Connect with us

Pendidikan

Pentingnya Jaga Gigi dan Gusi, UM Jember Adakan Penyuluhan di SDN Lembengan 1

Diterbitkan

||

Berfoto bersama siswa dan siswi Lembengan 1 usai penyuluhan. (ist)
Berfoto bersama siswa dan siswi Lembengan 1 usai penyuluhan. (ist)

Jember, Memontum – Banyaknya kasus, kurangnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, sehingga gigi dan gusi terinfeksi oleh bakteri Streptococcus mutans yang dapat penyebab kerusakan pada gigi, dan dapat menyebar keseluruh jaringan tubuh yang lainnya sehingga membahayakan tubuh manusia, khususnya di kalangan anak – anak umumnya orang dewasa.

Maka mahasiswa KKN 31 Universitas Muhammadiyah (UM) kabupaten Jember, senin (17/2/2020) siang, menyelenggarakan penyuluhan dan demonstrasi kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD Negeri Lembengan 1, yang terletak di desa Lembengan kecamatan Ledokombo yang diikuti kurang lebih 50 siswa dan siswi kelas 1.

Iqbal menjelaskan, kegiatan penyuluhan dan demonstrasi diantaranya dengan memberikan arahan dan praktik secara langsung tentang bagaimana cara menggosok gigi, membersihkan gusi dan lidah yang benar, dan hal tersebut di arahkan langsung.

“Praktik menggosok gigi yang benar, diarahkan langsung oleh mahasiswa KKN 31 UM Jember dan ini juga dipandu oleh guru pamong kelas dari 1 dan 2 SDN Lembengan 1, diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini dapat menjadi pioner dan contoh bagi masyarakat sekitar dan sekolah lain untuk selalu mengingatkan siswa-siswanya agar menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik, ” paparnya.

Nampak, Antusias siswa untuk mengikuti acara ini sangat tinggi karena siswa sangat ingin mengetahui cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang benar, terbukti siswa mengikuti setiap proses kegiatan dengan semangat dan tertib, karena dapat memberikan dampak positif bagi siswa untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. (tog/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Jember, PPDB SMP, SD dan TK Telah Dibuka

Diterbitkan

||

Kadis pendidikan Kabupaten Jember Edi Budi Susilo. (Dok)
Kadis pendidikan Kabupaten Jember Edi Budi Susilo. (Dok)

Memontum, Jember – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama (SMP), SD dan TK tahun ajaran 2020/2021 di kabupaten Jember telah di buka mulai 9 juni dan berakhir pada tanggal 20 Juni 2020.

Hal ini tentunya menjadi kabar yang menggembirakan, meski masa Pandemi Covid -19 orang tua masih bisa mendaftarkan putra putrinya untuk bersekolah.

Terkait hal tersebut, pendaftaran akan dilakukan dengan 2 cara yakni menggunakan Daring ( secara Online) atau bisa datang langsung kesekolah yang dituju.

“Untuk jalur prestasi, keluarga tidak mampu (afirmasi), difabel dan perpindahan tugas orang tua pada 9 – 11 Juni dan Zonasi tanggal 17 – 20 Juni 2020,” ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Jember Dr H Edy Budi Susilo MSi.

Bagi anak-anak yang memiliki prestasi sambung Kadis pendidikan yang kerap disapa Edy ini menunjukkan atau dibuktikan dengan piagam atau sertifikat.

“Sedangkan jalur Afirmasi bisa menunjukkan Kartu program keluarga harapan (PKH), kartu keluarga sejahtera(KKS), dan kartu Indonesia Pintar (KIP), ” sambungnya.

Edy menghimbau kepada orang tua calon siswa untuk melaksanakan proses pendaftaran dengan sebaik-baiknya dan dengan memperhatikan SOP yang telah diumumkan.

Edy menjelaskan, pelaksanaan PPDB, mengacu Permendikbud No. 44 tahun 2020, sementara pendaftaran TK negeri bisa datang langsung ke sekolah yang dituju.

“Informasi sudah disebarluaskan, juga melalui media online,” katanya.

Edy menambahkan, total lulusan SD/MI negeri dan swasta sejumlah 38.287 dan untuk daya tampung SMP negeri sebanyak 15.424 siswa, terdiri dari 482 kelas dengan pagu tiap rombel sebanyak 32 siswa di 94 SMP negeri.

Sedangkan untuk daya tampung SD negeri, mencapai 31.836 siswa, yang terdiri dari 1.136 rombel dengan pagu 28 siswa di 908 lembaga SD negeri, sementara, untuk daya tampung TK, Negeri 266 siswa.

“Untuk TK Negeri ada 6 lembaga TK negeri yakni di Kecamatan Ambulu, Jengawah, Kalisat, Kaliwates, Kencong dan Panti, ” pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Siswa SMP 2 Sumberbaru Ikuti Penyuluhan Kesehatan Terkait Virus Corona

Diterbitkan

||

Sosialisasi Corona Di SMP 2 Sumberbaru. (ist)
Sosialisasi Corona Di SMP 2 Sumberbaru. (ist)

Jember, Memontum – Ratusan siswa siswi SMP Negeri Sumberbaru 2 mulai kelas 7 sampai 9 yang berada di desa Karangbayat Sumberbaru, ikuti sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi virus Covid – 19 (Corona) oleh petugas kesehatan desa setempat bidan Wiwik Daiatul Maula, senin (16/3/2020 ) pagi.

Sosialisasi yang sekebggarakan di ruang Lab IPA SMP 2 Desa Karangbayat tersebut, dihadiri bukan saja siswa – siswi, tetapi juga dikuti semua guru SMP Negeri 2 Sumberbaru serta kepala sekolah Basori dan dihadiri babinsa karang bayat Serka Nurri dan babinkamtibmas karang bayat Sutarno.

Wiwik Daniatul Maula menyampaikan, bahwa pihaknya memberikan penyuluhan tentang pencegahan penularan virus korona yang sekarang lagi marak beredar dan langkah awal yang dilakukan oleh Puskesmas rowo tengah dengan langsung terjun ke sekolah sekolah mulai dari, Sekolah dasar, Madrasah Ibtidaiyah, SMP serta Madrasah Tsanawiyah.

“Jadi sebelum belajar di rumah kita membekali anak anak dengan pencegahan dan pengenalan tentang Virus corona,” katanya.

Wiwik mengatakan, ciri – cirinya orang terjangkit atau terserang Virus Corona antara lain batuk pilek panas, nyeri telan nyeri tenggorokan kemudian ada diare dan ada pnemoni.” Apabila ada warga yang terjangkit diharap untuk menghubungi tenaga kesehatan terdekat atau puskesmas terdekat atau pustu,” ujarnya.

Kepala sekolah SMP 2 Sumberbaru Basori mengatakan bahwa seiring himbauan dari pemerintah, dengan adanya Virus Corona maka pihak meliburkan siswa – siswi untuk belajar di rumah selama 2 minggu dan pada tanggal 30 kembali masuk sekolah.

“Dan dengan adanya sosialisasi ini kami sambut dengan baik, karena ini antisipasi supaya anak – anak tidak terjangkit dan kami berterima kasih dari pihak kesehatan yang telah hadir di sekolah memberikan langsung sosialisasi pada anak anak,” ujarnya.

Basori juga berharap mudah mudahan anak anak bisa memahami dan supaya bisa berhati hati agar tidak ada yang terjangkit penyakit corona ini.

Sementara itu Babinkamtibmas Desa Karang Bayat Sutarno mengatakan agar masyarakat tidak panik dan mudah mudahan virus corona tidak sampai ke Kabupaten Jember khususnya Kecamatan Sumberbaru.

“Waktu libur 2 minggu ke depan agar bisa di gunakan sebaik baiknya untuk belajar di rumah dan mengurangi ke tempat kerumunan warga seperti tempat rekreasi dan juga rempat keramaian lainnya supaya terjaga dari virus corona,” katanya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Pasca Banjir, KBM SDN Sumberagung 3 Kembali Normal

Diterbitkan

||

Beberapa Murid SDN Sumberagung 3 sedang bersih bersih. (bud)
Beberapa Murid SDN Sumberagung 3 sedang bersih bersih. (bud)

Jember, memontum – Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberagung 3 yang berada desa Sumberagung Kecamatan Sumberbaru kabupaten Jember yang ruang kelasnya (sekolahannya) tergenang air akibat luapan air sungai (banjir) Sumberoling beberapa waktu lalu yang terjadi di desa tersebut, baru masuk memulai kegiatan belajar mengajar, Rabu (26/2/2020) pagi, air mulai surut.

Meski demikian, genangan air masih terlihat, bahkan di ruang perpustakaan yang kebetulan lantainya lebih rendah dari ruangan lain masih banyak lumpur dan sedang di bersihkan oleh beberapa orang murid, mereka tampak kompak dan bersemangat dalam melakukan pembersihan sambil bergurau.

Sutikno hadi salah satu guru sekaligus humas SDN Sumberagung 3 mengatakan bahwa setiap kali musim hujan, hampir 90 persen ruangan yang berada di Sekolah tersebut pasti tergenang banjir, karena wilayah Sumberagung berada di dataran rendah.

”Jadi, setiap kali banjir dapat dipastikan air masuk ruang kelas, rata rata ketinggian air yang masuk antara 20 – 30 cm, itupun kalau tidak ada kiriman dari utara seperti jatiroto watu urip, rowo tengah dan yang lain lain di utara,” katanya.

Faktor selanjutnya terang Sutikno, penyebab genangan air atau banjir itu di karenakan pembuangan yang tidak lancar, sehingga air sungai melimpah kesini dan salah satu solusinya adalah pembuangan air harus dibuatkan, kalau memang pembuangan itu lancar, walaupun banjir cuma sedikit dan cepat tertanggulangi karena air cepat surut.

“Banjir di sini biasanya terjadi 1 – 2 hari, kalau tidak ada hujan lagi dan kiriman air dari utara, kalau ada kiriman bisa lebih lama lagi bahkan bisa seminggu dan apabila kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan, kita mengambil langkah memulangkan anak anak karena semua kelas sudah terendam air, ” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa proses belajar mengajar pasca banjir di SDN Sumberagung 3 sudah berjalan dengan baik mulai hari selasa kemarin karena hari senin murid – murid masih bersih bersih.

“Biasanya dalam setahun, banjir lebih dari 2 X, bahkan tahun kemarin bisa terjadi 5X dalam setahun,” jelasnya.

Dia juga berharap agar perhatian pemerintah utamanya dari pemerintah Desa Sumberagung untuk betul – betul memperhatikan sungai pembuangan yang ada di sekitar SDN Sumberagung 3 dan untuk masyarakat kami berharap agar tidak membuang sampah sembarangan sungai, sehingga tidak menimbulkan semakin macetnya air. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending