SEKITAR KITA
Pembagian Bantuan Pelampung pada Nelayan Era Bupati Lama Picu Polemik

Memontum Jember – Ribuan pelampung bantuan kepada nelayan peninggalan Bupati Faida tiba-tiba dibagikan oleh pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jember.
Informasi pembagian pelampung ini terkesan sembunyi-sembunyi. Awak media mengetahui informasi tersebut dari foto-foto kegiatan pembagian yang beredar melalui pesan jejaring whatsapp (WA), Kamis (08/04).
Baca juga:
- Launching Layanan Kesehatan Homecare, Komisi D DPRD Jember Apresiasi Inovasi Pemkab
- Bupati Jember Beri Relaksasi Pelaku Usaha dengan Penghapusan Denda Pajak
- Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Sasar 4.200 Mahasiswa dan Calon
- Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Humanity, Earth and Life
- Bupati Jember Intruksikan Gerak Cepat Penanganan Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Bangsalsari
Pembagian pelampung berstiker mantan Bupati Faida dan Wabup Abdul Muqit Arief itu akhirnya memicu polemik.
Ketua Komisi C David Handoko Seto yang selama ini menyoroti bantuan ribuan pelampung meradang. Menurut David pembagian pelampung tersebut layak dihentikan karena belum jelasnya data nelayan penerima.
”Kalau bicara dibagikan antara jumlah sasaran dan jumlah pelampung yang dibagikan belum fix,” kata David saat dikonfirmasi Kamis (08/04).
“Dinas Perikanan saja kita tanya jumlah nelayan dan jumlah pelampungnya jauh lebih banyak jumlah pelampungnya. Nelayan kita itu tidak sampai 17 ribu, pelampung itu jumlahnya 50 ribu, intinya kalau dibagikan habis kepada siapa,” tambahnya dengan nada bertanya.
David juga menyesalkan pelampung tersebut masih tertempel foto Bupati dan Wabup lama. Seharusnya stiker yang menempel harus dilepas terlebih dahulu sebelum dibagikan. ”Walaupun itu aset pemerintah namun pada hari ini posisi pemerintahan sudah berbeda,” ucapnya.
David khawatir masyarakat berfikir pelampung tersebut jasa bupati lama. ”Jangan-jangan masyarakat berfikir ini jasanya Bu Faida Bupati dahulu, walaupun pengadaannya pada waktu itu. Kalau waktu itu sasaran sudah ada kenapa tidak dibagikan waktu itu,” kata politisi dari Partai Nasdem itu.
Masih menurut David, jika aset tersebut harus dibagikan seharusnya semua aset berupa bantuan kepada masyarakat harus dibagikan semua.
”Kalau ngomong aset masih banyak aset atau barang bantuan yang seharusnya dibagikan, sampai hari ini tidak dibagikan seperti alat salon, ribuan tenda dari Satgas Covid-19 dan barang-barang yang ada di Gudang Wirowongso dibagikan juga. Biar kosong itu gudang dan diisi barang lain,” tegas David.
Sebagai Ketua Komisi C, David akan memanggil para pihak termasuk Sekda dan Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan (Disperikel) untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing) pekan depan. ”Kita akan panggil semua pihak termasuk Sekda dan Disperikel pekan depan,” tegasnya. (rio/ed2)

Jember4 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













