Pemerintahan
Dapat SK dan Honor Naik, Guru Jember Ajak Bupati dan Wabup Nyate Kambing

Memontum Jember – Penuhi nazar, seorang guru tidak tetap (GTT) di Jember, Jumat (09/04) pagi, sekitar pukul 07.00, menggelar bakar sate kambing di Depan Pendopo Wahya Wibawagraha.
Tidak hanya itu, guru bernama Nur Fadli itu, juga mengajak Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wakil Bupati, MB Firjaun Barlaman, yang saat itu sedang persiapan aktifitas kedinasan, dijamu sarapan sate dan daging gulai kambing.
Baca juga:
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
Tidak lupa, pada saat ada rombongan warga yang gowes atau bersepeda, disuruh untuk berhenti dan ikut sarapan bersama Bupati dan Wabup beserta para pengawalnya. Akibatnya, suasana di depan pendopo, pun menjadi sedikit lebih ramai.
Menurut Nur Fadli, ‘pesta’ sate yang digelarnya itu, bagian dari memenuhi janji pribadinya atau nazar. Fadli berjanji, akan menyembelih kambing jika guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) yang diperjuangkan selama 5 tahun terakhir, mendapatkan surat keputusan (SK) dari bupati.
Karena beberapa hari lalu, Bupati Hendy Siswanto, telah menandatangani SK 5 ribu lebih GTT-PTT. Karenanya, Fadli pun memenuhi nazarnya.
”Ini sebuah nazar saya, sejak lama. Jika GTT-PTT itu sukses dapat SK, saya akan menyembelih dua ekor kambing. Karenanya, pagi ini saya lakukan sekaligus kita membuat sate dan mengajak Bupati dan Wabup, untuk sarapan bareng dengan kami serta warga yang kebetulan lewat,” kata Fadli sambil tersenyum.
Ditambahkan, syukuran ini setelah 18 tahun, menjadi guru tidak tetap. “Akhirnya saya telah diangkat melalui jalur P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) gajinya Rp 2,9 juta. Nah untuk GTT-PTT, Alhamdulillah meski pun belum seluruhnya telah mengalami kenaikan honor diatas 100 persen, bervariasi dari 700 ribu saat ini menjadi Rp 1,6 juta – Rp 1,8 juta,” kata pendiri sekolah gratis di lereng Gunung Argopuro ini.
Meski telah berhasil memperjuangkan nasib ribuan rekannya, masih ada tugas Fadli, untuk memperjuangkan nasib beberapa orang rekannya agar bernasib sama sepertinya saat ini.
“Jadi sabar dulu kami akan terus berjuang untuk GTT maupun PTT yang ada di Kabupaten Jember,” harapnya.
Bupati Hendy Siswanto, dalam kesempatan itu berpesan, agar para GTT dan PTT semakin maksimal untuk bekerja. Apalagi, setelah dikembalikan kepada zona mengajarnya sesuai tempat tinggalnya pasca terbitnya SK penempatan dan kenaikan besarnya honor yang mereka terima.
“Sudah tahulah bahwa GTT-PTT kita kembalikan sesuai zonasi (mengajarnya sesuai tempat tinggal). Meskipun ada yang memilih tetap di zonasi yang baru, karena sudah keenakan ditempat yang baru padahal dulu tidak mau. Intinya dengan zonasi ini, guru-guru bisa maksimal kerjanya di situ,” terang Bupati. (rio/ed2)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















