Jember
DPRD Jember Sidak Ketersedian Minyak Goreng di Gudang Toko Ritel Berjaringan

Memontum Jember – Ketua Komisi B DPRD Jember, Siswono dengan didampingi dua orang anggotanya masing-masing, David Handoko Seto dan M Ikbal Fardana melakukan Sidak stok minyak goreng di gudang toko ritel berjaringan. Sidak dipusatkan di gudang milik PT Indomarco Prismatama yang berada di Jalan Piere Tendean.
Saat berada di gudang tersebut, ketiga anggota Komisi B tersebut tidak menemukan stok minyak goreng yang ditumpuk. Salah satu staf perusahaan mengatakan stok minyak goreng di gudang mereka telah habis didistribusikan ke setiap outlet.
Anggota Komisi B, David Handoko Seto mengatakan Sidak tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti keresahan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng di pasaran. David juga menyebut dirinya sempat mengecek dengan membeli langsung di beberapa outlet toko ritel berjaringan tersebut.
Namun dari 5 toko yang didatangi hanya ada 1 toko yang masih mempunyai stok minyak goreng. Minyak goreng dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter.
Baca juga :
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
“Kita tadi langsung coba beli di toko ritel berjaringan ini namun hanya ada satu yang masih punya stok. Itupun dijualnya di bagian kasir seperti disembunyikan, sifatnya tidak terbuka,” katanya.
Setelah mendapat penjelasan dari staf perusahaan di bagian gudang, David meminta pihak perusahaan membantu Pemerintah Kabupaten Jember, mengatasi kelangkaan minyak goreng di masyarakat. “Masyarakat saat ini mulai resah hilangnya minyak goreng di pasaran dan perbedaan harga antara toko berjaringan dengan pasar tradisional,” katanya.
Staf bernama Reno menjelaskan selama ini setiap mendapatkan kiriman dari para suplier, perusahaan langsung mendistribusikan ke 141 toko yang ada di Kabupaten Jember. “Kami mengalir saja, setiap ada kiriman langsung kita kirimkan ke 141 toko yang ada di Jember. Jadi tidak ada istilahnya menimbun stok, kalau di toko tidak ada ya karena permintaan masyarakat tinggi,” katanya. (rio/gie)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















