Connect with us

Hukum & Kriminal

Terlilit Hutang, Nenek di Jember “Palsukan” Pemerkosaan dan Gorok Leher Sendiri

Diterbitkan

||

Jember, Memontum – Karena lilitan hutang, Sumirtuk warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Umbulsari nekat membuat laporan palsu dengan mengaku digorok lehernya dan diperkosa oleh seseorang tak dikenal, di tempat tidur dalam kamar rumahnya, Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 23.00.

Hal tersebut dikatakan Sumintuk saat Pers Release di halaman Polres Jember, Jumat (10/1/2020) siang. Kepada polisi, Sumirtuk mengaku melukai lehernya sendiri dengan menggunakan sebuah pisau dan dilukai dengan tangan sebelah kanan.

Didampingi Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Sumirtuk mengakui perbuatannya. (gik)

Didampingi Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Sumirtuk mengakui perbuatannya. (gik)

“Saya melukai leher sendiri, dengan niat bunuh diri dan dengan sekali sayatan, setelah keluar darah, saya tertidur dan tidak sadarkan diri,” katanya depan awak media.

Di samping itu Sumirtuk meminta maaf kepada semua wartawan dan masyarakat, karena telah memberikan informasi bohong atau tidak benar. “Saya meminta maaf kepada semuanya atas informasi yang bohong,” sesalnya.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menerangkan, terungkap kasus itu berawal setelah dari hasil olah TKP dan keterangan saksi – saksi serta hasil visum et Repertum, menemukan bahwa kejadian pemerkosaan disertai kekerasan yang dialami Sumirtuk hanyalah rekayasa.

“Ditemukan banyak kejanggalan-kejanggalan, diantaranya, saudara Sumirtuk mengaku telah dilukai orang lain dan diperkosa sampai mengeluarkan sperma, namun dari keterangan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dibagian vaginanya dan tidak ditemukan sperma, ” ungkap Alfian.

Selain itu sambung Kapolres kelahiran kota garam Madura ini, dari olah TKP pertama, di TKP ditemukan tempat tidur Sumirtuk dalam keadaan rapi dan yang seharusnya apabila digorok dalam keadaan telentang, darah yang mengalir dari leher seharusnya ke arah dada, tidak menyamping.

“Artinya luka di leher Sumirtuk dilakukan dalam keadaan duduk, jadi, kesimpulan Sumirtuk dapat diduga keras telah membuat pengaduan pidana palsu dan tentang perkara pidana tersebut sebagaimana pasal 220 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan,” pungkasnya.

Diberitakan Memontum.com sebelumnya, dengan percaya diri, Sumirtuk mengharap pelaku pemerkosa yang sertai kekerasan yang alami dirinya, segera ditangkap dan diproses hukum. Siapa sangka kejadian itu palsu belaka dan drama yang digarap sang nenek. (gik/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polres Jember Sergap 3 Pembunuh Gerry

Diterbitkan

||

Salah satu dari 3 pelaku pembunuhan (Ist)
Salah satu dari 3 pelaku pembunuhan (Ist)

Motif Perampokan Murni?

Memontum, jember – Satuan Reserse kriminal (Sat reskrim) kepolisian Resort (Polres) Jember, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 12.00 berhasil menangkap 3 pelaku pembunuhan dan perampokan Yohanes Satryo Leonardo Gerry atau Gery.

Ketiga pelaku yakni Muhadir Muhamad (27) warga Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari, Anggi Cahyo (21) Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari dan Dwi Cahyo (19) Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

Menurut kasat Reskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren, pelaku ditangkap saat akan melakukan transaksi jual beli mobil hasil kejahatannya di Jalan Kertanegara, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

“Awalnya Anggota mendapat Informasi bahwa akan ada Transaksi Mobil yang diduga hasil Kejahatan,” kata Fran, Senin (18/5/2020) siang.

Setelah melakukan koordinasi untuk penangkapan lanjut Fran, anggota ke tempat transaksi dan berhasil mengamankan Mobil Datsun Go hasil kejahatan dan 2 orang pelaku Muhadir Muhamad dan Anggi Cahyo ke Mapolres Jember.

“Hasil Interograsi, keduanya mengakui mobil tersebut hasil dari tindak pidana kejahatan perampokan serta pembunuhan terhadap korban (Gerry),” ujar Fran.

Keduanya juga mengaku dalam melakukan tindak pidana kejahatan perampokan dan pembunuhan bersama 3 orang dan satu orang rekannya bernama Dwi cahyo alias ayong berada di rumahnya.

“Mendapat pengakuan tersebut anggota bergegas melakukan penangkapan terhadap Dwi cahyo di rumahnya dan digelandang ke Mapolres Jember,” pungkasnya.

Baca : Penata Busana Jember Tewas Dibunuh, Dikepruk LPG

Diberitakan sebelumnya, Gerry diduga menjadi korban pembunuhan setelah polisi dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan fakta ada luka di kepala bagian belakang

Korban tewas diduga akibat hantaman tabung gas elpiji 3 kg yang ada ditemukan dalam rumah korban dan mobil korban raib dan jasad korban ditemukan membusuk di dalam kamarnya Jumat malam (2 hari) yang lalu. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Penata Busana Jember Tewas Dibunuh, Dikepruk LPG

Diterbitkan

||

Petugas evakuasi Korban. (tog)
Petugas evakuasi Korban. (tog)

Mobil Amblas, Motif Perampokan?

Memontum, Jember – Seorang koreografer dan penata busana (fashion stylish) Jember ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya, masuk lingkungan Jalan Kertanegara, Talangsari, Kecamatan Kaliwates, Jumat (15/5/2020) malam. Kepalanya remuk, diduga dikepruk tabung gas LPG.

Pria bernama Yohanes Satriyo Leonardo Gery (35) yang biasa disapa Gery tersebut ditemukan tantenya. Saat ditemukan di kamar, kondisinya membusuk. Terdapat luka di kepala bagian belakang, bekas pukulan benda tumpul yang sangat parah.

Geri semasa hidupnya. (warga for memontum.com)

Geri semasa hidupnya. (warga for memontum.com)

“Korban ditemukan di kamar rumahnya dengan posisi tertelungkup,” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Kembaren saat dikonfirmasi Memontum.com.

Hasil olah TKP petugas menemukan tabung gas elpiji bersubsidi atau tabung melon dekat korban dan ada darahnya, diduga Gery adalah korban perampokan dengan pembunuhan.

“Untuk lebih jelasnya nanti dari hasil otopsi, ” ucap Fran.

Pasalnya, selain ditemukan jasad korban, petugas kepolisian juga mendapat keterangan dari pihak keluarga, kalau mobil milik korban yang biasa diparkir di depan rumah juga raib

“Sementara kita selidiki terlebih dahulu karena menurut keterangan keluarga mobil korban tidak ada di tempat, terlihat, korban sengaja dibunuh pelaku untuk menguasai harta benda korban, ” terang Fran.

Terlihat, usai melakukan olah TKP, polisi mengevakuasi jasad korban ke kamar RSD Soebandi untuk dilakukan otopsi dan barang bukti berupa tabung LPG 3 Kg yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa pria yang tinggal sendirian di rumah tersebut diamankan Polisi.

Menurut keterangan Ketua RW 7 Misyadi dikonfirmasi memontum.com penemuan jasad pria yang hidup sendiri itu berawal dari salah satu kakaknya yang kebingungan mencari keberadaan Gery.

“Cecenya (kakak perempuan) itu bingung mencarinya karena korban beberapa hari ini dihubungi melalui hp nya tidak bisa,” kata Misyadi. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pemkab Jember Menang Gugatan Perdata Perkara Karet PDP Kahyangan

Diterbitkan

||

Jaksa Pengacara Negara (JPN) Dedi Joansyah Putra, SH. Menunjukkan dokumen keputusan (ist)
Jaksa Pengacara Negara (JPN) Dedi Joansyah Putra, SH. Menunjukkan dokumen keputusan (ist)

Memontum, jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memenangkan gugatan perdata atas kasus wanprestasi PT Nanggala Mitra Lestari (NML) Surabaya, dalam kerja sama pengolahan karet dengan PDP Kahyangan Jember yang terjalin pada Maret 2013.

Jaksa Pengacara Negara (JPN) Dedi Joansyah Putra, SH. menjelaskan, sidang putusan perkara tersebut pada 10 April 2019 di Pengadilan Negeri Jember, perkara itu bermula dari kerja sama kedua perusahaan tersebut pada Maret 2013.

Atas kerja sama itu, PDP Kahyangan menyerahkan komoditi karet seberat 159.111 kg atau senilai Rp 3.958.511.600 kepada PT Nanggala Mitra Lestari.

“Ternyata dari pihak PT. Nanggala Mitra Lestari itu wanprestasi,” ujar Dedi ditemui di tempat kerjanya, Rabu (13/5/2020) siang.

Sehingga lanjut Dedi terjadi pembatalan perjanjian pada 30 April 2013, karena tidak segera memberikan kompensasi saat itu, akhirnya dibuat surat pernyataan hutang.

Dedi menerangkan, hutang itu sebesar lebih Rp 3,9 miliar atas karet seberat lebih 159 ton. Upaya penagihan terus dilakukan oleh PDP Kahyangan dari tahun ke tahun, hingga meminta bantuan JPN untuk memediasi perkara tersebut.

“Pada tahun 2018 dilakukan mediasi hingga menghasilkan surat pengakuan hutang dengan nilai yang sama sebelumnya, ” ungkapnya.

Dalam surat pengakuan hutang kedua tersebut, PT Nanggala Mitra Lestari sanggup mengangsur tiap bulan sebesar Rp 300 juta namun setelah berjalan tiga kali atau sebesar Rp. 900 juta, ternyata angsuran tersebut tidak berlanjut.

“Karena ada masalah intern PT Nanggala Mitra Lestari,” katanya.

Berhentinya angsuran itu membuat pihak PDP Kahyangan melayangkan somasi, namun tidak ada tanggapan dari PT Nanggala Mitra Lestari, sehingga pihaknya melakukan gugatan perdata.

“Kebetulan JPN saat itu diberi kuasa, sehingga bisa mendaftarkan perkara itu, pendaftaran perkara pada 22 Agustus 2019 dengan nomor perkaranya 79/Pdt.G/2019/PN.Jmr, ” paparnya.

Dari persidangan, ternyata mejelis hakim menegaskan bahwa PT Nanggala Mitra Lestari memang wanprestasi dan memiliki sisa hutang lebih Rp 3 miliar.

Merunut dari pertimbangan hakim, masih terang Dedi, surat pengakuan hutang yang dibuat dalam mediasi oleh JPN dikuatkan oleh pengadilan. Namun, pihak tergugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

“Apabila kami tetap menang sampai incraht, maka kami telah menyelamatkan aset Pemkab Jember yang masih menjadi piutang. Kami harapkan hingga incraht tetap menguatkan putusan PN Jember,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Dr. Prima Idwan Mariza, SH MHum., mengatakan, Kejari Jember menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Jember yang telah mempercayakan JPN untuk mendampingi perkara tersebut.

Kejari Jember pun mendukung upaya Pemkab Jember dalam menyelamatkan aset-aset yang masih berada di pihak lain.

“Ini menjadi awal yang bagus untuk kerja sama lain. Baik save asset maupun bidang perdata lainnya,” kata Prima.

Sementara itu, Bupati Jember, dr Faida, MMR., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas upaya hukum Kejari Jember atas kasus yang telah lama menjadi perhatian publik tersebut utamanya para buruh perkebunan PDP Kahyangan.

“Sinergi dalam penegakan hukum sangat penting dalam mewujudkan manfaat hukum di tengah-tengah masyarakat. Semoga berlanjut kepada kemanfaatan berikutnya,” ujar Faida.

Bupati Perempuan pertama di kabupaten Jember itu berharap hingga incraht kasus tersebut tetap dimenangkan Pemerintah Kabupaten Jember melalui JPN Kejari Jember. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending