Jember
LBM PCNU Jember Gelar Kajian Pernyataan Menag Terkait Azan dengan Gonggongan Anjing

Memontum Jember – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PC NU Jember, melakukan kajian soal pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, yang dituding membandingkan suara azan dengan suara anjing. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjelaskan alasan dikeluarkannya aturan kebisingan suara oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Dalam kajian LBM PC NU Jember, masyarakat diimbau untuk waspada saat menerima informasi yang disampaikan dan tersebar lewat Medsos. Terlebih jika informasi yang tersebar berupa cuplikan video pendek.
Menurut Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PC NU Jember, Ustaz Asep Jamaluddin Az Zahid, pihaknya telah melakukan tabayyun atau klarifikasi dengan mendapatkan transkrip lengkap ucapan Menag Yaqut serta melihat langsung video full berdurasi 2 menit 50 detik.
“Karena dalam narasi lengkap Gus Yaqut tidak memenuhi rukun-rukun Tasybih (mempersamakan/membandingkan). Meskipun jika melihat video pendek hasil potongan yang beredar di Medsos, ada kesan Menag Yaqut mempersamakan suara azan dengan suara anjing menggonggong,” kata Ustaz Asep saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (01/03/2022).
Baca juga :
- Launching Layanan Kesehatan Homecare, Komisi D DPRD Jember Apresiasi Inovasi Pemkab
- Bupati Jember Beri Relaksasi Pelaku Usaha dengan Penghapusan Denda Pajak
- Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Sasar 4.200 Mahasiswa dan Calon
- Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Humanity, Earth and Life
- Bupati Jember Intruksikan Gerak Cepat Penanganan Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Bangsalsari
Dalam kajian LBM PC NU yang dilakukan di Balai Desa Cempdak, Kecamatan Sumberjambe, Minggu (27/02/2022) kemarin. Jika melihat video pernyataan Menag Yaqut yang utuh tanpa dipotong, hal itu terbantahkan. “Dalam pernyataan lengkap (video lengkap soal pernyataan Menteri Agama), Menag Yaqut sedang menjelaskan kebijakan pengeras suara masjid dan tidak dalam rangka mempersamakan suara azan dengan suara anjing. Tapi saat itu sedang mencontohkan jenis suara yang menimbulkan kebisingan sehingga perlu diatur. Ini harus jelas, maka dari itu pengkajian ini dilakukan,” ujarnya.
Sehingga, dari kajian yang dilakukan LBM PC NU Jember, merujuk sejumlah kitab fiqh, Menag Yaqut tidak terbukti melakukan tasybih atau perbandingan suara azan dengan suara anjing. “Tapi memang benar, jika ada seorang muslim yang membandingkan suara Azan dengan suara lain yang menistakan misal keledai atau dengan yang lain, maka memiliki konsekuensi hukum berat, yakni menjadi kafir. Tetapi hal itu harus memenuhi sejumlah syarat perbandingan yang ketat,” tuturnya.
Ustaz Asep menambahkan, terkait kajian yang dilakukan. Sebagai upaya tabayyun yang harus dilakukan oleh warga Nahdliyin. “Bahwa kita sebagai warga Nahdliyin jangan mudah terprovokasi dalam video unggahan pendek. Kita harus mencari perbandingan antara video pendek dan video panjangnya. Kemudian kita lakukan tabayyun. Untuk meminta klarifikasi kepada pihak terkait. Apakah betul mempersamakan suara azan dengan suara anjing. Tapi jika tidak, baru kita terhindar dari terprovokasi media sosial yang tujuannya tidak benar,” ulasnya.
Dirinya berharap, masyarakat tidak mudah terprovokasi. “Sepatutnya kita lebih bijaksana dan mengambil sikap agar tidak berbaur dengan konflik yang terkesan memprovokasi. Untuk kajian kami, sudah dikirim ke PWNU dan PBNU, termasuk ke Gus Yaqut juga sudah tahu,” imbuhnya. (rio/gie)

Jember4 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember4 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













