Jember

SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI

Diterbitkan

-

TANDA: Pemberian tanda police line oleh petugas. (memontum.com/rio)

Memontum Jember – Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, bertaruh nyawa saat mengejar truk pengangkut solar yang diduga ilegal dan baru saja menyedot hak para petani dan nelayan di SPBU Tegal Besar, Sabtu (14/03/2026) dini hari. Sementara di dalam truk yang dikejarnya, itu ditemukan empat tabung raksasa berkapasitas masing-masing 1 ribu liter.

Jika dikalkulasikan dengan volume 16 ribu hingga 22 ribu liter perhari, kerugian negara dan masyarakat kecil bisa sangatlah fantastis. Sementara kejadian ini, mendapat reaksi keras Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, yang kebetulan sedang berada di Jember untuk sosialisasi pengawasan BBM bersubsidi, dan langsung terjun ke lokasi.

Bagi Bambang, insiden ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan bukti nyata adanya dugaan ‘permainan’ sistematis yang sudah lama tercium baunya. Dirinya mengungkapkan, bahwa pola kejahatan ini sebenarnya sangat mudah dikenali jika pengawasan dilakukan dengan jeli.

Ada ciri khas yang selalu berulang, ujarnya, dengan modus SPBU yang memiliki stok solar tiba-tiba menutup antrean menjelang malam. Lampu dimatikan, suasana dibuat seolah-olah operasional telah berakhir, namun di balik kegelapan itu, proses pemindahan BBM bersubsidi ke tangki-tangki ilegal dilakukan.

Advertisement

Baca juga :

“Ini bukan kebetulan. CCTV mati saat malam hari, tidak ada surat rekomendasi pembelian, tapi ada ribuan liter solar yang berpindah tangan. Ini murni kejahatan yang tersistem,” tegas Bambang, saat meninjau lokasi.

Politisi Gerindra ini menyoroti, adanya tiga lingkaran (circle) yang membuat bisnis ini langgeng. Diantaranya pemilik SPBU yang nakal, oknum pelindung di balik layar dan penadah yang siap menampung. Ketiganya saling mengunci. Bahkan, keberanian sopir truk untuk melawan dan membahayakan nyawa anggota dewan saat pengejaran menunjukkan betapa kuatnya perlindungan yang mereka miliki.

Sebagai langkah tegas, Bambang Haryadi tidak memberikan ruang negosiasi. Dirinya meminta SPBU Tegal Besar segera disegel dan izin operasionalnya dicabut permanen.

Baginya, menyedot jatah solar petani adalah tindakan luar biasa yang harus dibalas dengan sanksi yang luar biasa pula. Kuota solar yang tersisa, diminta untuk dialihkan ke SPBU terdekat agar produktivitas petani tetap terjaga. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas