Connect with us

Hukum & Kriminal

Pesta Miras Dirangkul Polisi, 7 ABG Jember Sungkem di Kaki Orang Tua

Diterbitkan

||

Kapolsek Panti AKP Zuhri mengamankan ketujuh remaja usai pesta miras. (ist)
Kapolsek Panti AKP Zuhri mengamankan ketujuh remaja usai pesta miras. (ist)

Jember, Memontum – Tujuh remaja asal kKecamatan Panti diciduk Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Panti, pasalnya kedapatan mabuk miras oplosan di tempat umum yakni di sekitar perempatan Jalan Dusun Karang Asem Desa Glagah Wero, Kecamatan Panti, Minggu (26/1/2020) malam.

Tanpa ada perlawanan ketujuh remaja saat digelandang ke Mapolsek Panti. Ketujuh remaja tersebut antara lain AN (17), AF (17), RE ( 16), DM (15), FS (17), MR ( 17 ) dan IR (17). Tiga diantaranya masih berstatus pelajar aktif dan empat lainnya merupakan pemuda pengangguran. Mereka ditangkap karena mengganggu ketertiban umum.

“Karena di bawah umur, kami memanggil orang tua mereka dan perwakilan dari perangkat Desa, ” jata Kapolsek Panti Ajun Komisaris Polisi M Zuhri, saat ditemui Memontum.com di kantornya, Senin (27/1/2020) siang.

Zuhri menerangkan, mereka ditemukan mabuk – mabukan oleh Petugas Patroli Cipta kondisi Keamanan dan ketertiban Masyarakat (Cipkon Kamtibmas) Polsek Panti dan saat petugas memeriksa minuman. Ketujuhnya menegak minuman keras oplosan alkohol 70 % yang dicampur salah satu merk minuman energi.

“Sebagai ganjaran hukuman pembinaan, mereka kami suruh bersujud sungkem kepada orang tua masing – masing untuk meminta maaf dan hormat kepada bendera merah putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membuat surat pernyataan serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya itu lagi,” ungkap Zuhri.

Zuhri memilih memberikan sentuhan pembinaan sungkem kepada orang tua, bermaksud untuk menumbuhkan kesadaran, agar para remaja dapat bertobat dari perbuatan maksiat yang dilarang baik, secara agama maupun secara hukum. (gik/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Info Penculikan Siswa SDN Lor 1 Patrang Ternyata Salah Paham

Diterbitkan

||

Kasat Reskrim dan KBO Polres Jember bersama keluarga korban adakan rilis dugaan informasi penculikan anak SDN Jember Lor 1 Patrang. (gik)
Kasat Reskrim dan KBO Polres Jember bersama keluarga korban adakan rilis dugaan informasi penculikan anak SDN Jember Lor 1 Patrang. (gik)

Jember, Memontum – Informasi dugaan penculikan anak sekolah yang sempat viral di media sosial di SDN Jember Lor 1 Kecamatan Patrang, Selasa (18/2/2020) lalu, yang pelakunya kakek salah satu wali murid dari sekolah tersebut bernama Hariyanto, ternyata hanyalah kesalahpahaman, itu diketahui setelah pihak kepolisian Resort Jember melakukan penyelidikan.

“Itu kita ketahui setelah mengambil keterangan dari beberapa saksi di lokasi dan melihat CCTV bersama pekerja sosial dan keluarga korban,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Jumbo Yadwavina Jumbo Qontas saat press rilis di halaman Mapolres Jember, Rabu (19/2/2020) siang.

Kasat reskrim yang akrab disapa Jumbo ini menyatakan, memang Hariyanto dekat dengan para siswa teman cucunya, seperti biasanya, saat itu Hariyanto menyapa para siswa saat ketemu, namun hanya, ada salah satu siswa tidak kenal dengan Hariyanto dan mengatakan ada penculikan.

“Didampingi orang tuanya dan petugas sosial, tadi juga dibenarkan oleh ketiga korbannya yang masih anak-anak, kita juga meminta klarifikasi, bahwa saat itu tidak dilakukan penyekapan, tetapi hanya disapa dan ditepuk pundaknya tiga anak ini oleh Hariyanto,” terangnya.

“Kemarin memang anak – anak tidak apa-apa, namun untuk saat ini anak-anak mungkin trauma healin, mungkin juga karena kemarin informasi ini viral dan banyak pertanyaan, mungkin ada tekanan dari anak-anak itu dan orang tuanya, ” imbuhnya.

Jumbo menerangkan, Informasi percobaan penculikan bukan hanya di SDN Jember Lor 1 Patrang, namun di kecamatan Semboro juga beredar informasi yang sama, namun setelah dilakukan pengecekan ke TKP, ternyata lokasi tersebut tidak wajar.

“Karena di medsos dijelaskan, korban diculik dari rumahnya dengan menggunakan mobil, setelah kita datangi lokasi, kendaraan mobil saja tidak bisa masuk, Jadi saya menganggap itu hoax atau berita bohong,” ujarnya.

Lanjut Jumbo, kemudian juga berita viral di kecamatan Bangsalsari, ada warga dari Brebes Jawa Tengah yang dianggap orangnya kurang sehat kejiwaannya, setelah dilakukan pengecekan oleh Kapolres Alfian kemarin saat menjabat, ternyata ditempat tinggalnya yang bersangkutan ini memang hilang 10 tahun yang lalu dan terkena gangguan kejiwaan.

“Memang saat ini, setelah berkoordinasi dengan salah satu Polsek tempat tinggalnya, nanti akan dilakukan penjemputan di Bangsalsari,” sebutnya.

Polres Jember menghimbau kepada masyarakat, jika ada berita tidak jelas jangan langsung main share di media sosial, bisa di cek dulu kebenarannya kepada Polsek. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Orang Tua Bayi Korban Percobaan Penculikan di Jember, Akhirnya Lapor Polisi

Diterbitkan

||

VG didampingi ayahnya Darminto saat melapor di Polres Jember. (bud)

Jember, Memontum – Setelah viral media Sosial adanya pemberitaan media Online maupun media cetak, tentang percobaan penculikan terhadap bayi enam bulan berinisial AI, yang di gagalkan oleh Ibunya sendiri di desa yang berada di wilayah kecamatan Semboro Kabupaten Jember, akhirnya Rabu (19/2/2020) siang, Ibu sang bayi berinisial VG melapor ke Polsek Semboro didampingi ayahnya Darminto,

Saat diwawancarai Memontum.com usai melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan anak pertamanya, VG enggan memberikan keterangan apapun. Nampaknya VG terlihat masik trayma dan syok.

Sementara petugas Polsek Semboro melalui KSPKT (kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu) Aipda Fauzi mengatakan, bahwa Polsek Semboro menerima laporan tersebut dan mencatat kejadian.

“Kami langsung memerintahkan kepada Babinkamtibmas yang bertugas di wilayah tempat tinggal korban, untuk mengecek kebenaran kejadian, ” ujar Fauzi.

Fauzi menyampaikan, pihak kepolisian masih belum bisa memastikan kebenaran kejadian percobaan penculikan, karena polisi masih mendalami kasus ini.

BACA : Ibu di Jember Gagalkan Penculikan Bayi Usia 6 Bulan

“Kalau memang benar kejadian percobaan penculikan tersebut kami mengharap kepada semua warga di kecamatan Semboro khususnya yang punya anak balita untuk selalu waspada dan hati hati dan tidak lepas dari pantauan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Darminto (Kakek) menceritakan bahwa cucunya (AI)yang sedang bermaen Tenot di ruang tamu rumah, telah sempat di gendong oleh seorang laki – laki berbadan tegap tak di kenal, yang masuk kedalam rumahnya pada waktu keadaan sepi dan tanpa permisi di waktu ibunya (VG) sedang bersih – bersih di dapur rumahnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Tuntun Onthel Seberangi Jalan, Kakek Pencari Rumput Tertabrak Motor

Diterbitkan

||

Korban meninggal dunia Sunaryo saat diangkat ke pikap dan hendak dibawa menuju Puskesmas Gumukmas. (rir)
Korban meninggal dunia Sunaryo saat diangkat ke pikap dan hendak dibawa menuju Puskesmas Gumukmas. (rir)

Memontum Jember – Sunaryo (70) warga Dusun Krebet Desa Gumukmas menjadi korban kecelakaan di jalan raya Gumukmas kabupaten Jember, tepatnya di depan warung bakso Dua Saudara yang berada di Dusun Krebet, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Musibah dialami korban usai tertabrak pengendara Honda Vario P 2831 QT dari arah belakang, Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 09.30 pagi.

Akibat kecelakaan, kakek berumur sekitar 70 tahun itu meninggal dunia. Sesaat tertabrak, ia sempat bertahan beberapa menit di Puskesmas Gumukmas. Nyawanya melayang sebelum menjalani perawatan medis.

Besar kemungkinan ia meninggal karena menderita luka di bagian kepala yang cukup parah dan tak berhenti mengeluarkan darah.

Sementara itu pengendara motor yang diketahui bernama Nanang Kurniyawan (36) warga Dusun Kapuran, Desa Grenden Kecamatan Puger, Kabupaten Jember juga menderita luka-luka.

Ia mengalami luka di bagian wajah dan kaki sebelah kiri serta menderita patah tulang kaki. Hingga kini, pengendara tunggal ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Gumukmas.

Sementara itu, menurut saksi mata seorang pengendara sepeda motor yang mengaku warga Kasian bernama bernama Husen, ia menceritakan kronologis kejadian.

Saksi, ceritanya berada tepat di belakang titik kecelakaan. Tabrakan terjadi ketika korban menyebrangi jalan raya dengan sepeda onthel yang bermuatan rumput.

“Kelihatannya korban pulang dari merumput sepedanya dan mungkin tidak tahu kalau di belakang ada sepeda motor sedang melaju atau tidak menoleh ke belakang terlebih dahulu, tiba – tiba korban menyeberang terjadilah kecelakaan, braaak…korban terpental dan terjatuh di jalan raya, sementara pengendara berada di bawah sepeda motor, ” ujar Husen.

“Mungkin saat itu pengendara sepeda motor kaget dan tidak mengetahui kalau korban mau menyeberang, sehingga kendaraan tak bisa dikendalikan, untuk sepeda motor dari arah barat (kencong), sedangkan sepeda onthel juga sama dari barat, “ imbuhnya.

Usai kejadian, petugas jaga Polsek Gumukmas Aiptu Bambang Irwanto yang datang ke lokasi bersama beberapa anggota beberapa menit setelah kejadian. Anggota terlihat langsung melakukan evakuasi kedua korban.

Anggota lalu membawanya ke Puskesmas Gumukmas dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebelumnya anggota juga mengamankan kendaraan Vario dan sepeda ontel Ke Mapolsek Gumukmas.

“Sesuai hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi, kejadian itu berawal saat pengendarai sepeda pancal (Sunaryo) yang sedang membonceng rumput melaju dari arah barat, sesampainya di depan bakso Dua Saudara korban belok ke kanan hendak menyeberang jalan, karena jarak terlalu dekat, pengendara motor (Nanang) tidak bisa menguasai kendaraannya, Sehingga menabrak pengendara sepeda Onthel dan terjadilah kecelakaan lalulintas,” jelas Bambang. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending