Politik
Ekonomi Jember Terjun Bebas dan Angka Kemiskinan Naik Selama 2020

Memontum Jember – Bupati Jember, Hendy Siswanto, pada Rabu (14/04) malam, menyampaikan nota pengantar LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) akhir tahun anggaran 2020.
Nota pengantar LKPJ masa pemerintahan bupati masa periode 2016-2021 tersebut, dibacakan Bupati Hendy di depan Rapat Paripurna DPRD Jember.
Dalam LKPJ yang dibacakan mantan birokrat Kemenhub RI itu, disebutkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember, terjun bebas jika dibandingkan tahun 2019 atau sebesar 5,31 persen. Sedangkan di tahun 2020 menjadi -2,98 persen.
Baca juga:
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
Penyebab penurunan, akibat pandemi Covid-19. Namun, ketika banyak sektor ekonomi mengalami pertumbuhan negatif, Hendy menyebutkan, ada sektor ekonomi yang justru mengalami pertumbuhan positif.
“Beberapa sektor mengalami kenaikan pada masa pandemi. Diantaranya, lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 10,02 persen dan lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen,” sebutnya.
Bupati juga menjelaskan, angka pengangguran dan angka kemiskinan mengalami peningkatan tajam. Angka pengangguran tahun 2020 sebanyak 5,21 persen atau sebanyak 67.448 orang. Untuk angka kemiskinan menjadi 10,09 persen atau 247.990 jiwa meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 9,25 persen atau sebanyak 226.570 jiwa.
Sedangkan angka kematian ibu tetap tinggi 100.000 kelahiran 173 turun dari tahun sebelumnya 174. Untuk kematian bayi per 1000 kelahiran menjadi 9,22 sedangkan di tahun 2019 sebesar 12,3.
Tingginya angka kematian ibu dan bayi, menjadi perhatian khusus Bupati Hendy Siswanto.
”Saya akan melibatkan semua potensi, semua OPD harus terlibat dalam penurunan AKI-AKB, Rt-Rw juga harus terlibat,” pintanya.
Untuk realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 hanya Rp 593,18 milyar, sedangkan targetnya sebesar Rp 660,36 miliar. (rio/ed2)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















