Jember

Lantik 223 ASN, Bupati Fawait Ajak Bersama Terlibat Aktif Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Diterbitkan

-

LANTIK: Bupati Jember saat melakukan pelantikan ASN. (pemkab for memontum)

Memontum Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin prosesi Pengambilan Sumpah dan Janji Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pelantikan Jabatan Fungsional di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/04/2026) tadi. Dalam pelantikan itu, sebanyak 223 pegawai terbaik yang telah melalui seleksi ketat, resmi menyandang status sebagai aparatur negara, yang diharapkan mampu menjadi akselerator peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah Bumi Pendhalungan.

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan bahwa eksistensi ASN bukan sekadar pengisian pos administratif, namun melainkan instrumen perubahan. Dirinya menaruh harapan besar, agar tenaga muda ini memberikan warna baru dalam efisiensi birokrasi.

Gus Fawait-sapaan Bupati Fawait juga menekankan, akan pentingnya sinergi kolektif sebagai kunci kemajuan daerah. “Saya mengajak kepada seluruh ASN untuk menyampaikan energi positif dan optimisme kepada masyarakat Jember maupun masyarakat di luar Jember, terutama lewat media sosial yang dimiliki oleh para ASN,” kata Bupati Fawait.

Baca juga :

Advertisement

Dirinya juga menginstruksikan, agar seluruh ASN yang baru, terlibat aktif dalam isu fundamental daerah, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem. Sebab, diketahui bila selama satu dekade terakhir, data kemiskinan di Jember masih berada di angka 200 ribu jiwa.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember mewajibkan keterlibatan ASN dalam proses verifikasi dan validasi (Verval) data kemiskinan Desil 1. “Selain untuk mendapatkan data yang akurat, keterlibatan ASN dalam Verval ini bertujuan agar mereka memahami secara langsung permasalahan nyata di lapangan,” jelasnya.

Secara administratif, keterlibatan lintas sektor mulai dari Sekda hingga Kepala OPD, dalam proses Verval ini bertujuan untuk menciptakan sinkronisasi data yang presisi. Dengan proyeksi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 1 triliun, Pemkab Jember optimis mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.

“Tujuan dari Verval ini, selain ketepatan data, agar para ASN mengetahui permasalahan utama di Kabupaten Jember, yaitu masalah kemiskinan ekstrem, sehingga bersama Bupati bisa bersama-sama mengatasi hal tersebut,” imbuh Gus Fawait. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas