Connect with us

Berita

Pertemuan LMDH PM dan Masyarakat Petani Kopi Hutan Sesa Darungan Tidak Temui Kesepakatan

Diterbitkan

||

Mediasi antara LMDH dan Masyarakat petani Kopi hutan. (ist)
Mediasi antara LMDH dan Masyarakat petani Kopi hutan. (ist)

Jember, Memontum – Perseteruan antara 2 lembaga yang sedang berkonflik, yakni Masyarakat Desa Hutan Putra Mahkota (LMDH PM) Desa Darungan dengan Masyarakat Petani Kopi Hutan semakin memanas.

Pasalnya, ratusan masyarakat Petani yang hadir di pertemuan yang difasilitasi Kecamatan Tanggul di Aula Kecamatan, petani tidak puas atas jawaban pihak LMDH Putra Mahkota maupun Perum Perhutani. Ketidakpuasan itu terhadap beberapa tuntutan yang mereka ajukan dan tidak terpenuhi.

Tuntutan petani diantaranya agar Pemerintah Desa Darungan menonaktifkan sementara pengurus LMDH Putra Mahkota sampai dengan terbentuknya kepengurusan yang baru.

Selanjutnya pengurus LMDH Putra Mahkota harus bertanggung jawab atas penebangan tanaman kopi milik petani yang luasnya melebihi kesepakatan. Selain itu, pihak aparat harus memproses secara hukum, adanya dugaan jual beli lahan yang dilakukan oleh oknum, padahal selama ini lahan tersebut telah dikelola petani.

Serta agar ketua LMDH Putra Mahkota yang telah diakui Perum Perhutani bernama Supar, diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua.” Gak puas wong belum ketemu keputusannya. Maunya ketua LMDH putra mahkota turun, soalnya sudah melanggar hukum,” kata Husna salah satu petani yang hadir dalam rapat tersebut.

Menurut Husna, petani kopi merasa dirugikan atas penebangan tanaman kopi miliknya yang luasnya melebihi ketentuan yang telah di sepakati.

“Yang turun Surat Perintah Kerja (SPK) 5,0 hektar, ternyata nebang 12,5 hektar, “ Sedangkan yang 7,5 hektar gak ada SPK nya, ” ucapnya.

Husna juga meminta, agar ketua LMDH Putra Mahkota Desa Darungan bernama Supar harus diberhentikan.”Rusaklah, yang namanya… kok buta huruf,” tudingnya didengar sejumlah orang.

Sudarso, warga petani kopi lainya menyebutkan, hasil mediasi belum ada kesepakatan yang final, masih menunggu penonaktifan Pengurus Anggota LMDH Putra Mahkota terkait pelanggaran, termasuk kelebihan penebangan dan juga adanya indikasi jual beli lahan.

Darso juga menengarai, pengurus anggota LMDH Putra Mahkota terlibat masalah penebangan tanaman kopi, sehingga petani dirugikan sekitar 7,5 hektar.Jika dihitung dari perawatan kerugian petani kurang lebih Rp 1 miliar.

“Petani yang dirugikan sebagian sudah ada yang melaporkan.Sampai kapanpun ini harus di proses secara hukum dan harus selesai,” kata Darso.

Sekretaris LMDH Putra Mahkota Zainul Abidin, dikonfirmasi media, usai acara mengatakan, pertemuan itu hasilnya sama-sama memuaskan, meski belum ada titik temu, dan akan dilakukan musyawarah selanjutnya pada Rabu pekan depan.

“Yang tidak puas hanya pihak yang terkait, (berkepentingan), petaninya yang bernaung di LMDH Putra Mahkota sekitar 560 ,itu hanya petak 22 yang hadir, jadi kalau ada kepentingan pribadi itu tidak sehat,” ujar Zainal.

Lebih jauh Ia menambahkan, penebangan tersebut ada surat perintah tugas,dan pihaknya telah menyimpan dokumen untuk tanah kosong tersebut.Selain itu telah melalui mekanisme penebangan dan pihak LMDH hanya menyaksikan di lapangan.

“Untuk pengukuran untuk petak dari pihak perhutani kami ada berita acara dalam rapat tersebut dan petani diundang. Kalau tentang pidana monggo, kami siap kita jalani. Kalau sudah ada terjun ke lapangan, temuan-temuan monggo sudah proses secara hukum,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Kepala Sub Seksi Komunikasi Perusahaan dan Kelola Sosial Perum Perhutani KPH Jember Agus Sulaiman, hasilnya mereka sangat legowo. Memang mereka datang kecamatan bertujuan agar segala permasalahan bisa terselesaikan, sehingga ada inisiasi dari pihak Muspika untuk diadakan mediasi.

Artinya Sambung Sulaiman, mereka semua sudah bisa memahami apa yang sudah di sampaikan, misalnya ada dugaan penjualan lahan itu nanti dari Polsek akan menghadirkan polres Jember untuk turun dan diproses atau ditindaklanjuti.

“Kalau kita kerja samanya sudah dengan 1 LMDH, untuk desa Darungan kerja sama pengelolaan hutan itu secara de facto masih LMDH Putra Mahkota.Sudah jelas bahwa putra mahkota itu perubahan nama dari LMDH dari wana lestari menjadi putra mahkota,” sambung Sulaiman. (bud/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Telok Love Payangan Jember Porak Poranda

Diterbitkan

||

Kondisi rumah dan warung di pantai Telok Love (BPBD for memontum.com)
Kondisi rumah dan warung di pantai Telok Love (BPBD for memontum.com)

Memontum, Jember – Gelombang besar laut selatan setinggi kurang lebih 5 meter di kawasan laut selatan Watu ulo, Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 15.00, memporakporandakan kawasan wisata pantai payangan atau yang dikenal dengan telok Love.

Kejadian bencana alam yang dikenal dengan sebutan Banjir Rob yang terjadi diwilayah kecamatan Ambulu tersebut mengakibatkan 2 rumah rusak, 2 gudang lobster (tempat usaha) Rusak Berat dan 23 warung.

Tidak ada korban dalam kejadian ini, karena pada saat kejadian pantai wisata Payangan kondisi sepi pengunjung, akibat penutupan tempat wisata karena situasi pandemi korona.

Meski banjir rob mulai mereda akibat laut surut, warga nelayan di sana tetap waspada tinggi, untuk antisipasi bencana susulan datang dengan menjauhi lokasi bencana.

Gelombang besar (Banjir Rob) tidak hanya terjadi di kawasan pantai wisata Teluk Love, wisata pantai wisata Pancer Puger yang terletak di sebelah barat pantai Payangan juga mengalami hal serupa.

Di pantai ini gelombang besar yang disertai dengan air laut pasang menyeret sampah – sampah ke bibir pantai hingga 100 meter ke darat hingga hampir sampai ke pemukiman warga.

“Kalau rusak parah tidak, cuma air itu membawa sampah masuk ke warung-warung, hingga orang-orang panik dan berhamburan lari ke atas tempat yang lebih aman,” kata ketua paguyuban warung dan tambangan Pantai Pancer Nur Ahmad Jufri, Kamis (28/5/2020) siang.

Ahmad, hingga malam ini warga sekitar pantai terutama pemilik warung meninggalkan tempat usahanya, selain untuk mengantisipasi bencana susulan datang, juga karena banyaknya sampah yang masuk ke warung-warung mereka.

“Kalau gelombang malam ini masih tetap, namun karena keadaan masih surut sehingga air tidak masuk ke daratan, dikhawatirkan terjadi gelombang besar lagi,” pungkasnya Ahmad. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Pasien Covid-19 Warga Cakru – Kencong Jember Meninggal

Diterbitkan

||

Pasien Covid-19 Warga Cakru - Kencong Jember Meninggal

Jember, Memontum – Seorang laki – laki berumur 28 tahun pasien positif Covid-19, berinisial AHM warga Dusun Gondangrejo Desa Cakru Kecamatan Kencong Kabupaten Jember meninggal dunia, senin 25 Mei 2020 di Rumah sakit (RS) Malang.

Sebelumnya dikirim ke RS Malang, untuk menjalani cuci darah, diketahui pasien Covid-19 tersebut dirawat di Rumah sakit Lumajang, setelah pulang bekerja di Bali.

Waktu pemakaman. (ist)

Waktu pemakaman. (ist)

“Dari informasi yang saya terima, Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 17.00, usai menjalani tranfusi darah,” ujar Kepala desa Cakru Heni Indaryati, Selasa (26/5/2020) siang.

Jenazah Almarhum, dimakamkan sesuai Standard Protokol keamanan penanganan Covid-19, di tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di Desa Cakru sekitar pukul 23.00.

“Jenazah tiba TPU sekitar pukul 22.00, menggunakan Mobil Ambulans pengangkut Jenazah langsung menuju ke TPU, dengan petugas memakai baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” jelas Heni.

Sehingga dengan kejadian meninggalnya AHM maka menambah jumlah pasien Covid-19 kabupaten jember yang terkonfirmasi meninggal dunia.

Berdasarkan update data dari Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Selasa (26/5/2020) siang, AHM merupakan kasus pasien positif ke 17 dan terkonfirmasi pasien meninggal dunia ke 3.

Sebelumnya, terkonfirmasi 1 orang warga Kecamatan Ledokombo desa Lembengan dan 1 orang warga desa/kecamatan Patrang yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Sehingga, merujuk dari data pantauan Covid-19 yang dirilis gugus depan penanganan covid-19 kabupaten jember pertanggal 26 mei. jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia terkonfirmasi menjadi ada 3 orang.

Diceritakan Heni, Almarhum tiba di kecamatan Kencong pada tanggal 12 Mei dengan diantar rekan kerjanya menggunakan mobil pribadi dan tidak mampir ke rumahnya.

Almarhum langsung menuju ke salah satu klinik yan berada di Kencong untuk menjalani pemeriksaan, namun hanya beberapa jam dirawat di klinik dan hari itu juga Almarhum di rujuk Ke RS di Lumajang.

Namun, setelah dirawat kurang Lebih 10 hari, tepatnya pada tanggal 25 Mei sekira pukul 02.30 Almarhun dirujuk Ke RS Malang untuk melakukan transfusi darah.

Tiba di RS Malang sekitar pukul 05.00, setelah dilakukan perawatan, nyawa pasien tidak dapat tertolong dan pasien meninggal dunia.

Heni mengatakan, diketahui selama menjalani perawatan hingga meninggal dunia AHM selalu di dampingi ibunya, khawatir terjadi telah jalin kontak dengan anaknya, maka usai pemakaman ibunya malam itu juga langsung dikirim ke RS di Jember.

“Ibunya langsung dikirim ke RS di Jember dan ke 5 anggota keluarganya, bapak, kakak, adik serta keponakannya sekarang di isolasi, kami berharap bisa cepat pulang,” pungkasnya. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Lagi, PMI Jember Kuburkan Pasien PDP

Diterbitkan

||

Proses pemakaman jenazah (Ist)
Proses pemakaman jenazah (Ist)

5 X Pemakaman PDP Covid-19

Memontum, Jember – Kembali, mobil layanan pengantar Jenazah Palang Merah Indonesia (PMI) Jember mengantar pasien covid-19 yang terkonfirmasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) dari salah satu Rumah sakit rujukan di Jember.

Kali ini mobil pengantar dengan 5 petugas menggunakan APD lengkap sesuai dengan protokol Covid – 19 mengantarkan jenazah seorang laki – laki warga desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo ke TPU Desa Pondokrejo.

Sebelum jenazah dimakamkan, salat jenasah dahulu. (ist)

Sebelum jenazah dimakamkan, salat jenasah dahulu. (ist)

“Ini sudah yang kelima kalinya mobil pengantar Jenazah mengantarkan jenazah yang terkonfirmasi PDP, ” ujar ketua PMI Jember H AE Zaenal Marzuki di kantornya, Selasa (19/5/2020) siang.

Zaenal menyebut pengantaran jenazah secara Gratis oleh PMI Jember adalah sebagai bentuk pelayanan PMI Jember di masa Pandemi Covid-19 terhadap warga Kabupaten Jember.

“Pengantaran jenazah ini adalah bentuk pelayanan PMI Jember dan pengantaran itu Gratis tanpa dipungut biaya,” kata Zaenal.

Zaenal menerangkan, pemakaman itu dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19 serta tidak mengurangi kearifan budaya lokal sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

“Sebelum dimakamkan, petugas melakukan sholat jenazah dengan jenazah tetap berada dalam mobil, Hal ini bertujuan untuk memastikan perlakuan jenazah bermartabat dan sesuai prinsip – prinsip kemanusian,” terang terang pengacara senior di kabupaten Jember ini.

Camat Tempurejo Akbar Winasis saat di konfirmasi melalui telepon membenarkan adanya pemakaman pasien yang terkonfirmasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayahnya.

“Benar, tadi sekitar pukul 10.00, sebelumnya saya dikabari oleh petugas medis dari Rumah sakit,” kata camat yang akrab disapa Akbar ini.

Sementara Kepala Desa Pondokrejo Misriyanto efendi mengungkapkan sesuai laporan yang diterimanya, Almarhum dirawat di rumah sakit rujukan sekitar 15 hari.

“Almarhum memang bekerja di Surabaya waktu itu pulang dan menjelang puasa berangkat lagi, waktu itu kondisinya kurang sehat, gitu informasi dari istri waktu saya panggil ke kantor,” jelasnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending