Jember

Program Bunga Desaku, Bupati Jember Serap Aspirasi Warga Kecamatan Mumbulsari

Diterbitkan

-

SAPA: Bupati Jember saat melakukan Program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari. (memontum.com/rio)

Memontum Jember – Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku) Pemerintah Kabupaten Jember menjadi bukti hubungan erat antara birokrasi dan masyarakat Kabupaten Jember. Seperti halnya, saat Bunga Desaku di Halaman Kantor Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Bupati Jember, Muhammad Fawait, tampak akrab bersama masyarakat, Senin (06/04/2026) tadi.

Pelaksanaan agenda rutin ini, sengaja dirancang sebagai forum dialogis yang inklusif, dimana pemerintah daerah dapat mendengar secara langsung hambatan serta harapan yang ada di tengah masyarakat. Dalam sesi dialog yang berlangsung tertib dan khidmat, Ketua RW 01 Dusun Krajan, Amiruddin, menyampaikan perspektif kritis serta saran strategis mengenai pembangunan daerah.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan, adalah mengenai optimalisasi aset daerah, khususnya keberadaan Bandara Notohadinegoro. Dirinyapun menegaskan, bahwa sebagai salah satu aset vital, bandara harus didukung oleh ekosistem infrastruktur yang mumpuni untuk dapat memberikan dampak multiplier secara ekonomi.

Ketua RT itu juga menyoroti, akan perlunya perbaikan jembatan akses utama dan pengembangan kawasan komersial, di sekitar bandara agar tidak terjadi stagnasi ekonomi di wilayah tersebut. Selain urusan infrastruktur makro, persoalan administratif terkait program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) dan Prona juga menjadi bahasan utama.

Advertisement

Baca juga :

Pihak masyarakat melalui Ketua RW, mengusulkan adanya tinjauan ulang terhadap kebijakan penetapan target bidang tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Warga berharap, agar pemerintah kabupaten dapat mengadvokasi sistem yang lebih adaptif dan tidak kaku. Sehingga, masyarakat pedesaan dapat memperoleh kepastian hukum atas tanah mereka dengan lebih mudah.

“Selain itu, keberlanjutan program bantuan sosial Gerobak Cinta untuk tahun anggaran 2026 menjadi harapan besar warga demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera di wilayah Mumbulsari,” ujarnya.

Gus Fawait-sapaan Bupati Jember dalam tanggapannya, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi aktif dan ketajaman analisis dari masyarakat Mumbulsari. Dirinya mengatakan, bahwa seluruh poin yang disampaikan akan menjadi masukan berharga dalam proses perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Secara khusus, Bupati Fawait juga menyambut baik usulan mengenai atribut pengurus lingkungan dengan rencana penambahan kopiah sebagai simbol kewibawaan. Sebuah gestur humanis ditunjukkan oleh Gus Fawait, dengan memberikan cinderamata berupa cokelat kepada Amiruddin sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya dalam menyampaikan aspirasi warga. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas