Connect with us

Pemerintahan

Enam Pasien Covid-19 Tambahan di Jember, 4 Pulang dari Ijtima Ulama di Gowa Makassar

Diterbitkan

||

Evakuasi salah satu dari 6 pasien positif di jalan Mastrib (Dok Tog)
Evakuasi salah satu dari 6 pasien positif di jalan Mastrib (Dok Tog)

Memontum Jember – Dalam sehari di kabupaten Jember ada kenaikan jumlah positif corona (Covid -19) hingga 6 orang, sehingga kini pasien yang terpapar Covid menjadi 24 orang.

Menurut Bupati jember dr Faida MMr, empat dari enam orang penambahan pasien positif di Kabupaten Jember terkonfirmasi pernah mengikuti kegiatan Ijtima Ulama di Goa Makassar Sulawesi selatan.

Keempatnya pasien positif Covid 19 termasuk yang terkonfirmasi ke 20 yakni laki-Laki berumur 31 tahun asal desa Andongsari kecamatan Ambulu,berdomisi di Perumahan Mastrip Jember, pekerjaan rental dengan satus awal Orang Tanpa Gejala (OTG)

Pasien berangkat dari Jember ke Goa Makassar pada tanggal 18 Maret 2020 dan tiba di Gowa, Makassar pada tanggal 19 Maret 2020, setelah 2 hari kemudian pada Tanggal 24 Maret 2020, perjalanan pulang menggunakan kapal laut.

“Dan sampai di Tanjung Perak – Surabaya tanggal 25 Maret 2020 dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan sewa kendaraan mobil bersama 10 orang dan pada tanggal 26 maret 2020,” ujarnya.

Ketika Lanjut Faida, pada tanggal 27 Maret 2020, pasien berobat di Klinik Jember karena mengeluhkan radang tenggorokan dan mata merah, pada tanggal 01-02 April 2020 pulang ke Rumah di Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu.

“Pada Tanggal 4 dan 5 Mei 2020 dilakukan pengambilan Swab di rumah sakit. Tanggal 17 Mei 2020 dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya

Pasien positif kedua terkonfirmasi kasus ke 21 yakni, laki-laki umur 42 tahun asal Curahtakir kecamatan Tempurejo diriwayatkan pasien 21 pulang dari Gowa Makasar satu mobil dengan pasien positif awal yakni pasien covid ke -16.

Ketiga pasien positif Covid yang terkonfirmasi ke 22 yakni laki-laki umur 60 tahun asal Cumedak, Sumberjambe, riwayat sempat bepergian mengikuti Ijtima Ulama ke Gowa, Makassar.

Sementara, pasien keempat positif corona adalah pasien kasus ke-23 Terkonfirmasi Covid-19. Pasien tersebut adalah lelaki umur 30 tahun Krajan, Sempusari berdomisi di Wirowongso – Ajung

Status awal OTG tapi sempat bepergian mengikuti Ijtima Ulama Ke Goa, Makasar. Pada tanggal 5 dan 6 Mei 2020 dilakukan pengambilan Swab di RS dan tanggal 17 Mei 2020, pasien dinyatakan Positif Covid 19

“Ketiga pasien tersebut pada tanggal 4 dan 5 Mei 2020 dilakukan pengambilan Swab di RS dan pada tanggal 17 Mei 2020 dinyatakan positif Covid-19,” terang Faida

Sedangkan 2 orang yang lain yang tidak mengikuti Ijtima Ulama di Goa makasar yakni seorang laki berumur 55 Tahun warga Balung Lor, Kecamatan Balung yang pulang dari Malaysia dan seorang Laki-Laki, 71 Tahun warga Patrang.

“Warga patrang ini tidak mempunyai riwayat perjalanan dan kontak langsunng dengan pasien Covid – 19,” ungkap Faida

Maka dari itulah, Faida menegaskan, menegaskan kabupaten Jember harus ekstra waspada dan jangan meremehkan penyebaran Covid – 19, lantaran penyebaran virus ini terus meluas dan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Penambahan positif corona tersebut, banyak yang statusnya OTG, Total status OTG di Jember sebanyak 413 orang,” tegasnya.

Diketahui berdasarkan update data dari gugus depan percepatan penanganan Covid – 19 kabupaten Jember tanggal 17 Mei 2020 yakni
4 warga dinyatakan sembuh dan 18 warga lainnya masih dalam perawatan dan dua meninggal dunia.

Sedangkan tatus PDP 133 orang, 52 orang selesai pengawasan dan 44 orang masih dalam pengawasan untuk jumlah ODP mencapai 1.236 dengan rincian 953 orang selesai pemantauan dan 247 orang masih dalam pemantauan.

“Yang cukup menggembirakan, jumlah ODR trendnya mengalami penurunan, dari total jumlah ODR sebanyak 32.121 orang, sebanyak 30.434 orang selesai dipantau dan tersisa hanya 1.580 orang,” pungkas Faida (bud/yud/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Juara Karate se-Malang Raya, Bupati Malang berikan Sepeda Angin sebagai Support Pelajar Kepanjen

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, memberikan apresiasi atas prestasi Aditya Syaiful Anam, siswa Kelas 6 SDN 2 Jenggolo Kepanjen, yang telah berhasil menjuarai kejuaraan Karate tingkat se-Malang Raya, beberapa waktu lalu. Bupati Malang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, berkunjung langsung ke rumah ananda Syaiful, yang tinggal bersama sang ibu, Sulastri dan neneknya, Warsih di Jalan Sentono Rt04 Rw01, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (14/09) sore.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Malang memberikan sebuah hadiah sepeda angin dan sepaket bantuan untuk Syaiful dan ibunya, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang baru diraihnya. Di tengah keterbatasannya siswa yang akrab disapa Ipul ini, justru mampu meraih prestasi yang membanggakan.

Baca juga:

Ipul bercerita, jika hobi olah raga Karate tersebut, dimilikinya sejak duduk Kelas 3 SD. Kemudian, dirinya mengikuti sebuah kejuaraan di Lapangan Rampal Kota Malang. Dirinya berangkat diantar ibunya, menggunakan sepeda angin. Di luar dugaan, ternyata Ipul mampu pulang membawa prestasi dan thropy kebanggaan pulang kerumahnya.

‘’Ipul ini merupakan salah satu dari anak-anak Kabupaten Malang, yang memiliki prestasi terpendam. Ketika dapat piala selalu kita datangi. Sedangkan di Ganjaran (desa, red), beberapa waktu lalu terdapat Juara Nasional Hafidz di RCTI dan di Sumber Pucung (kecamatan, red) juga terdapat anak yang berprestasi di sepakbola di kancah Nasional,” kata HM Sanusi.

Sanusi memberikan hadiah sepeda angin kepada Ipul, dengan harapan pemompa semangat bagi anak-anak yang lain agar berprestasi. “Kami memberikan hadiah sepeda angin untuk Ipul karena dia suka naik sepeda. Semua yang berprestasi akan kita hargai dan kita bina. Harapannya nanti semakin banyak warga Kabupaten Malang yang berprestasi tentunya untuk menunjang kehidupannya kedepan,” tambahnya.

Setelah mendapatkan hadiah dari Bupati Malang, Ipul tampak senang sekali. Hal ini, tentunya akan menambah semangat dirinya untuk semakin giat berlatih karate dan menuntut ilmu ke sekolah.

Sementara itu, sang ibu Ipul juga mengaku senang dengan kunjungan sekaligus perhatian Bupati Malang. Hanya saja, Sulastri mengaku, ada satu cita-cita Ipul yang belum terpenuhi, yakni bertemu kembali dengan Presiden Joko Widodo. Terakhir, putra tunggal dari almarhum Choirul Anam ini, bertemu Presiden Jokowi saat menerima santunan secara langsung di SMK Muhammadiyah 7 Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, beberapa tahun lalu.

‘’Sebenarnya, saat Ipul ikuti kejuaraan di Malang itu, sudah ada tawaran tumpangan dari pelatih Ipul. Hanya saja, Ipul tidak mau dikarenakan Ipul suka bersepeda. Sehingga, dia (Ipul) ngajak jalan-jalan. Dirinya ingin tahu Stasiun Kota Baru, Balai Kota Malang, Kantor DPRD Kota Malang, dan Kantor Bupati Malang yang ada dekat Alun-alun Kota Malang. Kemarin saat lomba, saya dan Ipul berangkat ke Rampal habis sholat Shubuh. Eventnya dimulai pukul 08.30 WIB. Saya juga tidak menyangka dengan vitalnya video di Tik Tok dan tidak mengetahui siapa yang memvideo,” tutur Sulastri. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

1200 Aset Pemkab Jember Siap Diukur BPN Didampingi KPK

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dinilai pihak Badan Pertanahan Nasional Kanwil Jawa Timur, sebagai salah satu kabupaten yang terbuka terhadap aset-aset yang dikuasai. Terbukti, Bupati Jember, Hendy Siswanto, pun mempersilahkan pihak BPN untuk melakukan cek lapangan dan pengukuran lahan aset yang dikuasai pemerintah daerah.

Pernyataan ini, disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur, Jonahar, seusai prosesi penyerahan sertifikat aset milik Pemkab Jember di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Selasa (14/09) tadi. “Komitmen Pak Bupati ini sangat baik sekali. Yaitu ingin mensertifikatkan aset (Pemkab, red),” katanya.

Baca juga:

Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan dilibatkan langsung dalam pengukuran aset milik pemerintah kabupaten. KPK mendorong pemerintah daerah, dalam mempercepat proses sertifikasi aset daerah.

“Artinya begini, kenapa sampai KPK mendampingi Bupati dan BPN, artinya kalau ada penguasaan-penguasaan di masyarakat bisa masuk,” jelasnya.

Bupati Hendy, menurut Jonahar meminta 1200 aset milik Jember untuk dipetakan. Sehingga, sangat terbuka terhadap BPN. “1200 ini akan diukur semuanya, dipetakan semuanya. Artinya, beliau terbuka sama KPK terbuka,” ungkapnya.

Jonahar menyebutkan, ada daerah lain yang tidak seterbuka Bupati Hendy. “Ada daerah lain yang tidak diukur semuanya. Artinya, ada yang dikerjasamakan bersama-sama dengan orang lain secara diam-diam. Di Jember tidak,” ujar Jonahar.

Bupati berseloroh, meminta Jonar agar sebanyak 1200 diukur dan segera diserahkan sertifikatnya pada 24 September saat KPK datang ke Jember. “Pak Jonar tolong diselesaikan tanggal 24 September, karena KPK datang ke sini,” katanya sambil tertawa.

Atas permintaan tersebut, Jonahar menyampaikan kepada Kepala Kantor BPN Jember, untuk segera menindak lanjutinya. “Artinya apa, Pak Bupati baru ini benar-benar bersih terhadap aset, tidak ada niatan yang buruk terhadap aset tersebut,” jelasnya.

Sementara terkait keinginan Hendy untuk mensertifikatkan tanah pesisir dari wilayah Meru Betiri hingga perbatasan Lumajang dengan hak pengelolaan lahan (HPL), Jonahar berencana akan mempertemukan Hendy dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang. “Nanti akan kita pertemukan dengan Pak Menteri, untuk meng-HPL kan tanah pesisir karena Pak Menteri yang akan tanda tangan. Ini ide baik untuk memakmurkan masyarakat pesisir,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Hendy mengatakan sertifikasi lahan aset Pemkab Jember ini kedepan sebagai salah satu modal untuk menarik investor bekerjasama dengan pemerintah.

“Kalau kosong kita manfaat untuk siapa saja. Panjenengan (kalian wartawan, red) juga bisa. Ayo kerjasama bikin mall kita lantai 100, join operation kita 100 tahun boleh,” kata Hendy.

Hendy juga berharap, pasca terbit sertifikatnya, semua lahan atau aset harus dimanfaatkan secara ekonomis. “Justru sebelum bersertifikat orang (investor) takut ini usahanya (akan ada masalah),” jelasnya.

Sebagai informasi, sertifikat yang diserahkan sebanyak 17 sertifikat. Sebelumnya, sebanyak 27 sertifikat yang telah diberikan kepada Pemkab Jember. Sehingga, total ada 44 sertifikat. (rio/sit)

Lanjutkan Membaca

Jember

Jember Masuk Level 1, Bupati Hendy minta Tetap Waspada dan Jangan Kendor Prokes

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Jember – Kabar gembira untuk masyarakat Kabupaten Jember. Saat ini menyongsong pemberlakuan PPKM Level 1.

Informasi ini berdasarkan perkembangan harian situasi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, dan hasil asesmen kementerian Kesehatan, Kabupaten Jember akan ditetapkan dalam Level 1.

Baca Juga:

    Terkait penurunan level tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMK PGRI 5 Jember di Kencong, Senin (13/09) tadi.

    “Ya Alhamdulillah, kita tadi dapat kabar, hasil asesmen kita masuk level 1, bersama beberapa kabupaten di Jawa Timur,” ujar Bupati Hendy di depan wartawan.

    Meski telah mengalami perkembangan signifikan, namun Hendy tetap berharap agar masyarakat tetap waspada.

    Masyrakat juga diminta patuh melaksanakan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dari infeksi virus mematikan tersebut.

    “Karena Covidnya kan tidak Nampak,” katanya.

    Hendy menerangkan saat ini masih ada warga yang terpapar setidaknya ada 5 orang. Kondisi ini jauh berkurang dari masa puncak gelombang paparan pada bukan Juli hingga awal Agustus lalu.

    “Karenanya kami akan lakukan tracing lagi supaya tidak terjadi penyebaran,” tegasnya.

    Hendy mentargetkan, pada akhir bulan September, Jember sudah masuk dalam kondisi new normal.

    “Jika sudah new normal, kan sudah bebas. Tapi tetap menggunakan masker, prokes dan vaksin,” harapnya.

    Sementara, ditanya tentang vaksinasi di SMK PGRI 5 Jember Kencong, Bupati Hendy menjelaskan pelaksanaannya untuk 1.600 siswa, yang dibantu 4 Puskesmas untuk melayani vaksinasi, bertempat di AULA SMK PGRI 5 Jember.

    “Semoga bisa selesai hari ini, kalau tidak selesai ya bisa berlanjut, tapi saya kira bisa selesai hari ini,” tegasnya.

    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SMK PGRI 5 Jember, Saiful Anwar, menegaskan pelaksanaan vaksinasi untuk 1.600 siswa, dari total 1.659 siswa di lingkungannya, merupakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.

    “Harapannya dengan vaksinasi ini, pembelajaran tatap muka bisa berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

    Terkait perkembagan Kabupaten Jember yang telah masuk level 1, sememungkinkan siswa melaksanakan PTM tanpa was-was. “Jadi kan sudah bisa plong, gak was was,” imbuhnya.

    Sementara ini, PTM di SMK PGRI 5 Jember, kata Saiful sesuai ijin dari Kementerian, sudah berjalan sejak seminggu berselang, meski hanya diijinkan 50 persen.

    “Ya kita atur sedemikian rupa supaya prokes tetap terjaga, jadi ada pembelajaran dikelas, ada yang di laboratorium, ada yang diluar,” ujarnya.

    Pelaksanaan vaksinasi itu, juga dihadiri Kacabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember – Lumajang, Mahrus Samsul. Mahrus menyatakan pelaksanaan vaksinasi telah mendapat support dari Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui bantuan vaksin yang digelontorkan untuk kabupaten/kota.

    “Agar semua siswa bisa bervakasin, agar pembelajaran nanti aman, nyaman untuk siswa,” katanya.

    Data saat ini untuk siswa setara SLTA di Kabupaten Jember sudah berlangsung 75 persen.

    “Yang sebelumnya, teman – teman (pihak sekolah) sudah menjalankan uji coba pembelajaran tatap muka, sehingga ketika sudah ada perintah ibu Gubernur, sudah bisa dilaksanakan,” tegasnya.

    Sementara itu pelaksanaan vaksinasi disambut antusias siswa. Seperti pengakuan Silvi, siswa kelas 1 SMK PGRI 5 Jember, yang mengaku senang divaksin. “Ya sakit sih, tapi senang,” katanya. (rio/ed2)

    Lanjutkan Membaca

    Trending