Jember
Pastikan Stok BBM di Jember Aman, Pertamina Kirim dari Surabaya

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan terus memantau perkembangan distribusi BBM di lapangan serta menjalin komunikasi aktif dengan pihak Pertamina, kepolisian dan instansi terkait, untuk memastikan kelancaran suplai BBM ke seluruh wilayah Jember. Perlu diketahui, bahwa Kabupaten Jember sempat mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan, terlihat antrean panjang di beberapa lokasi Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU).
Mengetahui adanya kelangkaan BBM, Pemerintah Kabupaten Jember segera bergerak cepat mencari solusi terbaik untuk masyarakat Jember. Sedangkan kondisi kelangkaan BBM ini terjadi, karena truk pasokan BBM dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, terkendala kemacetan di Jalur Pantura Situbondo-Banyuwangi.
Kemacetan ini, pasca penutupan total jalur Gumitir. Sehingga, hanya satu jalur akses yang tersedia penghubung menuju dan keluar dari Kabupaten Banyuwangi.
Sementara Pemkab Jember sendiri, telah menerima konfirmasi dari PT Pertamina untuk memastikan pasokan BBM ke Jember, aman. Untuk mengatasi kelangkaan ini, pihak Pertamina akan mendatangkan BBM dari luar Banyuwangi.
Baca juga :
Sales Brand Manager Pertamina Area Jember, Hendra Saputra, menyampaikan bahwa gangguan distribusi ini berdampak langsung terhadap keterlambatan pengiriman BBM dari Terminal BBM Banyuwangi ke wilayah Jember. Disebutkan, bahwa kemacetan di Pelabuhan Ketapang mencapai hingga 40 kilometer. Kondisi ini, menyebabkan mobil tangki tidak dapat kembali ke terminal untuk pengisian ulang.
“Total ada 41 lembaga penyalur BBM di wilayah Jember, yaitu 40 SPBU reguler dan 1 SPBUN khusus wilayah. Pengiriman BBM sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas dari Banyuwangi. Saat ini, beberapa titik di Jember mengalami kekosongan stok BBM jenis Pertalite dan Bio Solar,” kata Hendra, Sabtu (26/07/2025) tadi.
Menyikapi kondisi ini, Pertamina telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait dan mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya, adalah dengan melakukan alih suplai dari Terminal BBM Surabaya dan Malang untuk menutupi kebutuhan wilayah Jember yang mencapai sekitar 700 kiloliter (KL) perhari.
“Kami terus mendorong percepatan pengiriman dari Surabaya dan Malang agar pasokan BBM kembali normal. Perlu kami tegaskan, bahwa permasalahan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM di Pertamina, tetapi murni karena gangguan distribusi akibat kemacetan dan penutupan jalur,” tambah Hendra.
Dirinya juga meminta seluruh masyarakat Jember, untuk tetap tenang. “Stok BBM secara nasional maupun regional dalam kondisi aman. Bahwa yang terjadi saat ini, hanyalah keterlambatan distribusi karena kendala teknis lalu lintas,” imbuh Hendra Saputra. (kom/rio/gie)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















