Jember
DPRD Jember Sidak Ketersedian Minyak Goreng di Gudang Toko Ritel Berjaringan

Memontum Jember – Ketua Komisi B DPRD Jember, Siswono dengan didampingi dua orang anggotanya masing-masing, David Handoko Seto dan M Ikbal Fardana melakukan Sidak stok minyak goreng di gudang toko ritel berjaringan. Sidak dipusatkan di gudang milik PT Indomarco Prismatama yang berada di Jalan Piere Tendean.
Saat berada di gudang tersebut, ketiga anggota Komisi B tersebut tidak menemukan stok minyak goreng yang ditumpuk. Salah satu staf perusahaan mengatakan stok minyak goreng di gudang mereka telah habis didistribusikan ke setiap outlet.
Anggota Komisi B, David Handoko Seto mengatakan Sidak tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti keresahan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng di pasaran. David juga menyebut dirinya sempat mengecek dengan membeli langsung di beberapa outlet toko ritel berjaringan tersebut.
Namun dari 5 toko yang didatangi hanya ada 1 toko yang masih mempunyai stok minyak goreng. Minyak goreng dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter.
Baca juga :
- Launching Layanan Kesehatan Homecare, Komisi D DPRD Jember Apresiasi Inovasi Pemkab
- Bupati Jember Beri Relaksasi Pelaku Usaha dengan Penghapusan Denda Pajak
- Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Sasar 4.200 Mahasiswa dan Calon
- Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Humanity, Earth and Life
- Bupati Jember Intruksikan Gerak Cepat Penanganan Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Bangsalsari
“Kita tadi langsung coba beli di toko ritel berjaringan ini namun hanya ada satu yang masih punya stok. Itupun dijualnya di bagian kasir seperti disembunyikan, sifatnya tidak terbuka,” katanya.
Setelah mendapat penjelasan dari staf perusahaan di bagian gudang, David meminta pihak perusahaan membantu Pemerintah Kabupaten Jember, mengatasi kelangkaan minyak goreng di masyarakat. “Masyarakat saat ini mulai resah hilangnya minyak goreng di pasaran dan perbedaan harga antara toko berjaringan dengan pasar tradisional,” katanya.
Staf bernama Reno menjelaskan selama ini setiap mendapatkan kiriman dari para suplier, perusahaan langsung mendistribusikan ke 141 toko yang ada di Kabupaten Jember. “Kami mengalir saja, setiap ada kiriman langsung kita kirimkan ke 141 toko yang ada di Jember. Jadi tidak ada istilahnya menimbun stok, kalau di toko tidak ada ya karena permintaan masyarakat tinggi,” katanya. (rio/gie)

Jember3 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













