Connect with us

Hukum & Kriminal

Orang Tua Bayi Korban Percobaan Penculikan di Jember, Akhirnya Lapor Polisi

Diterbitkan

||

VG didampingi ayahnya Darminto saat melapor di Polres Jember. (bud)

Jember, Memontum – Setelah viral media Sosial adanya pemberitaan media Online maupun media cetak, tentang percobaan penculikan terhadap bayi enam bulan berinisial AI, yang di gagalkan oleh Ibunya sendiri di desa yang berada di wilayah kecamatan Semboro Kabupaten Jember, akhirnya Rabu (19/2/2020) siang, Ibu sang bayi berinisial VG melapor ke Polsek Semboro didampingi ayahnya Darminto,

Saat diwawancarai Memontum.com usai melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan anak pertamanya, VG enggan memberikan keterangan apapun. Nampaknya VG terlihat masik trayma dan syok.

Sementara petugas Polsek Semboro melalui KSPKT (kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu) Aipda Fauzi mengatakan, bahwa Polsek Semboro menerima laporan tersebut dan mencatat kejadian.

“Kami langsung memerintahkan kepada Babinkamtibmas yang bertugas di wilayah tempat tinggal korban, untuk mengecek kebenaran kejadian, ” ujar Fauzi.

Fauzi menyampaikan, pihak kepolisian masih belum bisa memastikan kebenaran kejadian percobaan penculikan, karena polisi masih mendalami kasus ini.

BACA : Ibu di Jember Gagalkan Penculikan Bayi Usia 6 Bulan

“Kalau memang benar kejadian percobaan penculikan tersebut kami mengharap kepada semua warga di kecamatan Semboro khususnya yang punya anak balita untuk selalu waspada dan hati hati dan tidak lepas dari pantauan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Darminto (Kakek) menceritakan bahwa cucunya (AI)yang sedang bermaen Tenot di ruang tamu rumah, telah sempat di gendong oleh seorang laki – laki berbadan tegap tak di kenal, yang masuk kedalam rumahnya pada waktu keadaan sepi dan tanpa permisi di waktu ibunya (VG) sedang bersih – bersih di dapur rumahnya. (bud/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Diduga Akibat Korsleting, Gudang DMJ Terbakar

Diterbitkan

||

Kondisi toko baju DMJ setelah api dapat dipadamkan. (Tog)

Memontum Jember – Gudang Distro Muslim Jember (DMJ) yang berada di Jalan Trunojoyo Lingkungan Cantikan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, yang menjual Busana Muslim, Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 14.00 Terbakar, sekitar 1/2 jam.

Akibat peristiwa kebakaran yang terjadi di lantai bawah tersebut meludeskan semua isi yang asa dalam gudang, seperti busana wanita yang kebanyakan busana Muslim yang masih dalam kemasan karung (sak warna Putih) persiapan untuk di jual di hari raya.

Menurut Suharto Komandan Regu A Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember, kebakaran ini hasil sementara di sebabkan karena lelehan kabel listrik yang terbakar dan jatuh menimpah ke barang – barang yang mudah terbakar, seperti busana.

“Kami sempat mengalami kesulitan dalam penanganannya dikarenakan, pertokoan di lokasi sangat rapat, untuk sehingga petugas menjebol pintu, menggunakan briting 800 untuk bisa memadamkan api,” ujarnya.

Suharto menerangkan, petugas Damkar mengerahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api dengan kapasitas 3000 liter per 1 unit mobil dan sebanyak 10 petugas pemadam kebakaran.

“Petugas melakukan pemadaman serta pendinginan dan asesment, agar tidak merembet ke bangunan lain, untuk kerugian, ditafsir mencapai ratusan juta rupiah,” terangnya.

Sementara Nadya pemilik toko DMJ dikonfirmasi memontum.com dilokasi kebakaran mengatakan, mengetahui kebakaran saat pihaknya akan membuka pintu gudang yang gandeng dengan toko, mencium aroma asap dari arah gudang.

“Awalnya saya mencium aroma asap, begitu saya buka pintu gudang, terliihat Api berkobar, tak terasa saya menjerit minta tolong, tolong .. tolong… tolong,” kata Nadya dengan suaranya gemetar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sambung Nadya, kebakara diduga akibat arus pendek dari meteran PLN (sentral), karena di gudang terlihat tidak karyawan atau pegawai yang menjaga. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Bandar Besar Beserta Pengedar Okerbaya Ditangkap Polres Jember, BB 4,9 Juta Butir

Diterbitkan

||

Kapolres Jember lakukan Press Conference penangkapan Bandar besar Okerbaya di Mapolres Jember. (ist)
Kapolres Jember lakukan Press Conference penangkapan Bandar besar Okerbaya di Mapolres Jember. (ist)

Jember, Memontum – Kepolisian Resort (Polres) Jember menangkap 1 bandar besar dan 1 pengedar Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) berbagai merk yang diantaranya Trexyphenidyl, Dextro dan Novason, sejumlah 4,9 juta butir, Selasa (17/3/2020) lalu.

Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kasad Narkoba Iptu Agung Joko Haryono, saat Press Conference, Senin pagi (23/3/2020) di halaman Polres Jember, terungkapnya jutaan Okerbaya ini, berawal dari tertangkapnya seorang pengedar berinisial S (54) warga Dusun Gambiran, Desa/Kecamatan Mumbulsari.

Agung mengatakan, tertangkap pengedar (S) di jalan dekat Taman Buah Naga, Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, blok R No 15 dengan barang bukti (BB) sebanyak 82 bungkus plastik berisi seribuan atau sebanyak 82 ribu butir Okerbaya.

“Nah, dari hasil pengembangan dan pengakuan pengedar, akhirnya anggota berhasil mengamankan bandar besarnya yang bernama ASMS di rumah tinggalnya yakni di Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, blok P No 5, ” kata Agung.

Di rumah sang Bandar (ASMS) Lanjut Agung menerangkan, setelah dilakukan penggeledahan di rumah, petugas menemukan barang bukti sebanyak 4.818 000 butir Okerbaya yang terbungkus dos berwarna coklat dan di bungkus sak putih yang disimpan dalam di gudang yang berada di dalam rumahnya.

”Dari pengakuan tersangkaASMS, menjalani profesinya (bandar Okerbaya) sudah berjalan satu tahun, sedangkan asal muasal barang, masih kita dalami,” terang Agung.

Agung menyampaikan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Jember.

“Untuk tersangka akan dijerat dengan pasal pasal 196 Sub 197 Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 15 penjara,” ungkap Agung.

Diketahui, dalam press release tersebut, dihadiri Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (PP) Pemerintah Kabupaten Jember Soeprapto, Tokoh ulama Jember yakni Ketua PCNU Jember Kiai Abdullah Samsul Arifin atau yang dikenal dengan Sapaan Gus Aab dan Gus Baiqun. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Nekat Seberangi Rel Tanpa Waspada, Wanita Tewas Tersambar KA

Diterbitkan

||

Melintasi rel kereta, tersambar kereta dan tewas seketika. (ist)
Melintasi rel kereta, tersambar kereta dan tewas seketika. (ist)

Memontum Jember – Kurangnya kewaspadaan saat hendak menyeberangi rel perlintasan kereta api di Jalan Kenanga kelurahan Gebang Kecamatan Kaliwates, seorang perempuan tewas tersambar kereta api dan tewas seketika, minggu (22/3/2020) sekitar pukul 06.45 pagi.

Menurut informasi yang diperoleh memontum.com dari warga setempat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), perempuan naas tersebut bernama Rumiyem warga Jalan Cempaka, Kelurahan Gebang, Kecamatan Kaliwates.

Menurut keterangan dari petugas penjaga palang pintu, Rizal Akbar (25), awalnya dia melihat melihat seorang perempuan (Rumiyem) berada di sekitar rel kereta api dan tiba-tiba melintas rel, bersamaan dengan kereta api Logawa Jurusan Jember – Cilacap sedang melintas di lokasi.

“Lalu terjadilah kecelakaan itu. Korban tertabrak kereta dan langsung meninggal dunia di lokasi,” jelasnya.

Eva warga sekitar saat di lokasi mengatakan, jika dirinya mengetahui kecelakaan itu dari warga, karena warga sudah ramai, kemudian dia penasaran dengan apa yang terjadi.

“Saya datang kesini sudah ramai, jadi tidak tahu persis kejadiannya. Karena tak lama kemudian, korban yang kena tabrak langsung dibawa, mungkin ke rumah sakit,” tambahnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending