Connect with us

Komunikasi Sosial

Jurnalis Jember Bagikan Ratusan Masker Pada Pengendara

Diterbitkan

||

BAGIKAN MARKER: Jurnalis yang tergabung dalam FWLM Jember membagikan masker kepada para pengendara
BAGIKAN MARKER: Jurnalis yang tergabung dalam FWLM Jember membagikan masker kepada para pengendara

Memontum Jember – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember membagikan masker kepada para pengendara yang melintas di Jalan Diponegoro dan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Kaliwates, Jumat (7/8/2020). Hal itu merupakan rangkaian kegiatan organisasi yang puncaknya akan di gelar keesokan harinya di Hotel 88 Jember.

Ketua FWLM Jember Ihya Ulumiddin mengatakan, ada ratusan masker berbahan kain yang dibagikan. Menurutnya, langkah ini memiliki dua tujuan sekaligus. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, juga menjadi ajang kampanye agar masyarakat melindungi diri dengan selalu mengenakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

“Sebagaimana diketahui, hingga kini vaksin untuk Covid-19 belum ada. Maka, apa yang kami lakukan ini adalah kampanye dalam rangka menggugah kesadaran publik tentang pentingnya pencegahan,” katanya seusai melakukan aksi bagi-bagi masker di depan Hotel 88 Jember.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Jember itu mengungkapkan, aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FWLM yang puncaknya diselengarakan, Sabtu (8/8). Setelah mengadakan pelatihan tentang media sosial, agenda akan disambung dengan rapat kerja organisasi. “Semua tahapan kegiatan dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Petugas Pengawas Protokol Covid-19 juga mendampingi kegiatan ini,” tuturnya.

Pria yang karib disapa Udik itu menjelaskan, pelatihan ini sifatnya internal, khusus untuk anggota FWLM Jember. Harapannya, setelah mendapat pelatihan, para anggota bisa menjadi agen yang dapat mengedukasi publik tentang penggunaan medsos yang baik. Apalagi di saat pandemi seperti sekarang, banyak informasi yang beredar di lini masa tapi kebenarannya diragukan. “Pemahaman tentang itu akan menjadi bagian dari materi pelatihan,” jelasnya.

Pada training tersebut, FWLM Jember juga bakal menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Seperti pengurus Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Jawa Timur, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Jember, serta pegiat media sosial.

Selain itu, Bupati Jember dr Faida MMR dan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Laode M Nurdin, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember Gatot Triyono juga dijadwalkan hadir sebagai narasumber. Mereka bakal didapuk sebagai pembicara di dalam forum yang membahas tentang media sosial dan tantangan jurnalisme di masa pandemi.

Udik menegaskan, wabah ini masih menjadi ancaman, sehingga pihaknya ingin para anggota FWLM memiliki perspektif yang sama tentang bagaimana menyuguhkan informasi kepada publik yang baik. Titik tekannya adalah menyampaikan kabar yang lebih mengedukasi, bukan menakut-nakuti. Dan yang tidak kalah penting seuai dengan kode etik, baik proses maupun penyuguhannya,” pungkasnya. (bud/ono)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komunikasi Sosial

PMI Peduli Lebanon

Diterbitkan

||

oleh

PMI Peduli Lebanon

Ajak Masyarakat Aktif Donor Darah

Memontum Jember – Sebagai bagian dari organisasi internasional, Palang Merah Indonesia (PMI) ikut prihatin atas tragedi ledakan di Pelabuhan Beirut Negara Lebanon pada, Selasa 4 Agustus 2020 pukul 18.00 waktu setempat.

Demi meringankan beban dan penderitaan sesama manusia, terutama korban tragedi ledakan Lebanon. Salah satunya untuk menyumbangkan darah kepada ribuan korban ledakan Lebanon. PMI akan menyumbangkan darah hasil program Peduli Lebanon kepada para korban ledakan di Pelabuhan Beirut.

H. E.A Zaenal Marzuki, SH, MH Ketua PMI Kabupaten Jember mengajak masyarakat Jember untuk menyumbangkan darah ke Lebanon. “PMI Jember pasca ledakan Beirut mengajak warga dan relawan Jember mengimplementasikan solidaritas kemanusiaan melalui program Peduli Lebanon dengan menyumbangkan darah,” ungkapnya

Kegiatan sumbang darah dengan cara ikut donor darah di kantor pelayanan donor darah PMI Kabupaten Jember. Antara lain di Markas PMI Kabupaten Jember, Jl. Jawa Nomor 57 Jember, di Kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, Jl. Srikoyo Nomor 115 Patrang, dan di Klinik Pratama PMI Kabupaten Jember, Jl. Brawijaya Nomor 61 A Jubung Sukorambi Kabupaten Jember.

“Di tengah Pandemi Covid-19, PMI Jember menghimpun Darah untuk membantu saudara kita yang mengalami musibah akibat ledakan di Beirut Lebanon, terkait pendistribusiannya akan kita koordinasikan dengan PMI Pusat,” ujar Zaenal Marzuki Ketua PMI Kabupaten Jember.

Zaenal menjelaskan, pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda berhenti tak mengurangi semangat PMI untuk menghimpun darah. Baik untuk kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit di Jember dan sekitarnya, atau untuk sumbangan PMI Kabupaten Jember kepada para korban Ledakan Pelabuhan Beirut Lebanon.

PMI Kabupaten Jember melalui tim UDD PMI tetap aktif melakukan kegiatan donor darah. Saat new normal ini, tentu pelaksanaan kegiatan donor darah mematuhi protokol kesehatan. Dengan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Kegiatan donor darah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Mari masyarakat Jember dan sekitarnya donor darah untuk kemanusiaan,” ujarnya. (vin/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Komunikasi Sosial

Bakti Sosial Wartawan Jember Bantu Pembangunan Musala

Diterbitkan

||

oleh

Bakti Sosial Wartawan Jember Bantu Pembangunan Musala

Memontum Jember – Masa Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat melaksanakan Bakti Sosial untuk berbagi dan patungan bantu pembangunan Mushola di Lingkungan Kedawung Lor, Jl Kaswari RT004/ RW009 Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang.

Rehap Mushola di tengah perkampungan itu mendorong salah satu tokoh di Kabupaten Jember Gatot Triyono ajak awak jurnalis yang tergabung di Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember bergerak untuk patungan, Jumat (17/7/2020) siang.

“Alhamdulillah dihari Jumat yang berkah ini kami bersama awak media yang tergabung dalam FWLM menyisihkan rejekinya untuk membantu rehap pembangunan musholla untuk warga, karena kondisi Sebelumnya memprihatinkan bahkan membahayakan,” ungkap Gatot Triyono yang didampingi Edy Winarko Humas antar lembaga FWLM.

Masih kata Gatot Triyono, Wujud dari kepedulian ini kami mewujudkan kebutuhan keramik warna putih, sebanyak 50 dos tentunya bantuan ini bisa meringankan warga setempat untuk memiliki musala bersih dan aman.

Selain menyerahkan bantuan ke musala berlanjut menyerahkan Kursi roda untuk Rukiya (62) di Jl. Hayam Wuruk 17/20 Lingkungan Mrapa RT/RW 01/005, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates.

Sementara penerima bantuan Kiai Asbun Menyampaikan banyak terimakasih pada Kepala Dinas Infokom Kabupaten Jember dan para wartawan atas kunjungan dan bantuan keramik untuk musala.

“Semoga pembangunan musala ini bisa berjalan lancar yang nantinya aman dan bersih untuk beribadah kembali, tentunya kebaikan ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT, “tutur Kiai Asbun. (bud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Komunikasi Sosial

Hotel di Jember Aman Covid-19

Diterbitkan

||

oleh

Hotel di Jember Aman Covid-19

Memontum Jember – Masa pandemi Covid-19 masa sulit bagi dunia bisnis perhotelan di seluruh Indonesia bahkan dunia. Bisnis perhotelan sangat merasakan dampak dari imbas menyebarnya virus mematikan yang menyerang sistem pernafasan tersebut.

Pembatasan aktifitas diluar dan kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang, membuat pengelola hotel kelimpungan.

Akibatnya pengelola hotel terpaksa melakukan upaya-upaya untuk menekan kerugian akibat minimnya hunian, dari pengurangan karyawan hingga melakukan penutupan sementara.

Menurut Manager Hotel Luminor Jember Willy selama pandemi perusahaan terpaksa melakukan pengehentian operasional sementara untuk mengurangi kerugian akibat sepinya hunian, meskipun hotel lain tetap ada yang memilih buka.

”Gimana lagi saat awal pandemi itu hunian sangat minim bahkan tidak ada sama sekali yang menginap. Sementara biaya operasional seperti pembayaran listrik dan lain-lain harus dikeluarkan perusahaan, untuk mengurangi kerugian terpaksa kami menutup hotel kurang lebih 3 bulan,” kata Manager Hotel Luminor Willy saat ditemui Sabtu (11/7/2020) siang.

”Masih banyak juga sih hotel di Jember yang buka tapi ya itu tetap sepi meskipun harga sudah diturunkan,” tambahnya.

Penutupan hotel membuat 27 karyawan hotel dirumahkan dengan tetap mendapatkan gaji. Sedangkan karyawan dengan status kontrak terpaksa tidak diperpanjang kontraknya.

Pasca penerapan kenormalan baru oleh pemerintah, sejak 1 Juli 2020 lalu pengelola Hotel Luminor telah membuka kembali hotel.

Untuk menarik pengunjung, pengelola hotel membuat promosi salah satunya dengan penurunan tarif sewa kamar.

”Diawal pembukaan lalu kita seluruh jenis kamar kita beri harga rate Rp 300 ribuan. Tapi sekarang promosi untuk 3 orang tamu pertama,” kata Willy.

Upaya ini membuahkan hasil, meskipun belum signifikan. Sudah ada tamu yang berani menginap meski jumlahnya masih belum banyak.

“Sudah mulai ada tamu yang menginap meskipun sangat sedikit. Sehari ini ada 4 kamar yang terisi, ” katanya.

Willy juga mengatakan agar masyarakat tidak takut untuk menginap di hotel yang ada di Jember. Pasalnya pengelola hotel selalu mematuhi anjuran pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan di hotel demi menekan penyebaran virus Covid-19 yang berasal dari Tiongkok itu.

Terlebih lagi Pemkab Jember dengan jajarannya telah berupaya maksimal, seperti dengan menggelar rapid-tes kepada seluruh karyawan hotel yang beroperasi di Jember.

”Jangan takut menginap di hotel. Karena kami selalu menerapkan protokol kesehatan bahkan Pemkab Jember telah melakukan rapid-tes kepada seluruh karyawan yang hasilnya dipastikan non reaktif semua, sehingga hotel aman dari virus,” katanya. (vin /tog/bud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending