Jember
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkab Jember Lakukan Operasi Indonesia Asri di Jantung Kota

Memontum Jember – Suasana di kawasan pusat Kota Jember tampak berbeda dari hari biasanya, Jumat (13/03/2026) tadi. Deretan personel gabungan Pemkab Jember, bersiap di titik kumpul melakukan apel untuk memulai sebuah misi besar bertajuk Operasi Indonesia Asri. Operasi ini, sebuah gerakan yang membawa misi sederhana namun mendalam, menjadikan Jember aman, sehat, resik dan indah (ASRI)
Kepala Satpol PP Jember, Bambang Rudianto, menjelaskan bahwa sekitar 100 personel yang merupakan gabungan dari berbagai instansi. Seperti Dinas Perhubungan, PU Bina Marga, hingga Bapenda, mulai menyisir ruas-ruas protokol. Jalan Trunojoyo, Gajah Mada, Hayam Wuruk, hingga Ahmad Yani menjadi fokus utama.
“Tujuannya satu, yakni mengembalikan senyum pejalan kaki yang selama ini sering terampas haknya oleh okupasi ruang publik yang tidak semestinya,” tegasnya.
Bambang Rudianto menekankan, bahwa operasi ini bukanlah aksi gusur-menggusur yang kasar. Dirinya menyebut sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang adab berbagi ruang.
Baca juga :
“Ini adalah amanah bersama. Kita ingin kota ini bernapas. Trotoar itu untuk kaki melangkah, bahu jalan untuk kendaraan melaju. Jika semuanya campur aduk, estetika kota hilang dan keselamatan terancam,” ungkapnya.
Operasi ini, lanjutnya, sebenarnya adalah puncak dari rangkaian panjang. Selama tiga hari sebelumnya, tim sudah melakukan sosialisasi persuasif. Surat edaran telah disebar, teguran lisan telah disampaikan.
Pemerintah Kabupaten Jember ingin, masyarakat sadar bahwa ketertiban bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang kenyamanan kolektif. Operasi Indonesia Asri kali ini adalah pendekatan yang solutif. Pemkab Jember menyadari bahwa di balik lapak-lapak yang berdiri di atas trotoar, ada piring nasi yang harus diisi.
Oleh karena itu, penertiban ini dibarengi dengan penawaran lokasi alternatif. Ruang Terbuka Hijau (RTH), lapangan, hingga gang-gang yang tidak mengganggu akses publik, disiapkan sebagai ‘rumah baru’ bagi para pelaku usaha.
Bahkan, ada rencana besar untuk membangun pusat kuliner atau pujasera yang lebih representatif. Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir bukan untuk mematikan ekonomi rakyat, melainkan menatanya agar lebih legal dan bermartabat. Dengan tata ruang yang apik, Jember diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal yang nyaman, tapi juga destinasi yang ramah bagi wisatawan. (rio/gie/adv)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















