Connect with us

Pemerintahan

Anggaran Penanganan COVID-19 Jember Rp 479,4 Miliar, Terbesar Kedua Se-Indonesia

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Jember untuk percepatan penanganan COVID-19 (corona virus disease 2019), sementara ini menjadi terbesar kedua nasional.

Untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Jember pada posisi kedua dengan anggaran sebesar lebih Rp 479,4 miliar, setelah kota Makassar sebesar Rp 749 miliar.

Anggaran Penanganan COVID-19 Jember Rp 479,4 Miliar, Terbesar Kedua Se-Indonesia

Foto Lima Daerah Alokasi Anggaran Penanganan Covid-19 Terbesar. (ist)

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, SE, AK, mengatakan, informasi tersebut dia dapatkan dari bupati yang berkonsultasi ke Kemendagri.

“Tadi siang Ibu Bupati menyampaikan info, bila anggaran untuk penanganan COVID-19 sementara ini nomor dua. Yang terbesar masih Kota Makassar,” terangnya.

Selain menyampaikan informasi tersebut, kata Penny, bupati memberikan semangat dan berpesan ini baru awal refocusing pertama aturan membolehkan refocusing berkali-kali.

“Apabila dirasakan anggaran penanganan Covid-19 kurang karena rakyat Jember membutuhkan akibat dampak ekonomi dan sosial, maka kami akan menambahi anggaran dengan refocusing yang kedua, terpenting rakyat Jember sejahtera,” tambahnya.

Bupati jember dr Faida MMR menginstruksikan, BPKA didampingi Inspektorat harus tepat dan cepat sesuai ketentuan dalam mencairkan. Harus all out, tidak boleh ragu untuk kepentingan rakyat.

“Besaran anggaran untuk penanganan wabah virus itu berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kesehatan,” ungkap Penny.

Secara rinci Penny menguraikan, anggaran, sebesar Rp 401 miliar dialokasikan sebagai Belanja tidak terduga. Sementara dari DBHCHT sebesar lebih kurang Rp 45 M dan Rp 32 M lebih berasal dari DAK Fisik Kesehatan.

Penny menyatakan, persoalan yang dihadapi Pemkab Jember dalam rangka penyediaan anggaran untuk penanganan kondisi darurat non alam saat ini merupakan pelaksanaan instruksi mendagri.

Lebih lanjut Penny menerangkan perubahan yang dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) nomor 1 tahun 2020 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2020.

“Pemerintah pusat melalui Perppu dan aturan hukum di bawahnya telah memerintahkan untuk melakukan realokasi dalam rangka penanganan Covid 19. Tidak memandang itu apakah Perda ataupun Perkada”, ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Ir Mirfano, secara terpisah dikonfirmasi menyampaikan, proses realokasi dan refocusing karena semangat gotong royong semua OPD di lingkungan Pemkab Jember.

“Realokasi dan refocusing bisa cepat dilakukan berkat kesadaran OPD-OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, bahwa ini adalah mengutamakan kepentingan yg lebih besar,” ujar Mirfano. Dana penanganan COVID-19, imbuhnya, sudah dibelanjakan dan mulai didistribusikan. (yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Telekonferensi Jokowi dengan Pimda Se-Jawa Timur, Penanganan Kesehatan Harus Diimbangi Perekonomian

Diterbitkan

||

Situasi telekonferensi Forpimda Jember bersama Presiden Soal Covid-19. (bud)
Situasi telekonferensi Forpimda Jember bersama Presiden Soal Covid-19. (bud)

Jember, Memontum – Wakil bupati Jember Drs KH A Muqit Arif bersama seluruh Bupati/Wali kota se-Jawa timur mengikuti telekonferensi dengan Presiden terkait penanganan Covid-19 di Jawa Timur di pendopo Wahyawibawagraha pemerintah Kabupaten Jember, Kamis (25/6/2020) siang.

Usai acara Wabup Jember yang akrab dengan sapaan Kiai Muqit tersebut mengatakan harapan Presiden dalam menghadapi dampak yang disebabkan adanya pandemi Covid 19 yakni krisis kesehatan dan ekonomi, agar semua memiliki perasaan yang sama dalam hal penanganan.

“Istilah beliau gas dan rem, rem mungkin berkaitan dengan penanganan Covid 19 dan gas mungkin berkenaan dengan masalah ekonomi,” ujar Wabup.

Jadi imbuh Wabup mungkin bisa diartikan, jangan sampai kita fokus hanya kepada penanganan kesehatan tetapi ekonomi kemudian terabaikan atau sebaliknya fokus menangani masalah ekonomi kemudian masalah kesehatan terabaikan.

“Kedua-duanya harus sama-sama kita tangani dengan sebijak mungkin, ” katanya.

Karena semuanya mengalami penurunan yang sangat drastis seperti bidang ekonomi oleh karenanya Presiden menekankan dalam penangan krisis kesehatan dan ekonomi yang terjadi saat agar mendapat perhatian yang sama.

“Kata beliau, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh bangsa Indonesia tetapi juga dirasakan oleh sekitar 215 negara di dunia yang besar seperti Amerika Perancis Inggris dan lain sebagainya, ” katanya.

Wabup juga menyampaikan, presiden juga memberikan deadline dalam waktu dua minggu ini harus ada progres yang jelas dan membangun sinergi dengan semua pihak, dengan semua manajemen serta dengan semua elemen untuk menangani secara sungguh-sungguh.

“Hal itu menyusul, laporan dari Gubernur Jawa Timur bahwa wilayah jawa timur satu hari kemarin kebetulan tingkat pertambahan yang Positif itu tertinggi di Indonesia, walaupun tingkat kesembuhannya juga cukup menggembirakan,” terangnya. (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sambut HUT Ke-74 Bhayangkara, Polres Jember Bakti Sosial

Diterbitkan

||

Sambut HUT Ke-74 Bhayangkara, Polres Jember Bakti Sosial
Kapolres Jember bagikan peralatan Kesehatan dan bagikan sembako. (tog)

Jember, Memontum – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara yang Ke-74 tahun 2020, Kapolres Jember bersama jajarannya membagikan 50 paket sembako kepada warakawuri dan purnawirawan Polri, Rabu (24/6/2020) siang l.

Selain warakawuri dan purnawirawan, juga komunitas Ojek online, pedagang pasar tradisional dan tenaga kesehatan RSU Kaliwates Jember juga mendapatkan bantuan yakni masker sebanyak 200 buah dan face shield sebanyak 200 buah

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono SIK MSi. menyampaikan kegiatan itu dalam rangka hari Bhayangkara Ke-74 tahun 2020 dan ini juga sebagai bentuk pengayoman Polri terhadap masyarakat.

“Pemberian peralatan kesehatan Covid-19 ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19, ” katanya.

Aris berharap pada masa Pandemi covid 19 masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, tetap menjalankan Social Distancing dan physical distancing guna memutus mata rantai penularan wabah penyakit virus corona.

Diketahui hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Sabhara, KBO Lantas, Kanit Dikyasa, kasat Binmas, Kanit Patroli beserta seluruh anggota dan personil masing-masing. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Jember Berikan Perhatian Kaum Difabel

Diterbitkan

||

Wabup serahkan bantuan kepada difabel berat (bud)
Wabup serahkan bantuan kepada difabel berat (bud)

Wabup ikut Bagi Bantuan Door to Door

Memontum Jember – Kembali, Pemerintah Jember memberikan perhatian khusus terhadap kaum difabel berat, kali ini perhatian itu diberikan pada Difabel yang ada di desa Bagorejo kecamatan Gumukmas dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, Rabu 23/6/2020 siang.

Bentuk perhatian yang diberikan tersebut yakni pemberian bantuan paket sembako serta uang tunai ditambah kursi roda bagi Difabel berat yang berumur maksimal 17 tahun yang tidak memilikinya hal itu mengingat aturan dari Dinas Sosial. Pemberian bantuan tersebut diberikan secara Dor to Dor.

Saat dikonfirmasi memontum.com usai acara Wabup mengatakan kaum Difabel perlu suport dari lingkungan sekitar agar tumbuh rasa percaya diri karena ada satu harapan bagi keluarga yang ada tanggungan cacat berat.

“Kadang-kadang agak kurang percaya diri karena mereka menganggap masih merasa itu semua sebagai aib, padahal apa pun yang terjadi itu kan pemberian Tuhan, itu adalah titipan Tuhan, jadi anggota keluarga tidak usah merasa malu tidak usah berkecil hati,” ujarnya.

Wabup juga mengharapkan kepada keluarga dan pada masyarakat di sekitar itu untuk lebih proaktif menguatkan keluarga-keluarga yang punya tanggungan seperti itu.

Sementara itu Nurhasanah ibu dari Lukman Hakim pemuda berumur 25 tahun difabel berat warga desa setempat mengaku senang atas kunjungan dan bingkisan dari Wabub dan mengucapkan terima kasih kepada pemkab jember atas bantuan yang diberikan.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Jember, ” ucapnya.

Nurhasanah juga menceritakan bahwa Lukman hakim cacat sejak usia 8 bulan yang disebabkan tumor cair dan di usia 2 tahun anaknya harus menjalani operasi di RSUD dr Sutomo Surabaya.

“Sampai saat ini di tubuh anak saya ini masih ada selang untuk saluran kencingnya, ya ini memang sudah kehendak dari sang kuasa, harus iklhas menerima, semoga kelak kalau besar Lukman bisa jalan,” pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending