Connect with us

Pemerintahan

Lagi, Pemkab Jember Seleksi 4.000 Calon Penerima Beasiswa

Diterbitkan

||

Lagi, Pemkab Jember Seleksi 4.000 Calon Penerima Beasiswa

Jember, Memontum – Setelah tahun 2019 memberikan beasiswa sekitar 20 ribu mahasiswa, kembali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan seleksi pada 4.000 mahasiwa sebagai calon penerima beasiswa dari Pemkab Jember.

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jember, Edy Budi Susilo mengatakan, pada tahap kali ini, pemkab Jember memanggil pemohon beasiswa tahun 2020 untuk dilakukan test wawancara, test wawancara dilakukan di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (21/1/2020) siang.

Sejumlah Pejabat Pemkab Jember melakukan test wawancara kepada calon penerima beasiswa Pemkab Jember. (gik)

Sejumlah Pejabat Pemkab Jember melakukan test wawancara kepada calon penerima beasiswa Pemkab Jember. (gik)

“Mulai hari ini, selasa tanggal 21 Januari hingga 31 Januari 2020 pelaksanaan test wawancara mahasiswa tersebut, karena banyaknya pemohon, sesuai data yang kami terima ada sekitar 4.000 pemohon,” ujar Edy, saat ditemui wartawan di sela-sela seleksi, Selasa (21/1/2020) siang.

Edy mengaku, pada hari pertama Pemkab Jember mengundang 600 mahasiswa dan setiap harinya selama 7 hari kedepan, sedangkan bagi mahasiswa yang tidak hadir, dirinya telah menyiapkan pada tanggal 30 dan 31 Januari 2020.

“Mungkin masih ada kesibukan di kampus, ada diluar kota dan sebagainya, nanti kita siapkan waktu, hari terakhir, ” katanya.

Untuk penerima beasiswa sendiri, secara khusus harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Jember, elain beberapa syarat yang lain dan melampirkan surat tidak mampu dari Pemerintah Desa setempat.

“Ada 19 kriteria yang prioritas, diantaranya Hafidz dan Hafidzah, anak prestasi, anak kader posyandu, anak Pekerja Sosil Masyarakat (PSM), petani dan sebagainya,” paparnya.

Sedangkan, untuk beasiswa dari Pemkab Jember kata Edy, di prioritas bagi golongan warga tidak mampu, tetapi punya keinginan belajar dan kuliah sampai selesai.

“Bupati konsen untuk pendidikan anak-anak ini, agar Sumber Daya anak di kabupaten jember terus hingga usia lanjut,” ungkapnya.

Edy menerangkan, untuk mendapat beasiswa harus melalui tahapan -tahapan diantaranya, setelah test wawancara masih ada tahapan uji publik, layaknya atau tidaknya pemohon mendapat beasiswa dari Pemkab Jember.

“Setelah diwawancarai, baru kita uji publik, baru ketahuan nanti, yang mampu tetapi mengajukan beasiswa, maka akan kita cek, setelah uji publik,” pungkas Edy. (gik/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Jember Ingatkan Warga Langkah Antisipasi dan Optimalkan Kentongan

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Jember – Dalam waktu dekat, wilayah di Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Jember, akan memasuki musim penghujan. Pada saat musim penghujan, setiap tahun selalu dibarengi dengan terjadinya bencana.

Dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun-alun Kota Jember, Senin (25/10/2021), Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengingatkan langkah antisipasi bencana alam yang mungkin terjadi di sekitar November dan Desember mendatang. 

Selain menyiapkan peralatan kebencanaan untuk membantu warga yang terdampak bencana, Bupati Jember juga akan melakukan sosialisasi kepada warga untuk membuat kentongan. Menurutnya, dengan adanya kentongan, adalah alat paling sederhana sebagai deteksi awal saat terjadinya bencana. Terlebih ketika malam hari.

“Antisipasi kepada masyarakat nantinya, kami akan berkirim surat kepada tiap-tiap camat, lurah dan kades untuk mensosialisasikan kepada RT/RW. Harapan saya, bisa swadaya masyarakat membuat kentongan itu,” kata Hendy saat dikonfirmasi usai menggelar apel.

Baca juga:

Kata Hendy, alasan adanya kentongan atau alat bunyi-bunyian dari batang bambu itu sebagai deteksi awal jika terjadi bencana. “Membuat kentongan seperti zaman dulu. Itu adalah sarana pertanda adanya bencana pada saat malam hari. Karena kalau siang hari kan masih bisa kita lihat, tapi kalau malam hari ya harus pakai kentongan itu,” katanya.

Diharapkan nantinya setiap rumah memiliki kentongan. “Sosialisasi yang nanti dilakukan, keberadaan kentongan itu agar ada di tiap-tiap rumah. Mereka (warga) membuat sendiri-sendiri,” sambungnya.

Upaya lain kaitan antisipasi awal kesiapsiagaan bencana, lanjut Hendy, pihaknya akan bersinergi dengan berbagai pihak dan jajaran samping. Termasuk komunitas kebencanaan yang tersebar di banyak kecamatan se Kabupaten Jember.

“Untuk tim kesiapsiagaan ini ada banyak. Kami bersinergi juga dengan komunitas kebencanaan dan tiap-tiap wilayah yang tanggap bencana di desa maupun di kecamatan. Tentunya terdapat puluhan komunitas yang anggotanya sudah melebihi jumlah ratusan,” ujarnya. 

Meskipun pihaknya berharap tidak ada bencana, namun kesiapsiagaan harus tetap dijaga. “Ini bagian dari kesiapsiagaan dengan targetnya mudah-mudahan tidak terjadi bencana. Semisal nantinya ada bencana, teman-teman sudah sigap untuk menjadi tupoksinya atau sudah menjadi tanggung jawabnya,” ujarnya. (rio/gie)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Hendy Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi 1000 Dosis di Ponpes Al Falah Jember

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Jember – Bupati Jember, Hendy Siswanto, meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Sabtu (23/10/2021).

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, disediakan 1000 dosis untuk santri dan warga setempat. Di depan santri dan warga, Bupati Hendy menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember, saat ini masih berada di Level 3. 

Baca juga:

“Jember saat ini posisinya masih Level 3. Covid-19 ini tidak nampak. Jadi, bapak ibu sekalian untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, harus memakai masker, jaga jarak, sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” kata Bupati Hendy.

Bupati Hendy menjelaskan, vaksinasi kali ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus. Namun, protokol kesehatan tetap harus jalan.

Dirinya juga meminta kepada warga yang hadir, untuk mengikuti proses vaksinasi dengan sesuai protokol kesehatan. Begitu juga, ketika pulang ke rumah, bisa menyampaikan ke semua akan pentingnya vaksin. 

“Semoga pandemi Covid-19 cepat berhenti,” tambah Bupati Hendy. (kom/gie)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Jember dan Lion Club Berbagi Sembako dan Tongkat Untuk Tunanetra

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Jember – Bupati Jember, Hendy Siswanto, menghadiri acara bakti sosial yang dilaksanakan oleh Lion Club Indonesia, Sabtu (23/10/2021). Bakti sosial tersebut berupa pemberian 120 tongkat dan sembako untuk warga tunanetra Jember yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). 

Pelaksanaan itu sendiri, dalam rangka International White Cane Safety Day. Bupati Hendy mengatakan, bahwa Pemkab Jember siap berkolaborasi dengan Lion Club dan Pertuni dalam menyelesaikan kemiskinan di Jember.

Baca juga:

“Pemkab Jember melalui Dinas Sosial mempunyai kewajiban dalam membantu warga yang tidak mampu. Karena sejatinya warga tidak mampu adalah tanggungan dan kewajiban negara. Dalam mengentaskan kemiskinan tentunya pemerintah tidak bisa sendiri, perlu ada stakeholder, contohnya seperti Lion Club saat ini yang memiliki jiwa empati,” ungkap Bupati Hendy.

Bupati Hendy berpesan kepada Pertuni, agar terus berkarya dan turut serta memajukan Kabupaten Jember. “Untuk teman-teman Pertuni, kalian sama dengan kami. Tidak ada pembeda. Jangan ragu untuk terus berkarya dan melakukan yang terbaik yang anda bisa untuk Jember lebih baik kedepannya,” pesan Bupati Hendy. (kom/gie)

Lanjutkan Membaca

Trending