Jember
Ratusan Ojol Dapat Pelatihan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Memontum Jember – Ratusan ojek online (Ojol) yang tergabung dalam 76 komunitas Ojol se Kabupaten Jember, mendapat pelatihan penanganan kecelakaan lalu lintas di jalan, Sabtu (15/01/2022), di Siloam Hospitals Jember.
Ratusan Ojol itu dilatih dan diberikan pemahaman soal bagaimana memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Diketahui ratusan Ojol tersebut tersebar di beberapa wilayah. Diantaranya Jember kota, Kecamatan Tanggul, Umbulsari, Balung dan Ambulu. Selain itu, juga ada dari Senduro, Kabupaten Lumajang.
“Dengan adanya pelatihan ini, rekan-rekan (Ojol) dapat membantu mengurangi resiko yang lebih parah, saat menemukan korban kecelakaan,” kata Direktur Siloam Hospitals Jember dr. Rekki Budiono Susanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (15/01/2022).
Dalam materi penanganan kecelakaan lalu lintas tersebut disampaikan langsung sejumlah dokter spesialis. Terkait kecelakaan lalu lintas, kata dokter Spesialis Ortopedi dr. Hantonius Sp.OT bahwa cedera kepala menjadi resiko tertinggi penyebab kematian.
Baca juga :
- Launching Layanan Kesehatan Homecare, Komisi D DPRD Jember Apresiasi Inovasi Pemkab
- Bupati Jember Beri Relaksasi Pelaku Usaha dengan Penghapusan Denda Pajak
- Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Sasar 4.200 Mahasiswa dan Calon
- Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Humanity, Earth and Life
- Bupati Jember Intruksikan Gerak Cepat Penanganan Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Bangsalsari
Menurut dokter Hantonius, bahwa 80 persen kegagalan penanganan pada kecelakaan akibat lalai dan terlalu lama dibawa ke rumah sakit. “Banyak orang karena takut salah jadi tidak berani menolong korban. Dengan alasan belum paham bagaimana tindakan P3K yang harus dilakukan. Akhirnya, hanya bisa menonton atau bahkan membiarkan,” ujar dokter Hantonius.
Senada, Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Fatkhul Adhiatmadja Sp.BS juga menegaskan bahwa cedera pada kepala merupakan penyebab kematian tertinggi karena terjadi peningkatan tekanan di kepala akibat benturan dan atau pembengkakan. “Hal ini diakibatkan karena kepala merupakan bagian organ tubuh yang memiliki sangat banyak syaraf,” kata dokter Fatkul.
Sehingga penanganan awal saat terjadi kecelakaan, bagaimana penanganan dan saat membawa ke Puskesmas atau rumah sakit juga harus benar. “Untuk ke rumah sakit, jangan takut dan khawatir. Apalagi ke Siloam Hospitals Jember. Karena saat ini, kami juga sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja. Sehingga untuk administrasi sudah mudah dan cepat prosesnya,” imbuh dokter Fatkul.
Terpisah, Branch Manager Gojek area Jember, Nanang Eka juga memberikan apresiasi positif terkait pelatihan yang dilakukan kepada para driver Ojol. “Karena dapat menambah wawasan, informasi kepada para Ojol saat di jalan. Karena para Ojol juga memiliki misi kemanusiaan untuk turut peduli jika ada kecelakaan lalu lintas di jalan. Semoga kegiatan serupa dapat kembali di gelar di Siloam Hospitals Jember,” ujar Nanang.(ark/vin/gie)

Jember3 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













