Connect with us

Berita

Dandim 0824 Gelar Safari Tahajud di Masjid Darussalam Semboro

Diterbitkan

||

Dandim 0824 Gelar Safari Tahajud di Masjid Darussalam Semboro

Memontum Jember – Tak ada kata lelah bagi Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letkol Inf La ode Muhammad Nurdin untuk mengajak seluruh masyarakat kabupaten Jember selalu berdoa dan berdzikir memohon kepada Alloh SWT, agar semua permasalahan di negara Indonesia, kushusnya di wilayah Kabupaten Jember dapat terselesaikan.

Karena menurutnya, permasalahan yang sulit akan dapat terselesaikan, bila ada campur tangan Allah Swt dan doa kita semua, seperti dikatakan Dandim yang kerab di sapa La ode ini saat melaksanakan program One week one Tahajud, Jumat (13/3/2020) sekitar pukul 03.00 dini hari, di masjid Besar Darusalam yang berada di Dusun Babatan Desa Sidomekar Kecamatan Semboro yang dihadiri kurang lebih 250 jamaah.

“Kami mengadakan program One week one Tahajud ini, untuk mendekat diri kepada Allah dengan ikhlas sehingga apa yang dilaksanakan mendapat Ridho dari Allah, yang kedua agar supaya lebih dekat dengan masyarakat sehingga dapat menampung aspirasi masyarakat, ” ujar Dandim lulusan Akmil tahun 2001 ini.

Apalagi, diketahui tahun 2020 ini, lanjut mantan Dandim Surabaya timur ini, di kabupaten Jember akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), guna menjaga kekondusifan wilayah Dandim menghimbau kepada masyarakat Jember, supaya tidak gampang mudah terprovokasi dan terpancing dengan isu isu yang dihembuskan orang yang tak bertanggung jawab.

“Semoga hajat Pilkada di Kabupaten Jember nantinya berjalan dengan aman dan damai serta berharap kepada masyarakat untuk membantu menjaga stabilitas wilayah. Terkait dengan permintaan warga tentang pemindahan tiang listrik yang ada di Area Masjid oleh takmir masjid,” akan segera kita tindaklanjuti kepada pihak terkait, ” sambungnya.

Sementara itu ketua takmir masjid Darussalam KH Ahmad Sumaji, mengucapkan terimaksih kepada Dandim 0824 Jember yang telah berkenan hadir.

Dia mengatakan program kegiatan Tahajud dan Sholat Subuh berjamaah (One week one Tahajjud) program Dandim dapat menjadi contoh di masyarakat. “Kalau kita ingin tahu orang Islam yang Sejati datanglah ke Masjid diwaktu subuh,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapten Arm Juwari Pasi Intel Dim 0824 Jember), Kapten Inf Ismianto Pasi Pers Kodim 0824 Jember, Kapten Arm Teguh Hariyanto Danramil 0824/26 Jelbuk, Kapten Inf Suparno Danramil 0824/16 Tanggul, Peltu Koko Sutaryo Danpos Ramil Semboro, Iptu Facthur Rahman Kapolsek Semboro bersama Jajaranya, Drs.Djoko Prijono Camat Semboro, Anggota Koramil 0824/31 Semboro, Anggota Koramil 0824/16 Tamggul, Anggota Polsek Semboro dan Para Kades Kecamatan Semboro. (yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Lagi, PMI Jember Kuburkan Pasien PDP

Diterbitkan

||

Proses pemakaman jenazah (Ist)
Proses pemakaman jenazah (Ist)

5 X Pemakaman PDP Covid-19

Memontum, Jember – Kembali, mobil layanan pengantar Jenazah Palang Merah Indonesia (PMI) Jember mengantar pasien covid-19 yang terkonfirmasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) dari salah satu Rumah sakit rujukan di Jember.

Kali ini mobil pengantar dengan 5 petugas menggunakan APD lengkap sesuai dengan protokol Covid – 19 mengantarkan jenazah seorang laki – laki warga desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo ke TPU Desa Pondokrejo.

Sebelum jenazah dimakamkan, salat jenasah dahulu. (ist)

Sebelum jenazah dimakamkan, salat jenasah dahulu. (ist)

“Ini sudah yang kelima kalinya mobil pengantar Jenazah mengantarkan jenazah yang terkonfirmasi PDP, ” ujar ketua PMI Jember H AE Zaenal Marzuki di kantornya, Selasa (19/5/2020) siang.

Zaenal menyebut pengantaran jenazah secara Gratis oleh PMI Jember adalah sebagai bentuk pelayanan PMI Jember di masa Pandemi Covid-19 terhadap warga Kabupaten Jember.

“Pengantaran jenazah ini adalah bentuk pelayanan PMI Jember dan pengantaran itu Gratis tanpa dipungut biaya,” kata Zaenal.

Zaenal menerangkan, pemakaman itu dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19 serta tidak mengurangi kearifan budaya lokal sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

“Sebelum dimakamkan, petugas melakukan sholat jenazah dengan jenazah tetap berada dalam mobil, Hal ini bertujuan untuk memastikan perlakuan jenazah bermartabat dan sesuai prinsip – prinsip kemanusian,” terang terang pengacara senior di kabupaten Jember ini.

Camat Tempurejo Akbar Winasis saat di konfirmasi melalui telepon membenarkan adanya pemakaman pasien yang terkonfirmasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayahnya.

“Benar, tadi sekitar pukul 10.00, sebelumnya saya dikabari oleh petugas medis dari Rumah sakit,” kata camat yang akrab disapa Akbar ini.

Sementara Kepala Desa Pondokrejo Misriyanto efendi mengungkapkan sesuai laporan yang diterimanya, Almarhum dirawat di rumah sakit rujukan sekitar 15 hari.

“Almarhum memang bekerja di Surabaya waktu itu pulang dan menjelang puasa berangkat lagi, waktu itu kondisinya kurang sehat, gitu informasi dari istri waktu saya panggil ke kantor,” jelasnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Pasar Hewan Patok – Kencong Jember Buka Lagi

Diterbitkan

||

Situasi di pasar hewan patok Kencong. (yud)
Situasi di pasar hewan patok Kencong. (yud)

Memontum Jember – Sejak pemerintah Kabupaten Jember membuka kembali Pasar hewan, pasar hewan Patok yang berada di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Sabtu (16/5/2020) pagi, mulai beroperasi.

Pantauan memontum.com di lokasi, dihari pertama pasar buka terlihat sepi tidak seperti biasanya dan tidak tampak ramai transaksi jual beli dan tampak belum begitu hewan yang dipasarkan.

Kepala pengelola pasar hewan Kencong Ernawati mengatakan, dimungkinkan karena awal buka, banyak para pedagang hewan maupun masyarakat belum banyak yang mengetahui.

“Di hari pertama belum ada keramaian yang signifikan, mungkin masih banyak para pedagang dan masyarakat yang belum tahu pasar hewan dibuka kembali,” kata Erna.

Meski demikian, terang Erna, respon pedagang di hari pertama sangat antusias dan mengucapkan terima kasih kepada pemkab jember dengan dibukanya kembali pasar hewan.

“Untuk sementara yang datang cukup dari lokal aja, karena anjuran dari pemerintah pedagang dari luar jember tidak boleh masuk, ” jelasnya.

Dia menjelaskan, beroperasinya kembali pasar hewan di tengah pandemi covid-19 bukan berarti para pedagang bebas dari aturan prokol covid-19.

“Selama pandemi pedagang harus tetap mengikuti anjuran pemerintah yaitu harus memakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan dan cuci tangan dengan air mengalir, ” jelasnya.

Seniman seorang pedagang warga Kencong mengaku senang, sebab selama 2 bulan dirinya menganggur, kini bisa berjualan kembali.

“Waktu ditutup ya gak jalan, meskipun ada petani menawarkan sapi gak nebak (membeli), mau dijual kemana. Sekarang masih sepi dan harga sapi masih belum stabil,” ungkap Seniman.

Terkait anjuran pemerintah untuk memakai masker dan jaga jarak Seniman mengaku, dirinya dan pedagang lainya siap mematuhi aturan tersebut asalkan pasar hewan tidak di tutup.

“Kalau memang anjuran pemerintah kita mengikuti prosedur covid 19 kita ikuti saja yang penting pasar buka,” pungkasnya. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Lagi, Warga PDP di Jember Meninggal

Diterbitkan

||

Petugas sholat jenazah sebelum memakamkan. (Ist)
Petugas sholat jenazah sebelum memakamkan. (Ist)

Memontum, Jember – Mobil Ambulans Jenazah Covid -19 PMI Kabupaten Jember antarkan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal desa/kecamatan Jombang, Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 14.00.

Petugas PMI Jember mengantarkan Jenazah dari salah satu rumah sakit rujukan Covid -19 di Kabupaten Jember langsung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah setempat.

Petugas mengeluarkan Jenazah PDP Covid-19. (ist)

Petugas mengeluarkan Jenazah PDP Covid-19. (ist)

Warga Jombang tersebut dimakamkan sesuai dengan protokol keamanan dan prosedur pemakaman jenazah masa pandemi Virus Corona.

” Ini sudah ketiga kalinya mobil ambulans Jenazah PMI Jember mengevakuasi jenazah PDP Covid 19 secara gratis,” kata ketua PMI Jember H E.A Zaenal Marzuki, Selasa (12/5/2020) siang.

Tiga petugas pengantar jenazah PDP Covid 19 dari PMI Jember tersebut terang Zaenal, melakukannya sesuai protokol Menejemen dengan menggunakan baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

” Sebelum jenazah dimakamkan, regu ambulans bersama keluarga dan melakukan shalat jenazah sesuai agama yang dianut dengan posisi jenasah tetap didalam mobil,” jelasnya.

“Hal ini bertujuan untuk memastikan perlakuan jenazah bermartabat sesuai prinsip-prinsip kemanusiaan dan kearifan lokal, ” imbuh Zaenal. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending