperti, Surabaya, Bondowoso, Probolinggo dan peserta kehormatan dari Yogyakarta dan ada pula peserta tertua berumur 77 tahun bernama Satar,” terang Sunaryo.

Selain Gerak Jalan Watam Lanjut Sunaryo, panitia diadakan Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan peserta sebanyak 40 orang atau Group serta pemberian pelayanan Adminduk oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil yang bertempat kawasan alun – alun Kecamatan Ambulu.

Pantauan Memontum.com, di sepanjang jalan yang dilintasi para peserta gerak jalan Watam Kreasi 2019 ramai dipenuhi warga, mulai dari anak – anak, orang dewasa serta orang tua, mereka ingin menyaksikan ajang tahunan tersebut, sehingga arus lalu lintas ditutup total dan dialihkan.

Berbagai kreasi dan Gaya di tampilkan para peserta gerak jalan, terutama peserta perorangan yang rata – rata di ikuti anak – anak muda, mulai dari pakaian dan rambut, ada yang berpakaian pejuang dan ada pula berseragam TNI

Tidak hanya itu, anak – anak muda ada yang hanya memakai kaos oblong, rambutnya di semprot warna – warni menggunakan Cat Pilok dan bahan pewarna baju (wenter), ada pula yang memakai baju adat, menambah semaraknya acara.

Terlihat, Bupati Jember dr Hj Faida MMr bersama suaminya Dr Rohim dan Rombongan serta Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, berjalan di depan usai membuka acara, berbaur dengan peserta perorangan lainnya, sambil tak henti – hentinya melambaikan tangan menyapa penonton yang berdiri di pinggir jalan.

Bukan hanya itu, bahkan banyak warga terutama kaum ibu – ibu dan peserta, tanpa malu malu dan sungkan, mereka meminta berfoto bersama (selfi) Bupati, di luar dugaan, seperti tak ada batasan Bupati Faida berfoto dengan mereka (masyarakat). (tog/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Antisipasi Dampak Covid-19, Polres Jember Giat Tactical Floor Game Sispamkota

Diterbitkan

||

Antisipasi Dampak Covid-19, Polres Jember Giat Tactical Floor Game Sispamkota

Memontum Jember – Untuk mengantisipasi dampak pandemik Covid 19 atau Virus Korona di Kabupaten Jember, Kepolisian Resor (Polres) Jember melakukan, Simulasi Tactical Floor Game Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Halaman Polres Jember, Selasa (7/4/2020) pagi.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Wakapolres Jember Windy Syaputra menjelaskan, Simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya dampak sosial dari Covid – 19, jika nanti situasi yang tidak diinginkan terjadi.

Polres Jember bersama Forkopimda gelar simulasi Tactical Floor Game Sispam Kota di halaman kantornya. (Gik)

Polres Jember bersama Forkopimda gelar simulasi Tactical Floor Game Sispam Kota di halaman kantornya. (Gik)

“Maka dengan adanya miniatur, setiap personil dan setiap game yang ada diharapkan, petugas pengamanan sudah siap disetiap posisi dan langkah tindakan apa yang akan di ambil, ” kata Wakapolres Jember, Kompol Windy Syafutra usai simulasi.

Untuk itu lanjut Windy, sebelum itu terjadi, pihak kepolisian, TNI dan instansi terkait, menyiapkan langkah antisipasi, pengamankan wilayah kota, seperti situasi kerusuhan massal, penjarahan atau hal-hal yang memang tidak diinginkan.

“Tidak menutup kemungkinan kekwatiran petugas bisa terjadi, bila penderita covid 19 bertambah, termasuk apabila terjadi ober kapasitas di RSD dr Soebandi yang selama ini menjadi rujukan, maka dari itu kita mengantisipasinya, ” jelasnya.

Wakapolres Jember menyebut, jumlah anggota yang disiapkan yakni dari kepolisian berjumlah 550 personil, belum lagi didukung Brigader mobil (Brimob), Kodim dan Brigif, simulasi yang melibatkan personil dengan jumlah besar tersebut, mengambil teknis dengan cara technical Floor game Sispamkota.

“Termasuk Polres samping dan Kepolisian Daerah (Polda) nantinya bisa dimintakan bantuan, sesuai kondisi, Bahkan kalau memang dibutuhkan,” paparnya.

Diketahui, Simulasi tersebut dihadiri Bupati Jember dr Hj Faida MMr dari Anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember, Brigif 9 Kostrad, jajaran Dinas perhubungan (Dishub) Jember, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Jember, DPRD Jember, Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Relawan PMI Jember Semprot Eks Lokalisasi dan Sejumlah Tempat di Puger

Diterbitkan

||

Relawan PMI Jember melakukan penyemprotan di sejumlah tempat di Puger. (Ist)

Memontum Jember – Setelah tersiar kabar dalam catatan pemerintah Jember, bahwa kecamatan Puger adalah tempat tinggal salah satu dari dua pasien Covid – 19 di Jember, Relawan PMI cabang Jember melakukan penyemprotan di eks lokalisasi dan sejumlah tempat umum se Wilayah Puger.

Sejumlah tempat lainnya selain eks lokalisasi diantaranya, tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pasar Tradisional Puger, Pasar Tradisional Desa Grenden, masjid At Taufiq Grenden, SDN Puger, Pasar Tradisional kasiyan, mapolsek Puger.

Relawan PMI Jember melakukan penyemprotan di sejumlah tempat di Puger. (Ist)

Relawan PMI Jember melakukan penyemprotan di sejumlah tempat di Puger. (Ist)

Mereka berkeliling melakukan penyemprotan disinfektan. Agar daerah – daerah yang disemprot terbebas dari virus, terutama virus korona atau Covid-19, Ketua PMI Kabupaten Jember, EA Zaenal Marzuki mengatakan, sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Kabupaten Jember maka relawan PMI bergerak.

“Karena wabah meluas maka kami dari PMI tergerak. Kami langsung berusaha untuk melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas-fasilitas umum,” kata Zaenal.

Disamping itu, PMI Kabupaten Jember membagikan masker gratis kepada masyarakat sebab, masker sangat penting saat wabah Covid-19 ini, karena masker bisa melindungi diri juga melindungi orang lain, termasuk keluarga, selain membagi masker, PMI juga membagikan Hand Sanitiser secara Gratis kepada Warga.

“Termasuk membagikan antispetik ke fasilitas umum seperti masjid, gereja, pasar tradisional, terminal atau faislitas umum lainnya. Sebab, satu penderita Covid-19 yang positif berpotensi menularkan virus ke 100 orang lain yang di sekitarnya,” ungkapnya.

Penyebaran Covid-19 kata A. Zaenal, sangat cepat, maka dari itu, kita harus memutua penyebarannya, salah satu caranya dengan penyemprotan disinfektan dan untuk masyarakat di anjurkan menggunakan masker serta menghimbau agar tinggal di rumah apabila tidak mempunyai kepentingan. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Aktifkan JSG Tempat Karantina, Jember Berlakukan Karantina Pemudik dari Zona Merah

Diterbitkan

||

Aktifkan JSG Tempat Karantina, Jember Berlakukan Karantina Pemudik dari Zona Merah

Jember, Memontum – Guna, menjaga kondisi Kabupaten Jember yang sudah terkendali dari Covid – 19 (Corona virus Disease 2019) pemberlakukan pemudik dari “Zona Merah” akan dikarantina sudah dimulai, ini menyusul telah diaktifkan Tempat Karantina di Jember Sport Garden (JSG), Sabtu (4/4/2020) kemarim.

Menurut Bupati Jember dr Hj Faida MMr, pulihnya kondisi seperti semula, akan cepat terjadi, apabila semua tertib menjalankan protokol kesehatan dan pencegahan, untuk itu Bupati berharap, agar masyarakat Jember yang berada di luar kota untuk tidak pulang kampung halaman di Jember.

Bupati Jember dr Faida, Dandim 0824 jember Laode M.Nurdin dan polres Jember saat meninjau ruangan JSG yang menjadi ruang isolasi. (Ist)

Bupati Jember dr Faida, Dandim 0824 jember Laode M.Nurdin dan polres Jember saat meninjau ruangan JSG yang menjadi ruang isolasi. (Ist)

“Karena itu, tetaplah di kota masing-masing, tidak usah mudik, tunda sampai keadaan lebih aman, sayangi keluarga anda, sayangi teman-teman anda, sayangi kota masing-masing, dan jaga diri anda, jangan mudik, tetap di kota masing-masing,” tuturnya saat meninjau ruangan JSG yang menjadi ruang isolasi.

Karena, kata Faida, Jember yang sudah terkendali dan aman ini, bisa berjalan lebih tertib, tetaplah di kota masing-masing, doakan keluarga dalam keadaan baik – baik saja.

“Aemoga dalam waktu secepat mungkin kondisi bisa pulih kembali,” katanya.

Kondisi Jember saat ini, lanjut Bupati, sudah terkendali cukup baik, masjid-masjid tetap bisa berjalan, pengajian sudah tertib, tidak ada orang berkumpul dalam jumlah yang banyak, bahkan acara pernikahan pun ditunda,
pasar-pasar sudah ditata sesuai ketentuan.

“Pengendalian ini agar kasus Virus korona tidak semakin meningkat, jika tidak dikendalikan, masa isolasi akan lebih panjang lagi, maka kami diminta kerjasamanya, warga yang datang dari kota yang masuk zona merah akan menjalani isolasi selama 14 hari di JSG, ” ungkapnya.

Faida menerangkan, operasional karantina ini melibatkan sejumlah pihak, mereka dapat dikenali dari alat pelindung diri yang dipakai, Alat Pelindung Diri (APD) warna putih untuk tim medis, Baju berwarna coklat untuk Polri dan Baju warna hijau untuk TNI.

“Sementara petugas yang memakai jaket dalam tim penapis (screening) depan pintu masuk, semua ini kolaborasi yang dilakukan untuk memastikan JSG, sebagai ruang isolasi massal,” terangnya.

Kembali ia menyebutkan, mulai Minggu pagi, 05 April 2020, posko – posko di lima pintu masuk Jember akan mengirimkan warga yang berasal dari zona merah ke tempat karantina dan pengiriman menggunakan transportasi khusus.

“Termasuk ODP ringan, tetapi ODP yang perlu perawatan tidak di JSG sedangkan ODP yang memerlukan perawatan, masuk ke RS dr Soebandi Jember, ” pungkasnya (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending