Pemerintahan
15 Anak Asal Jalanan Jember Terjaring Razia, Mengaku Suporter Bola

Jember, Memontum – Sekitar belasan anak terjaring razia Satpol PP Kabupaten Pasuruan kini telah dilimpahkan ke Dinas Sosial Jember, kepada petugas, anak-anak yang berkisar umur belasan tahun itu mengaku suppoter bola yang hendak pulang tertangkap.
Setelah mendapat pelimpahan dari Dinas Sosial Pasuruan, Pihak Dinsos Jember langsung mendata dan memberikan pembinaan kepada belasan pemuda tersebut di UPT Aula Liposos Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (25/4) siang.
“Kita tahu, karena memiliki data base anak jalanan. Walaupun dia mengatakan bahwa dia bukan anak jalanan, dan dia hanya mengaku suporter bonek mania persebaya, dia mau mau kesana, karena liburan dari pondoknya, dia mengkau tidak membawa apa-apa, dan mengaku tidak pegang uang untuk pulang,” ungkap Kadinsos Jember Isnaini Dwi Susanti saat ditemui memontum.com.
Saat dilakukan pembinaan lanjut Santi, anak-anak yang rata-rata berasal dari kecamatan Tanggul, Bangsalsari, Gumukmas mengkau hendak pulang, tetepi terjaring razia.
“Dia menunggu bis, kemudian di razia. Anak-anak seperti itu bisa dikatakan belum mempunyai jati diri, jadi kewajiban kita untuk mengingatkan pada mereka,” katanya.
Setelah ini, belasan pemuda itu akan mengikuti pelatihan-pelatihan di sejumlah UPT atau sekolah, hingga anak-anak tersebut bisa mandiri kedepannya.
“Bagi yang tidak sekolah, kita akan mengikutkan pelatihan-peltihan. Saya sudah berjanji dan diminta UPT agar anak jalanan, untuk mensekolahkan hingga SMP dan SMA/SMK di Situbondo sampai dia bisa mandiri untuk bekerja,” Jelas Santi.
Saat ditanya sambung Santi, berapa lama mereka berada di Pasuruan, para pemuda itu mengkau hanya beberapa hari saja disana.
“Mereka mengaku disana sudah tiga hari. Bahkan dari mereka, juga ada anak yatim yang ditinggal ibunya, dan saat ini tinggal bersama neneknya yang tidak bisa jalan. Dia juga takut saat orang tua akan saya panggil kesini,” ungkap Santi.
Menurut Santi, diantara mereka ada juga yang mengaku sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren di Jember. “Mereka mengatakan saat ini sedang berada di salah satu pondok di jember,” tuturnya.
Setelah mereka dilakukan pembinaan oleh Dinsos Jember, pihaknya nanti akan mengembalikan pemuda yang usianya masih sekolah itu kepada orang tuanya.
“Nanti akan saya kembalikan ke orang tuanya dan disaksikan oleh perangkat desanya. Sehingga kita sama-sama bisa membina pemuda yang umurnya masih berkisar umur 15 hingga 17 tahun,” tutupnya. (yud/oso)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















