SEKITAR KITA
31 Perguruan Silat di Jember Tanda Tangani Kesepakatan Damai, Guna Akhiri Aksi Kekerasan dan Permusuhan

Memontum Jember – Bertempat di Aula Pendopo Wahyawibawa Graha Jember, dilaksanakan pertemuan kesepakatan antara Ketua Perguruan Pencak Silat di Jember, Rabu (09/06) tadi. Pertemuan ini digelar, sebagai tindak lanjut untuk mengakhiri aksi kekerasan antar pesilat yang selama ini sering terjadi.
Sebanyak 31 pimpinan perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Jember, hadir dalam pertemuan itu. Termasuk, sejumlah Forkopimda seperti Bupati Jember, Hendy Siswanto, Wakil Bupati, M Balya Firjaun Barlaman, Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi, Kapolres Jember, AKBP Arif Rahman Arifin, dan Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Laode M. Nurdin.
Baca juga:
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
Dalam sambutannya, Bupati Jember, Hendy Siswanto, meminta para pesilat memanfaatkan silat sebagai seni bela diri untuk meningkatkan perekonomian daerah. “Pencak Silat bukan hanya seni beladiri saja. Namun, juga bisa meningkatkan perekonomian, mengingat saat ini ekonomi kita terpuruk akibat Covid-19. Apabila perekonomian tumbuh, maka bisa membantu seluruh masyarakat Jember,” kata Bupati Hendy.
“Sebagai penanggungjawab di sini, kami meminta kepada seluruh Pencak Silat dan semua Ormas untuk bersatu menjaga kerukunan di Jember,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Arif Rahman Arifin, dalam sambutanya berharap tidak ada lagi aksi kekerasan yang melibatkan antar pesilat. “Saya bangga para pemimpin pecak silat yang amanah. Semoga di 2021, kejadian tidak terulang lagi,” katanya.
Puncak acara tersebut, ditandai dengan penandatanganan deklarasi atau kesepakatan bersama, sebagai salah satu upaya untuk merekatnya perguruan-perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Jember. Ada lima poin kesepakatan bersama, yang ditandatangani masing-masing pimpinan perguruan antara lain.
Seperti pertama, mendukung terciptanya kerukunan, ketertiban dan keamanan di kehidupan masyarakat. Lalu ke dua, menjaga kondusifitas kehidupan masyarakat dan mencegah adanya keresahan dalam masyarakat oleh perilaku anggota perguruan kami. Ke tiga, selaku ketua cabang akan bertanggung jawab atas semua perilaku yang dilakukan oleh anggota/warga/siswa/kader pada semua tingkatan. Empat, manakala terjadi pengulangan permasalahan yang sama dikemudian hari, maka terhadap oknum/pelaku penganiayaan, pengeroyokan dan semacamnya akan ditindak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Kemudian, pemerintah Kabupaten Jember akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku terhadap pelanggar berulang – ulang yaitu berupa maksimal pelarangan kegiatan organisasi. Kemudian, Polres Jember akan menindak tegas dan terukur terhadap tindakan premanisme dan bentuk kriminalitas lainnya.
Poin lima atau terakhir, dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan perguruan silat di Kabupaten Jember,sepakat akan menjunjung tinggi sportifitas, kesetiakawanan dan budaya luhur Bangsa Indonesia. (rio/sit)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















