Connect with us

Pemerintahan

Bupati dan Ketua DPRD Lombok Barat, “Belajar” ke Bupati Faida

Diterbitkan

||

Bupati Lombok Barat dan Bupati Jember saling memberikan cenderamata
Bupati Lombok Barat dan Bupati Jember saling memberikan cenderamata

Jember, Memontum – Bupati Jember dr Hj Faida MMR menerima kunjungan Bupati dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat beserta rombongan, di pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (19/12/2019) siang.

Kedatangan Bupati lombok Barat Fauzan Khalid beserta rombongannya tersebut, bertujuan untuk belajar kepada Bupati Jember dr. Faida, tentang memfasilitasi masyarakat dalam jaminan sosial.

Fauzan Khalid mengaku, sangat terkesan dengan terobosan Bupati Faida yang memfasilitasi masyarakatnya dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan beasiswa.

“Tujuan kami ke jember, ingin belajar terkait masalah BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin mengikuti jember, walaupun tidak bisa 100 persen, konteks keikut sertaan masyarakat di bidang tenaga kerja,” katanya.

Tadi dirinya beserta rombongan, yang utama sudah banyak mendapatkan banyak penjelasan dari Ibu Bupati, bagaimana Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember, melakukan semacam fasilitasi, kepada masyarakat untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan.

“Selain itu, semua cerita tentang pengalaman, termasuk problem kemasyarakatan,” akunya.

Usai mendapat penjelasan, Bupati yang akrab dengan sapaan Khalid ini mengungkapnya, tadi langsung intruksikan Kadis tenaga kerja lombok barat, untuk meminta dan mengcopy semua peraturan bupati, terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena setiap pemerintah punya tujuan yang sama terkait perkembangan kotanya dan termasuk pendidikannya, misalnya, kepada kelompok masyarakat yang termarjinalkan, dan itu dia akui sangat luar biasa, meskipun bukan tahun depan, program ini bisa di contoh.” ungkapnya.

“Karena itu terobosan yang luar biasa, mungkin ini kelebihan perempuan yang bisa memimpin dengan telaten, dalam menyisir anggaran dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat langsung,” pujinya.

Sedangkan, Bupati Jember dr. Faida mengatakan memang kepala daerah itu saling berkunjung satu sama lain. Karena setiap kepala daerah beda pengalaman, maka dari itu saling sharing, untuk mempercepat pembangunan.

“Hari ini yang kita bahas, kita saling belajar dan saling mengisi untuk bertukar pikiran tentang perlindungan tenaga kerja, ini yang study tirukan oleh Lombok barat,” tuturnya.

Faida menyatakan wajib apabila bertukar pikiran, karena masing-masing punya pengalaman yang berbeda, menurutnya, semua kepala daerah punya niatan yang besar yang sama. Tetapi, struktural di bawah harus mengimbangi, dan bagaimana lain-lainnya.

“Tadi juga ingin tahu, bagaimana melindungi tenaga kerja, termasuk honorer. Juga bagaimana penganggarannya, bagaimana regulasinya, tadi juga diajak, ketua dan wakil DPRD Lombok barat, supaya saling memahami dan itu perlu perhatian khusus dalam penganggaran,” tegasnya.

Untuk lombok barat, sambung bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember, karena tadi juga OPD juga diajak semua kesini ini, untuk mendukung niat baik Bupati dan ketua DPRD, untuk segera mewujudkan apa yang di maksud, yakni melindungi tenaga kerjanya dengan jaminan sosial. (gik/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Ratusan Pedagang Pasar Balung Jalani Rapid Test

Diterbitkan

||

Petugas sedang melakukan rapid test. (ist)
Petugas sedang melakukan rapid test. (ist)

Memontum, Jember – Ratusan pedagang pasar Balung lama dan pasar Balung baru sangat antusias ikuti anjuran Bupati Jember dr Faida MMr melakukan Rapid Test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Jember, Jumat (29/5/ 2020) siang.

Pelaksanaan Rapid test tersebut didampingi Muspika serta Mantri pasar Balung dan terlihat bukan hanya pedagang pasar yang mengikuti rapid test, wargapun antusias ingin mengikuti Rapid test.

Dikarenakan rapid test yang dilaksanakan di pasar pasar ini lebih difokuskan kepada para pedagang, warga pun harus legowo tidak bisa mengikuti rapid test saat ini.

Kepala Puskesmas Kecamatan Balung, dr. Roszania Hidayat memimpin langsung kesiapsiagaan petugas medis serta mendapat pengamanan langsung dari Muspika Kecamatan Balung.

Camat Balung Widayaka menyampaikan, pihaknya bersyukur hari ini bisa melaksanakan rapid test kepada ratusan pedagang pasar yang ada di Pasar Balung lama maupun Pasar Balung baru.

“Kita target di Pasar Balung lama ini sekitar 552 orang, sementara untuk di pasar Balung baru yang berlokasi di Desa Balung Kulon kita target sebanyak 212 dan diharapkan bisa selesai hari ini, karena besok pasar akan dibuka,” tuturnya.

Menyentuh tujuan dilaksanakanya rapid test kepada para pedagang, Widayaka menambahkan, ini adalah upaya pemerintah mencegah meluasnya wabah covid-19 khususnya di lingkungan pedagang pasar.

Ditanya soal antusias warga sekitar yang turut datang bermaksud untuk mengikuti rapid test namun belum ada peluang menyampaikan.

” Ya kita harapkan ada anggaran yang mencukupi sehingga masyarakat bisa juga di rapid test,” ungkapnya.

Beberapa pedagang pasar yang sempat ditemui wartawan seusai melakukan rapid test menyampaikan.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa berkesempatan mengikuti rapid test yang digelar pemerintah dan ini sangat membantu sekali kepada kami,” tuturnya.

Setelah menjalani rapid test ini kami lebih tenang dan lebih yakin untuk beraktifitas, apalagi ini gratis tentunya sangat membantu sekali bagi kami, “pungkasnya (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Jember Segera Rehab 320 Bangunan Ruang 294 Lembaga Pendidikan

Diterbitkan

||

Pemkab Jember Segera Rehab 320 Bangunan Ruang 294 Lembaga Pendidikan

Memontum, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember akan membangun sebanyak 320 ruang di 294 lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar di Kabupaten Jember. Rehab itu akan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp 34.971.121.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dr Edy Budi Susilo MSi menjelaskan, bangunan ruang yang akan direhab itu telah masuk dalam data pokok pendidikan atau Dapodik Kabupaten Jember.

“Data itu ada di Dapodik yang dilaporkan pada tahun 2019, dan direncanakan eksekusinya pada tahun 2020 ini,” ungkap Edy melalui sambungan telepon.

Jika tidak ada halangan yang berarti, eksekusi anggaran DAK itu dilakukan pada bulan depan.

Rehab bangunan ruang melalui DAK itu, kata Edy, diharapkan bisa mengurangi jumlah ruang yang rusak berat maupun sedang. Serta bisa mengganti bangunan yang usianya sudah lama.

Salah satu lembaga yang mendapatkan program rehabilitasi bangunan ruang adalah SDN Klompangan 02 Ajung, yang oleh warga dilaporkan salah satu ruangnya telah roboh.

Sekolahan dengan bangunan lama ini melaporkan melalui Dapodik adanya satu ruang yang rusak berat dan sebelas ruang mengalami rusak sedang.

Data di Dapodik, kata Edy, akan dikroscek dengan kondisi di lapangan. Sebab, di DAK menyebutkan SDN Klompangan 02 Ajung ini mendapatkan kuota tiga ruang yang akan direhab berat.

Sementara laporan warga menyebut bangunan yang roboh adalah satu ruang guru, yang tidak dilaporkan mengalami rusak berat.

Karena itu, Edy memastikan akan merobohkan satu bangunan yang dilaporkan dalam Dapodik rusak berat apabila membahayakan. “Agar saat kegiatan berlajar mengajar ke depan, anak-anak sudah aman,” ungkapnya.

Terkait peristiwa bangunan ruang guru yang roboh, Edy menyayangkan tidak segera mendapatkan laporan dari kepala sekolah.

Bukan hanya pihaknya yang berada di pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan yang tidak mendapatkan laporan.

Pengawas SD di sekolah itu juga tidak segera mendapat laporan peristiwa yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2020, pukul 08.30 itu.

“Kepala sekolah memang tidak melaporkan ke pengawas, camat, maupun ke Diknas,” ungkapnya Edy mengaku baru mendapatkan laporan dari warga pada Kamis, 28 Mei 2020, sekira pukul 19.00.

Begitu mendapatkan laporan, segera ia menghubungi pengawas sekolah untuk mengecek laporan itu. “Ini murni kepala sekolah yang tidak melapor,” tandasnya.

Karena itu, kepala sekolah bersangkutan akan dimintai keterangan. Pemanggilan itu juga terkait dengan rencana rehab tiga ruang melalui DAK.

“Kita bisa mendesain ulang rencana rehab. Kami upayakan bagaimana juga bisa untuk membangun bangunan ruang yang roboh itu. Apalagi anggaran DAK sangat memungkinkan untuk itu,” pungkasnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

600 Anggota Polri dan ASN Polres Jember Jalani Rapid Test

Diterbitkan

||

Kapolres Jember AKBP Aris Supiyono dan petugas Kesehatan saat rapid test. (humas polres Jember For Memontum.com)
Kapolres Jember AKBP Aris Supiyono dan petugas Kesehatan saat rapid test. (humas polres Jember For Memontum.com)

Memontum Jember – Sebanyak 600 Anggota Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) polres Jember menjalani Rapid Test massal yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dan Urusan kesehatan (Urkes) Polres Jember, Jumat (29/5/2020) siang.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Humas polres Jember Aiptu Andry Ronny mengatakan penyelenggaraan Rapid Test itu diselenggarakan di Aula Rupatama Mapolres Jember untuk mengetahui kesehatan anggota terkait Covid-19.

Anggota polres Jember jalani Rapid test. (humas polres jember for memontum.com)

Anggota polres Jember jalani Rapid test. (humas polres jember for memontum.com)

“Rapid test ini juga dalam rangka menghadapi persiapan Kampung Tangguh Semeru (KTS) dan New Normal,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Rapid test diselenggarakan mulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.30 dan diikuti oleh 189 Anggota Staff Polres Jember, 81 Anggota Satreskrim, 24 Anggota Satnarkoba, 78 Anggota Satsabhara, 47 Anggota Satintelkam dan 128 Anggota Satlantas.

“Untuk mengetahui hasilnya besok, sekarang hanya pengambilan Sample darah saja dan di bawa ke Laboratarium,” ujar Andry.

Diketahui petugas kesehatan yang melakukan Rapit test dari Dinkes jember meliputi petugas kesehatan dari puskesmas Jelbuk, Ajung, Sukorambi Gladak Pakem dan petugas kesehatan dari puskesmas Patrang. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending