Connect with us

Hukum & Kriminal

Dipenjara 346 Hari “Tak Bersalah”, Petani Tuntut Balik Perhutani Jember Rp 1,8 Miliar

Diterbitkan

||

Suasana sidang mediasi Untung Suropati VS Perhutani. (rir)
Suasana sidang mediasi Untung Suropati VS Perhutani. (rir)

Jember, Memontum – Merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknya, Untung Suropati (50) warga Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember mengajukan permohonan penuntutan ganti rugi atau kompensasi sebesar 1,5 miliar dan Rp 346 juta kepada Perum Perhutani Kabupaten Jember dengan No Perkara Tg 2/Pdt 6 /2020/PN Jember.

Kuasa hukum penggugat Mispan SH mengatakan, hakim mediasi memberikan kesempatan paling tidak minggu depan sudah memegang resum dari apa yang diharapkan dalam mediasi ini.

“Kami masih tetap pada tuntutan itu, bahwasannya tergugat hanya satu yaitu perhutani, sebab orang yang dirugikan atas laporan dari Perhutani,” kata Mispan usai acara sidang ke- 4 dengan agenda Mediasi di Pengadilan Negeri Jember.

Mispan menjelaskan, pihaknya mengajukan tuntutan ganti rugi atau kompensasi kepada Pimpinan Perum Perhutani Pusat Jakarta, wilayah Perhutani Jawa Timur, Perhutani Jember yang berkedudukan di Kabupaten Jember dan turut dituntut Kejaksaan Negeri Jember, serta Kepolisian Jember.

Baginya, hal ini berdasarkan telah ditahannya penggugat atas tuduhan telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan di ancam pasal 95 ayat 1 huruf “a” UU no 18 thn 2013 , tentang pencegahan perusakan hutan.

“Tuduhan tersebut ternyata oleh Pengadilan atau Mahkamah Agung (MA) telah dinyatakan secara sah dan menyakinkan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana, sebagai mana yang telah dituntut atau didakwa Jaksa Penuntut Umum (JKU), ” tutur Mispan.

Mispan menerangkan, bahwa putusan (MA) bernomor 940K/PID.SUS/2015, tanggal 03/12/2016, yang telah eksekusi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada tanggal 24 -10 – 2016 atas dasar surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jember No 310/0.5.12/EUH 1/10/2016 yakni dengan membebaskan terdakwa (untung Suropati) dari dakwaan serta memulihkan hak terdakwa diantaranya, kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

“Terkait dengan persoalan tindak pidana, JPU telah menuntut terdakwa dengan kurungan atau penjara selama 3 tahun penjara dan menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp 1,5 miliar, ” ungkapnya.

Atas hal tersebut lanjut Mispan, terdakwa telah menderita kerugian materiil maupun moril, kerugian materiil yaitu terdakwa menjalani penahanan selama 346 hari, bila perharinya dinilai 1 juta, maka total kerugian materiilnya sebesar Rp 346 juta, sedangkan kerugian moril terdakwa merasa dicemarkan nama baik, yaitu martabat dan kedudukannya, di samping telah dituntut penjara dan dituntut denda.

“Maka terdakwa wajar menuntut kerugian moril minimal sebesar Rp 1,5 miliar, materiil perhari 1 juta kali 346 hari, ” kata Mispan.

Sementara itu ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember Edi cahyo Purnomo menyampaikan, siap mendampingi warga masyarakat yang berkaitan dengan masalah hukum sampai proses selesai dan berjalan dengan baik, karena di fraksi PDIP Perjuangan ada badan bantuan hukum yang khusus menangani masalah hukum.

“Karena ini urusan rakyat maka kami siap mendampingi, karena sebelumnya pengugat ( Untung Suropati) menghadap kami di ruang fraksi DPRD Jember meminta bantuan pendampingan hukum kepada partai kami, maka dari itu kami akan menugaskan badan bantuan hukum untuk berkomunikasi dengan para pihak,” jelasnya. (yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Diduga Akibat Korsleting, Gudang DMJ Terbakar

Diterbitkan

||

Kondisi toko baju DMJ setelah api dapat dipadamkan. (Tog)

Memontum Jember – Gudang Distro Muslim Jember (DMJ) yang berada di Jalan Trunojoyo Lingkungan Cantikan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, yang menjual Busana Muslim, Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 14.00 Terbakar, sekitar 1/2 jam.

Akibat peristiwa kebakaran yang terjadi di lantai bawah tersebut meludeskan semua isi yang asa dalam gudang, seperti busana wanita yang kebanyakan busana Muslim yang masih dalam kemasan karung (sak warna Putih) persiapan untuk di jual di hari raya.

Menurut Suharto Komandan Regu A Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember, kebakaran ini hasil sementara di sebabkan karena lelehan kabel listrik yang terbakar dan jatuh menimpah ke barang – barang yang mudah terbakar, seperti busana.

“Kami sempat mengalami kesulitan dalam penanganannya dikarenakan, pertokoan di lokasi sangat rapat, untuk sehingga petugas menjebol pintu, menggunakan briting 800 untuk bisa memadamkan api,” ujarnya.

Suharto menerangkan, petugas Damkar mengerahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api dengan kapasitas 3000 liter per 1 unit mobil dan sebanyak 10 petugas pemadam kebakaran.

“Petugas melakukan pemadaman serta pendinginan dan asesment, agar tidak merembet ke bangunan lain, untuk kerugian, ditafsir mencapai ratusan juta rupiah,” terangnya.

Sementara Nadya pemilik toko DMJ dikonfirmasi memontum.com dilokasi kebakaran mengatakan, mengetahui kebakaran saat pihaknya akan membuka pintu gudang yang gandeng dengan toko, mencium aroma asap dari arah gudang.

“Awalnya saya mencium aroma asap, begitu saya buka pintu gudang, terliihat Api berkobar, tak terasa saya menjerit minta tolong, tolong .. tolong… tolong,” kata Nadya dengan suaranya gemetar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sambung Nadya, kebakara diduga akibat arus pendek dari meteran PLN (sentral), karena di gudang terlihat tidak karyawan atau pegawai yang menjaga. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Bandar Besar Beserta Pengedar Okerbaya Ditangkap Polres Jember, BB 4,9 Juta Butir

Diterbitkan

||

Kapolres Jember lakukan Press Conference penangkapan Bandar besar Okerbaya di Mapolres Jember. (ist)
Kapolres Jember lakukan Press Conference penangkapan Bandar besar Okerbaya di Mapolres Jember. (ist)

Jember, Memontum – Kepolisian Resort (Polres) Jember menangkap 1 bandar besar dan 1 pengedar Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) berbagai merk yang diantaranya Trexyphenidyl, Dextro dan Novason, sejumlah 4,9 juta butir, Selasa (17/3/2020) lalu.

Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kasad Narkoba Iptu Agung Joko Haryono, saat Press Conference, Senin pagi (23/3/2020) di halaman Polres Jember, terungkapnya jutaan Okerbaya ini, berawal dari tertangkapnya seorang pengedar berinisial S (54) warga Dusun Gambiran, Desa/Kecamatan Mumbulsari.

Agung mengatakan, tertangkap pengedar (S) di jalan dekat Taman Buah Naga, Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, blok R No 15 dengan barang bukti (BB) sebanyak 82 bungkus plastik berisi seribuan atau sebanyak 82 ribu butir Okerbaya.

“Nah, dari hasil pengembangan dan pengakuan pengedar, akhirnya anggota berhasil mengamankan bandar besarnya yang bernama ASMS di rumah tinggalnya yakni di Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, blok P No 5, ” kata Agung.

Di rumah sang Bandar (ASMS) Lanjut Agung menerangkan, setelah dilakukan penggeledahan di rumah, petugas menemukan barang bukti sebanyak 4.818 000 butir Okerbaya yang terbungkus dos berwarna coklat dan di bungkus sak putih yang disimpan dalam di gudang yang berada di dalam rumahnya.

”Dari pengakuan tersangkaASMS, menjalani profesinya (bandar Okerbaya) sudah berjalan satu tahun, sedangkan asal muasal barang, masih kita dalami,” terang Agung.

Agung menyampaikan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Jember.

“Untuk tersangka akan dijerat dengan pasal pasal 196 Sub 197 Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 15 penjara,” ungkap Agung.

Diketahui, dalam press release tersebut, dihadiri Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (PP) Pemerintah Kabupaten Jember Soeprapto, Tokoh ulama Jember yakni Ketua PCNU Jember Kiai Abdullah Samsul Arifin atau yang dikenal dengan Sapaan Gus Aab dan Gus Baiqun. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Nekat Seberangi Rel Tanpa Waspada, Wanita Tewas Tersambar KA

Diterbitkan

||

Melintasi rel kereta, tersambar kereta dan tewas seketika. (ist)
Melintasi rel kereta, tersambar kereta dan tewas seketika. (ist)

Memontum Jember – Kurangnya kewaspadaan saat hendak menyeberangi rel perlintasan kereta api di Jalan Kenanga kelurahan Gebang Kecamatan Kaliwates, seorang perempuan tewas tersambar kereta api dan tewas seketika, minggu (22/3/2020) sekitar pukul 06.45 pagi.

Menurut informasi yang diperoleh memontum.com dari warga setempat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), perempuan naas tersebut bernama Rumiyem warga Jalan Cempaka, Kelurahan Gebang, Kecamatan Kaliwates.

Menurut keterangan dari petugas penjaga palang pintu, Rizal Akbar (25), awalnya dia melihat melihat seorang perempuan (Rumiyem) berada di sekitar rel kereta api dan tiba-tiba melintas rel, bersamaan dengan kereta api Logawa Jurusan Jember – Cilacap sedang melintas di lokasi.

“Lalu terjadilah kecelakaan itu. Korban tertabrak kereta dan langsung meninggal dunia di lokasi,” jelasnya.

Eva warga sekitar saat di lokasi mengatakan, jika dirinya mengetahui kecelakaan itu dari warga, karena warga sudah ramai, kemudian dia penasaran dengan apa yang terjadi.

“Saya datang kesini sudah ramai, jadi tidak tahu persis kejadiannya. Karena tak lama kemudian, korban yang kena tabrak langsung dibawa, mungkin ke rumah sakit,” tambahnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending