Connect with us

Pemerintahan

Anggaran Penanganan Covid – 19, Bupati Jember Minta Pendampingan 3 Badan Keuangan

Diterbitkan

||

Bupati Jember dr Hj Faida MMr. (Ist)
Bupati Jember dr Hj Faida MMr. (Ist)

Memontum, Jember – Percepatan penanganan Covid-19 memerlukan pendampingan keuangan agar penggunaan anggaran hasil pengalihan (refocusing) kegiatan dan realokasi anggaran daerah menjadi tepat.

“Dalam pelaksanaan penanganan ini, baik dari kesehatan, jaring pengaman sosial, maupun stimulus ekonomi, dari awal perencanaan mendapat pendampingan,” kata Bupati Jember, dr Faida, MMR.

Pendampingan itu dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati menyatakan meminta ketiga lembaga itu memberikan dampingan secara intens, agar percepatan penangan Covid-19 oleh Gugus Tugas Covid-19 memiliki langkah yang tepat.

Pendampingan itu dimulai dengan menggelar rapat secara daring dengan ketiga lembaga tersebut. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jember ikut dalam rapat pada Jumat, 15 Mei 2020.

Selain melalui telekonferensi, pendampingan melalui group WA untuk konsultasi secara intens. “Semua pihak bisa bertanya langsung dan mendapat pendampingan. Termasuk hal yang bersifat strategis dan teknis,” ungkapnya.

Di samping itu, pendampingan intens juga datang dari Polres Jember dan Kejaksaan Negeri Jember. “Sehingga menjadi semakin lengkap di tingkat local,” tegasnya.

Terkait penggunaan dana penanganan Covid-19, bupati menyebutkan beberapa diantaranya adalah untuk membiayai yang pasien Covid-19 di rumah sakit, karantina di JSG, dapur umum, dan tim lapangan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menjelaskan bahwa Jember sudah bisa membuat detail 43 macam sasaran penerima manfaat bantuan.

Itu dilakukan dengan melakukan pembaruan data kemiskinan yang tidak ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Akhirnya kita bisa lihat ada 307 ribu data kemiskinan yang ada di Jember,” ungkap bupati.

Data itu termasuk penerima lama Program Keluarga Harapan (PKH), penerima lama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), ditambah perluasan kartu sembako dan bantuan sosial tunai.

Dari 307 ribu itu, ada 74 ribu yang belum menerima bantuan. Mereka itu kemudian dimasukkan ke dalam sasaran penerima jaring pengaman sosial.

Di luar DTKS, masih kata bupati, ada 120 ribu data hasil dari survei dan verifikasi mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Jember dan Satgas Duafa yang dibentuk Pemkab Jember untuk pembaruan data.

Dari 120 ribu, ada 80 ribu yang belum masuk DTKS. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam jaring pengaman sosial ketika dalam keadaan darurat saat ini.

Bupati menjelaskan, data tersebut dipilah dengan menggunakan NIK dan KK, sehingga diperoleh 3 kelompok besar yakni keluarga KK lansia, keluarga KK difabel dan KK usia produktif.

“Kita beri stiker bagi rumah yang menerima, dengan nama peduli lansia, peduli difabel, dan peduli duafa,” terangnya.

Dari tiga kelompok itu berasal dari DTKS dan non-DTKS hasil dari verval. Data itu akan disandingkan, sehingga tidak. (yud)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PKK Jember Akan Bagikan Masker Dor To Dor Secara Masif

Diterbitkan

||

oleh

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Hj. Maimunah Muqit bersama Bupati Jember dr Faida, MMR
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Hj. Maimunah Muqit bersama Bupati Jember dr Faida, MMR

Memontum Jember – Demi mencegah terjadinya penularan virus corona di masyarakat, tim Penggerak PKK Kabupaten Jember akan memasifkan pembagian masker untuk masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Hj. Maimunah Muqit, usai koordinasi secara virtual dengan Mendagri Tito Karnavian di PendapaWahyawibawagraha, Senin (10/8/2020).

Menurut istri Wakil Bupati Jember ini, pembagian masker itu merupakan instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Dan kami akan membagikan masker dari rumah ke rumah, Kamipun sedang menyiapkan hal itu,” paparnya .

Sebelumnya,TP PKK Kabupaten Jember bersama elemen lainnya membagikan seribu masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Tanjung. Ini juga bagian dari instruksi Mendagri.

“Selain itu, kami juga telah memberikan masker kepada kader-kader posyandu di 31 kecamatan di Kabupaten Jember,” terangnya.

Sesuai evaluasi bersama Mendagri, pembagian masker tersebut perlu dimasifkan. Yakni dengan membagikan masker ke tiap rumah warga. Maimunah berharap dalam dua pekan ini pihaknya bisa menuntaskan pembagian masker tersebut.

Selain itu, TP PKK Kabupaten Jember saat ini juga sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk pelaksanaan timbang bayi.

“Saat ini sudah memasuki bulan timbang. Jadi, mau tidak mau, hal itu harus segera dilakukan, tapi dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. (bud/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Apel Gabungan Kesiapsiagaan Dalkarhutla dan Bencana Alam

Diterbitkan

||

oleh

Apel Gabungan kesiapsiagaan Dalkarhutla dan bencana Alam tahun 2020 di Kabupaten Jember di Mako Kodim 0824 Jember, Senin pagi (10/8/2020)
Apel Gabungan kesiapsiagaan Dalkarhutla dan bencana Alam tahun 2020 di Kabupaten Jember di Mako Kodim 0824 Jember, Senin pagi (10/8/2020)

Memontum Jember – Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Inf La ode Muhammad Nurdin, Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, Administratur Utama KPH Perhutani Jember, Rukman Supriyatna pimpin langsung apel Gabungan kesiapsiagaan Dalkarhutla dan bencana Alam tahun 2020 di Kabupaten Jember di Mako Kodim 0824 Jember, Senin pagi (10/8/2020).

Apel kesiapsiagaan gabungan tersebut dilakukan untuk mengecek persiapan personil mulai dari TNI, Polri, BPBD, Taman Nasional Meru Betiri (TMMB), Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA), Perhutani. Pihak terkait lainnya juga disiagakan untuk menanggulangi dan mengantisipasi dan mengantisipasi Karhutla di Kabupaten Jember.

Rukman Supriyatna mengatakan, pendeteksian dini potensi kebakaran harus dilakukan di musim kemarau. Di kawasan Perhutani seluas 71.500 Ha, terdapat beberapa titik yang diwaspadai dan menjadi prioritas pengawasan. Keempat titik tersebut di sekitar Gunung Raung, Gunung Argopuro. Ada pula di wilayah selatan Wuluha , Ambulu.

”Untuk yang di sekitar Gunung Raung dan Gunung Argopuro biasanya areanya berada di puncak itu yang menjadi kesulitan bagi kita untuk penangganannya,” jelas Rukman.

Sementara itu, Dandim Letkol Inf La ode Muhammad Nurdin mengatakan, kegiatan itu langkah persepsi dengan seluruh unsur-unsur yang ada TNi – Polri, Perhutani, BPPD.

“Agar bagaimana kita bisa melaksanakan kegiatan penanganan kebencanaan khususnya Karhutla yang kapan saja bisa terjadi termasuk bencana lainnya. Kita bisa menyamakan visi dan misi kemudian langkah langkah apa dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Selain melakukan apel kesiapsiagaan, juga dilakukan gelar perlengkapan, dan sarasehan.

”Sehingga dengan kebersamaan ini maka kita bersama sama untuk menyiapkan diri kita, perlengkapan kita untuk penanganan bencana yang sinergis sehingga masalah bencanapun bisa kita tuntaskan dengan saling bahu membahu,” kata La Ode.

Hingga saat ini untuk kesiapan alat Karhutla dari masing masing instansi seperti BKSDA, BPPD, Perhutani seluruhnya sudah siap. Peralatan tersebut akan disiapk di pos-pos terdekat dengan titik rawan agar cepat digunakan saat kebakaran terjadi.

”Marilah sama sama kita menjaga sinergitas ini, menjaga kebersamaan ini agar dengan kebersamaan ini maka seluruh masalah kebencanaan bisa kita tuntaskan dengan bersama sama,” harap La Ode. (tog/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Cegah Penularan Covid-19, 500 Ribu Masker Dibagikan Serentak

Diterbitkan

||

oleh

Cegah Penularan Covid-19, 500 Ribu Masker Dibagikan Serentak

Memontum Jember – Guna memutus penularan Covid-19 di Kabupaten Jember, pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat serentak membagikan 500 ribu masker, Jum’at (07/8/ 2020)

“Harapannya dapat memotivasi masyarakat supaya mau bersatu padu dalam dalam gerakan memakai masker. Tujuannya, memberantas penularan Covid-19,” kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief.

Pembagian serentak dilakukan di beberapa lokasi. Di dalam kota, dilakukan di Masjid Al Baitul Amien dan di jalan depan Pendapa Wahyawibawagraha.

Pembagian di jalan menyasar para pengendara yang tidak memakai masker.

Menurut wabup, pembagian juga serentak dilakukan di kecamatan-kecamatan. Ini untuk menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memakai masker.

“Agar masyarakat bisa menyadari bagaimana pentingnya masker ini untuk kesehatan,” tegasnya.

Bukan sekedar membagikan masker, kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat, tentang manfaat masker dan cara menggunakan masker yang baik dan benar.

Masker merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan virus melalui saluran pernapasan.

Kegiatan pembagian masker tersebut merupakan dukungan Pemerintah Kabupaten Jember terhadap gerakan Jatim Bermasker untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. (bud/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Trending