Connect with us

Pemerintahan

Cegah Penularan Covid-19, 500 Ribu Masker Dibagikan Serentak

Diterbitkan

||

Cegah Penularan Covid-19, 500 Ribu Masker Dibagikan Serentak

Memontum Jember – Guna memutus penularan Covid-19 di Kabupaten Jember, pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat serentak membagikan 500 ribu masker, Jum’at (07/8/ 2020)

“Harapannya dapat memotivasi masyarakat supaya mau bersatu padu dalam dalam gerakan memakai masker. Tujuannya, memberantas penularan Covid-19,” kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief.

Pembagian serentak dilakukan di beberapa lokasi. Di dalam kota, dilakukan di Masjid Al Baitul Amien dan di jalan depan Pendapa Wahyawibawagraha.

Pembagian di jalan menyasar para pengendara yang tidak memakai masker.

Menurut wabup, pembagian juga serentak dilakukan di kecamatan-kecamatan. Ini untuk menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memakai masker.

“Agar masyarakat bisa menyadari bagaimana pentingnya masker ini untuk kesehatan,” tegasnya.

Bukan sekedar membagikan masker, kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat, tentang manfaat masker dan cara menggunakan masker yang baik dan benar.

Masker merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan virus melalui saluran pernapasan.

Kegiatan pembagian masker tersebut merupakan dukungan Pemerintah Kabupaten Jember terhadap gerakan Jatim Bermasker untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. (bud/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jember

Bupati Jember: Serapan Anggaran yang Optimal adalah Suplemen Perekonomian Daerah

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto sebut serapan anggaran yang optimal adalah suplemen untuk mendongkrak perekonomian daerah.

Pernyataan itu disampaikan Pak Hendy, panggilan akrab Bupati Jember, usai memimpin rapat koordinasi Forkopimda, OPD, Camat dan Kades di Pendopo Wahyawibawa Graha, Senin (21/06).

Baca Juga:

    Selain itu, Bupati Hendy juga mengaku mempunyai cara sendiri untuk memacu bangkitnya ekonomi. Hendy menyebutnya strategi gas dan rem.

    Strategi ini akan diterapkannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

    Strategi ini dinilai efektif selain untuk percepatan ekonomi, juga  pemulihan kesehatan bisa berjalan seiring.

    “Disaat wabah Covid-19 menurun, kita tancap gas bagaimana ekonomi bisa tumbuh, tapi disaat terjadi lonjakan Covid kita rem dengan pengetatan ekonomi. Itu yang dimaksud strategi gas dan rem, dan yang tahu terjadi lonjakan atau tidak adalah penanggung jawab penanganan Covid (pemerintah) dan jajarannya,” ujar Bupati Hendy.

    Anggaran yang tersedia di APBD, harus terserap secara optimal sesuai dengan skedul setiap bulannya. “Mari Pak Camat dan Pak Kades untuk merealisasi dan mengimplementasikan anggaran secepat mungkin,” ajak Hendy.

    Bupati Hendy mengaku tidak menghendaki anggaran yang tersedia terealisasi di bulan terakhir menjelang akhir tahun. “Kalau itu terjadi anggaran itu tidak akan ada manfaatnya. Kalau terealisasi setiap bulan, pertumbuhan ekonomi akan terukur, pasar akan terus bergerak. Oleh sebab itu, mari kita bersama menjalankan program yang telah disepakati dan direncanakan bersama. Ekonomi bangkit, penanganan covid di Jember akan semakin baik,” pintanya.

    Dalam kesempatan itu, Hendy juga mengajak seluruh jajarannya untuk mempertahankan daerah-daerah yang sudah masuk zona hijau dan kuning dengan tetap menerapkan anjuran pemerintah (5M) jangan sampai kendor.

     “Bagaimana jumlah kematian akibat Covid menurun, jumlah pasien sembuh meningkat, jumlah tempat tidur pasien dibawah 70 persen, melakukan respon cepat, dan ini menjadi kebijakan bersama. Yang tahu wilayah itu Camat dan Kades serta Rt, Rw, dan saya harap mereka terus berkoordinasi dan mewaspadai daerahnya masing-masing. Karena kami masih melihat di daerah, masih banyak masyarakat yang tidak pakai masker,” tegas Hendy.

    Sementara itu Ketua DPRD Jember, Itqon Sauqi, mengaku bersama seluruh anggota DPRD lainnya, terus mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan dengan 5M. “Kami menggunakan relawan-relawan di masing-masing dapil terus kampanye penerapan 5 M. Melalui konstituen yang ada, kami terus bergerak untuk memutus rantai penyebaran virus di Jember,” urainya.(rio/ed2)

    Lanjutkan Membaca

    Jember

    Bupati Jember Resmikan Gerai Vaksin Covid-19 di Mall

    Diterbitkan

    ||

    Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19. Salah satu inovasi yang dilakukan, yakni dengan menyediakan gerai layanan vaksinasi bagi orang Lanjut Usia (Lansia) di Lippo Mal yang diresmikan oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wakil Bupati (Wabup) MB Firjaun Barlaman, Kamis (17/06) tadi.

    Penyediaan gerai vaksin tersebut, bagian dari upaya agar tercapainya cakupan vaksinasi Lansia dan pra lansia di wilayah Jember. Untuk pelayanannya, dimulai sekitar 12 siang sampai jam 7 malam setiap hari.

    Baca Juga:

      Pemerintah Jember mentargetkan, keberadaan gerai ini mampu melayani vaksinasi 750 hingga 1000 orang per hari. Sementara untuk pesertanya, sangat mudah karena syarat untuk mendapat pelayanan vaksinasi, warga cukup datang ke gerai dengan membawa identitas diri seperti KTP.

      “Caranya, mereka cukup datang dengan bawa KTP dan langsung kita layani. Di sini ada 5 rumah sakit yang bergerak memberikan layanan dengan target perharinya antara 750 sampai 1.000 sasaran,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Wiwik Supartiwi.

      Lebih jauh Wiwik menjelaskan, capaian vaksinasi dengan sasaran warga Lansia, itu baru berjalan 14 persen dari 117.357 sasaran yang ada di Kabupaten Jember. Gerai vaksin di pusat perbelanjaan ini, merupakan program kolaborasi antara Pemkab Jember dan dunia usaha dalam usaha menurunkan kasus covid dan perlindungan kekebalan komunitas. 

      “Ke depan kalau ini responnya bagus, maka kita akan sediakan di mall-mall atau fasilitas umum lainnya. Bisa dilakukan fasilitas drive thru supaya mereka tidak lama menunggu,” ujar Wiwik. Terkait masih adanya peningkatan kasus terpapar Covid-19, Wiwik mengatakan, pasca lebaran hampir di semua kota atau kabupaten, mengalami hal tersebut dan Kabupaten Jember masih masuk dalam zona oranye. “Kita harus waspada dan tetap menyiapkan semuanya, karena kita tidak bisa membendung masyarakat. Kita hanya bisa himbau supaya mereka membatasi mobilitas,” terang Wiwik. (rio/sit)

      Lanjutkan Membaca

      Jember

      Bupati Hendy Siswanto Apresiasi Inovasi Wayan Adus Ketan

      Diterbitkan

      ||

      Memontum Jember – Inovasi dari Dispendukcapil Jember, berupa program WAYAN ADOS KETAN atau akronim dari Wis Wayahe Pelayanan Adminduk Tuntas di Kecamatan, mendapat apresiasi positif saat pelaksanaan launching, Selasa (08/06) tadi. Bupati Jember, H Hendy Siswanto dan Wabup MB Firjauan Barlaman, pun sangat menyambut positif terobosan yang dilakukan salah satu dinasnya.

      “Program dan inovasi Dispendukcapil ini, merupakan gebrakan kita semua untuk memberikan layanan tercepat kepada masyarakat. Terlebih dalam mempersiapkan program ini, Dispenduk juga tidak sembarangan. Karena, membutuhkan speed agar layanan kepada masyarakat segera terselesaikan,” ujarnya.

      Baca Juga:

        Hendy juga mengatakan, jika dalam waktu dekat, mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) akan ditambah di beberapa kantor kecamatan. Dengan adanya tambahan ADM ini, diharapkan ada invoasi dan kolaborasi antara Dispendukcapil bersama masyarakat.

        “Dalam waktu dekat juga akan datang mesin ADM yang ditaruh di masing-masing kecamatan. Mulai saat ini, masyarakat yang mengurus adminduk, agar tidak langsung pulang. Tetapi ditunggu ya, kalau misal ada keterlambatan ya harap maklum. Karena memang petugasnya masih terbatas,” ujar Hendy.

        Dengan bermunculannya inovasi layanan di Dispendukcapil ini, Hendy berharap, layanan di Jember bisa menjadi terbaik dan juara ditingkat nasional. “Sebenarnya bukan soal juara, tapi lebih pada memberikan layanan terbaik tingkat nasional. Karena pelayanan yang baik akan membawa kebangkitan ekonomi,” ujar Hendy.

        Plt Kadispendukcapil Pemkab Jember, Isnaini Dwi Susanti, menjelaskan secara detail program dan inovasi “WAYAN ADOS KETAN” ini untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat saat mengurus adminduk. Sebagai bentuk totalitas pelayanan, Dispendukcapil akan menempatkan petugas di beberapa titik kecamatan yang bisa mewakili beberapa zona di wilayah kabupaten Jember.

        “Untuk tahap pertama, invoasi ini akan ditempatkan di tujuh titik kecamatan, diantaranya di Tanggul, Wuluhan, Jenggawah, Jelbuk, Mayang, Kalisat dan Kencong,” papar Santi panggilan Isnaini Dwi Susanti. (rio/sit)

        Lanjutkan Membaca

        Trending