Pendidikan
Inovasi Singsaras Unej Alternatif Turunkan Ketergantungan Konsumsi Beras

Jember, Memontum – Universitas Jember (Unej) meluncurkan inovasi pangan bernama singsaras (singkong disawut menjadi beras) sebagai makanan alternatif untuk mengurangi konsumsi beras sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Peluncuran singsaras tersebut dilakukan para peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej saat peringatan Dies Natalis ke-55 Universitas Jember di lapangan kampus setempat usai upacara Hari Pahlawan sekaligus Dies Natalis Unej pada Minggu, (10/11/2019) siang.
“Produk singsaras diluncurkan sebagai bentuk dukungan Universitas Jember akan penyelesaian masalah-masalah pangan dan pertanian nasional,” kata Ketua LP2M Unej Prof Achmad Subagio.
Menurutnya, produk singsaras diolah dengan teknologi sederhana, sehingga diharapkan dapat diolah oleh setiap rumah tangga indonesia tanpa teknologi tinggi.
“Harapannya kemunculan singsaras dapat menurunkan konsumsi beras indonesia yang cukup tinggi, yakni 114,6 kg per kapita per tahun,” katanya.
Dia mengatakan pengolahan singsaras sangat mudah, dimulai dengan pemilihan singkong yang baik dari varietas manis dengan HCN rendah, pengupasan, pencucian, pembuatan sawut, perendaman untuk menghilangkan tapioka yang di luar, pemerasan, perendaman dengan bumbu yang sesuai, dan pengeringan.
“Produk yang dihasilkan berupa sawut-sawut kering berwarna putih cerah. Cara memasaknya juga sederhana, dapat dicampur beras dengan perbandingan satu banding satu dan dimasak dengan menggunakan rice cooker,” katanya.
Hasil analisis, lanjut dia, menunjukkan bahwa singsaras mempunyai kandungan karbohidrat kompleks dengan kadar serat tinggi yang mencapai 4-5 persen.
“Sehingga sangat baik untuk dikonsumsi karena akan memperbaiki sistem pencernaan dan mengurangi kecepatan kenaikan gula darah setelah makan,” ujarnya.
Prof Subagio berharap penyebaran teknologi singsaras dapat mengurangi ketergantungan indonesia akan beras, sehingga dapat meningkatkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Sementara Rektor Unej Moh. Hasan mengatakan tema Dies Natalis ke-55 mengambil tema “Inovasi Tiada Henti, Universitas Jember Membangun Untuk Negeri”.
Unej akan terus membuat inovasi-inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh segenap warga indonesia, bahkan dunia. Dalam Dies Natalis itu, produk singsaras dibentuk dalam tumpeng nasi kuning raksasa berukuran 2,5 meter dan pembagian 3.000 ribu porsi nasi goreng singsaras yang bisa dinikmati oleh civitas akademika yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Kj1/Yud/oso)

Jember3 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













