Wisata
Wisata Desa Kamal Jember, Wisata Desa Batu Purba Era Megalitikum

Memontum Jember – Kabupaten Jember banyak ditemukan bebatuan hasil karya manusia purba. Salah satu kawasan yang kaya dengan penemuan bebatuan dengan berbagai bentuk itu adalah Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.
Untuk berkunjung ke desa ini, tidaklah sulit. Karena, Desa Kamal berjarak sekitar kurang lebih 15 km dari pusat kota. Desa ini, dapat dicapai dengan mudah oleh semua jenis kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.
Baca juga:
- Antisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
- Gus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
- Jaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Saat berkunjung ke Desa Kamal, wisatawan dapat melihat bebatuan berupa menhir, peti kubur batu atau sarkofagus, batu kenong (mirip kenong alat musik gamelan jawa), batu lumpang hingga batu kilis. Bahkan, ada dua situs purba di sana, yakni situs Duplang dan Klanceng.
Batu-batu bersejarah itu, awalnya tidak dihiraukan oleh masyarakat. Padahal, dari warisan tak ternilai itu dapat dipelajari bagaimana peradaban manusia, yang hidup di masa ratusan ribu tahun lalu.
Menurut salah satu kuncen atau juru pelihara Situs Klanceng, Wahyudi, di Situs Klanceng ini tidak kurang ada 60 bebatuan bersejarah.
“Semuanya (ada) 59 sampai di balai desa (satu) batu lumpang jadi 60 batu,” kata Wahyudi, saat ditemui di sekitar situs, Minggu (02/05) tadi.
Dahulu, batu-batu peninggalan peradapan purba itu, berserakan di jalan, di sawah dan bisa ditemukan di mana-mana. Bahkan, hingga kini pun masih banyak berserakan di lahan milik warga.
Demi keamanan, sekitar tahun 2000 oleh petugas dari kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB), beberapa buah batu dikumpulkan menjadi satu di tanah milik Wahyudi.
“Dahulunya aman dibiarkan di insitunya. Ini yang mudah diambil orang dikumpulkan jadi satu,” kata Wahyudi sembari menunjuk kumpulan batu berbentuk kenong.
Kedua situs tersebut selama ini sering dikunjungi oleh sebagian masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa. Sembari belajar mereka juga berwisata. “Banyak yang kesini terutama pelajar dan mahasiswa,” sebut Wahyudi.
Selain tanahnya ditempati bebatuan pra sejarah, Wahyudi juga mendapat tugas untuk menjaga dan merawatnya.
Kedua situs warisan nenek moyang itu, tambah Wahyudi selama ini seolah belum ‘tergali’. Seperti bebatuan purba itu sendiri, elama ini tidak ada pengelolaan secara profesional sebagai kawasan wisata sejarah dan edukasi.
“Seharusnya, agar dapat memberi manfaat kepada masyarakat dan pemerintah, serta menjadi daya tarik, fasilitas pendukung diberikan,” ujarnya.
Wahyudi berharap, Desa Kamal akan dikenal sebagai desa purba dan menjadi salah satu lokasi wisata unggulan milik Kabupaten Jember yang banyak dikunjungi wisatawan. (rio/sit)

Jember3 mingguPT KAI Resmi Luncurkan Kereta Pandalungan 2 Relasi Jember – Gambir PP
Jember4 mingguJalan Sehat bersama KP2MI, Bupati Jember Komitmen Permudah Layanan dan Perbaiki Nasib CMPI dan PMI
Jember4 mingguPemkab Jember Kukuhkan Kepengurusan Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji
Jember2 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 hariAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember4 hariJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember1 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media









