Jember

Bupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda

Diterbitkan

-

LANTIK: Prosesi pelantikan yang dipimpin Bupati Jember. (pemkab for memontum)

Memontum Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi melantik Achmad Imam Fauzi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/05/2026) tadi. Pelantikan yang dilakukan ini, bukan sekadar seremoni pergantian jabatan biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat komitmen Pemkab Jember dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gus Fawait -sapaan Bupati Jember, memberikan gambaran kondisi birokrasi saat ini. Menurutnya, mesin pemerintahan di Jember sudah berada dalam jalur yang benar dan stabil.

“Namun, stabilitas saja tidak cukup. Dibutuhkan seorang dirigen administratif, yang mampu mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tercipta irama pembangunan yang harmonis dan cepat,” kata Bupati Jember.

Gus Fawait juga mengatakan, bahwa peran Pj Sekda dalam struktur pemerintahan memang sangat vital. Dirinya menjelaskan, bahwa sosok Pj Sekda baru diharapkan mampu mengawal perencanaan anggaran dengan teliti. Hal ini, mencakup sinkronisasi program-program daerah agar selaras dengan program strategis nasional.

Advertisement

Baca juga :

“Tidak hanya soal administratif, Pj Sekda juga menjadi jembatan antara kebijakan politik bupati dengan eksekusi teknis di lapangan,” jelasnya.

Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Jember ini juga menyinggung, beberapa program nasional besutan Presiden Prabowo Subianto yang harus segera diimplementasikan di tingkat lokal. “Program-program tersebut antara lain adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak-anak sekolah, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk penguatan ekonomi kerakyatan, hingga isu lingkungan seperti penanganan sampah. Semua ini, memerlukan koordinasi yang kuat di bawah komando Sekda,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj Sekda Achmad Imam Fauzi menekankan bahwa tugas utamanya adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hambatan-hambatan yang selama ini mungkin memperlambat gerak birokrasi. “Musuh percepatan itu perlambatan. Kita akan bereskan semua aspek yang menghambat tersebut,” ujar Imam Fauzi.

Baginya, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama agar target pembangunan, seperti penyusunan Perubahan APBD 2026 dan rancangan APBD 2027, dapat rampung tepat waktu dan tepat sasaran. “Dari perencanaan hingga pelaksanaan, semuanya harus dievaluasi agar sejalan dengan target besar daerah,” tegasnya. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas