Pemerintahan
Jember KLB, Tutup Akses Masuk, Pembatasan Jam Pasar

Jember, Memontum – Memasuki Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Covid 19, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah dengan (Pemkab) memperketat akses masuk ke kota Kabupaten Jember dan mengendalikan atau berlakukan pembatasan pasar tradisional.
Menurut Bupati Jember dr Hj Faida MMr, penyebaran virus covid 19, di Kabupaten jember sudah berstatus KLB, maka dari itu Bupati yang berlatar belakang dokter ini mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bekerjasama agar masalah ini segera teratasi dan tidak meluas lebih lanjut.

Forkopimda menutup sejumlah akses berkumpulnya masyarakat. (ist)
“Karena jember berstatus KLB, maka tempat keramaian mulai saat ini dikendalikan, mulai besok, kita akan mengendalikan pasar tradisional, baik kota maupun desa, bahkan, seluruh pasar hewan kita instruksikan untuk ditutup,” tegas Bupati saat penutupan Jalan Sultan Agung, Sabtu (28/3/2020) siang.
Bupati perempuan pertama di Kabupten jember ini juga menjelaskan, tentang pengaturan atau pembatasan Jam bagi pasar tradisional, seperti penjual sembako, sayur, buah, daging dan makanan basah, sedangkan bagi yang berjualan bahan kering diinstruksikan untuk ditutup.
Disamping itu Bupati menghimbau agar pedagang untuk mengatur jarak, mengikuti prosedur kesehatan, dirinya meminta masyarakat untuk disiplin, agar masalah ini segera teratasi supaya tidak berkepanjangan,
sampai ada perkembangan lebih lanjut.
“Saya berharap, ini tidak sampai berkepanjangan, tidak sampai lockodown dan menutup segala aktifitas, kalau kita setengah -setengah, maka hal ini ( Wabah Virus Corona) akan berkepanjangan,” ungkapnya.
VIDEO DR HJ FAIDA MMR BERI PENJELASAN. (MEMONTUM.COM)
“Termasuk, bagi masyarakat yang hendak masuk ke Jember, dari 5 pintu yang ada di Jember semua akan dimulai screening ketat,” imbuhnya.
Begitu juga bupati juga berlakukan pembatasan masuk warga orang yang berasal dari zona merah, terpaksa akan di karantina di tempat tertentu sampai terbukti sehat, supaya ketika masuk ke Kabupaten Jember sudah terdeteksi dengan jelas.
“Karantina salah satu langkah terbaik buat semuanya, karena lebih baik dipastikan sehat, dari pada belum ada kepastian sama sekali, Jember kita kelola bersama-sama, kita atasi bersama urusan covid 19,” pungkasnya. (gik/yud/oso)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















