Pemerintahan
Dapat SK dan Honor Naik, Guru Jember Ajak Bupati dan Wabup Nyate Kambing

Memontum Jember – Penuhi nazar, seorang guru tidak tetap (GTT) di Jember, Jumat (09/04) pagi, sekitar pukul 07.00, menggelar bakar sate kambing di Depan Pendopo Wahya Wibawagraha.
Tidak hanya itu, guru bernama Nur Fadli itu, juga mengajak Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wakil Bupati, MB Firjaun Barlaman, yang saat itu sedang persiapan aktifitas kedinasan, dijamu sarapan sate dan daging gulai kambing.
Baca juga:
- Launching Layanan Kesehatan Homecare, Komisi D DPRD Jember Apresiasi Inovasi Pemkab
- Bupati Jember Beri Relaksasi Pelaku Usaha dengan Penghapusan Denda Pajak
- Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Sasar 4.200 Mahasiswa dan Calon
- Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Humanity, Earth and Life
- Bupati Jember Intruksikan Gerak Cepat Penanganan Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Bangsalsari
Tidak lupa, pada saat ada rombongan warga yang gowes atau bersepeda, disuruh untuk berhenti dan ikut sarapan bersama Bupati dan Wabup beserta para pengawalnya. Akibatnya, suasana di depan pendopo, pun menjadi sedikit lebih ramai.
Menurut Nur Fadli, ‘pesta’ sate yang digelarnya itu, bagian dari memenuhi janji pribadinya atau nazar. Fadli berjanji, akan menyembelih kambing jika guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) yang diperjuangkan selama 5 tahun terakhir, mendapatkan surat keputusan (SK) dari bupati.
Karena beberapa hari lalu, Bupati Hendy Siswanto, telah menandatangani SK 5 ribu lebih GTT-PTT. Karenanya, Fadli pun memenuhi nazarnya.
”Ini sebuah nazar saya, sejak lama. Jika GTT-PTT itu sukses dapat SK, saya akan menyembelih dua ekor kambing. Karenanya, pagi ini saya lakukan sekaligus kita membuat sate dan mengajak Bupati dan Wabup, untuk sarapan bareng dengan kami serta warga yang kebetulan lewat,” kata Fadli sambil tersenyum.
Ditambahkan, syukuran ini setelah 18 tahun, menjadi guru tidak tetap. “Akhirnya saya telah diangkat melalui jalur P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) gajinya Rp 2,9 juta. Nah untuk GTT-PTT, Alhamdulillah meski pun belum seluruhnya telah mengalami kenaikan honor diatas 100 persen, bervariasi dari 700 ribu saat ini menjadi Rp 1,6 juta – Rp 1,8 juta,” kata pendiri sekolah gratis di lereng Gunung Argopuro ini.
Meski telah berhasil memperjuangkan nasib ribuan rekannya, masih ada tugas Fadli, untuk memperjuangkan nasib beberapa orang rekannya agar bernasib sama sepertinya saat ini.
“Jadi sabar dulu kami akan terus berjuang untuk GTT maupun PTT yang ada di Kabupaten Jember,” harapnya.
Bupati Hendy Siswanto, dalam kesempatan itu berpesan, agar para GTT dan PTT semakin maksimal untuk bekerja. Apalagi, setelah dikembalikan kepada zona mengajarnya sesuai tempat tinggalnya pasca terbitnya SK penempatan dan kenaikan besarnya honor yang mereka terima.
“Sudah tahulah bahwa GTT-PTT kita kembalikan sesuai zonasi (mengajarnya sesuai tempat tinggal). Meskipun ada yang memilih tetap di zonasi yang baru, karena sudah keenakan ditempat yang baru padahal dulu tidak mau. Intinya dengan zonasi ini, guru-guru bisa maksimal kerjanya di situ,” terang Bupati. (rio/ed2)

Jember3 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













