Komunikasi Sosial
ACT-MRI Jember Lakukan Edukasi Mitigasi Bencana di SDN 2 Klungkung Jember

Pasca Banjir Bandang di Klungkung
Memontum Jember – Pasca Banjir bandang di bantaran kali jompo pada awal Februari yang lalu, selain menyisakan kerugian material juga meninggalkan kerugian Psikis (ketakutan) bagi warga, tak terkeculai siswa – sisiwi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Klungkung yang masih berumur kisaran 7 sampai dengan 12 tahun yang berada di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember, mengalami trauma.
Menyikapi hal tersebut tim Aksi Cepat Tanggap – Masyarakat Relawan Indonesia (ACT – MRI) Kabupaten Jember mengadakan kegiatan Humanity day dengan tema “Mitigasi Bencana Banjir” bagi 20 siswa SDN 2 Klungkung, kegiatan ini tidak hanya diikuti siswa, namun juga diikuti para guru dan beberapa warga sekitar.
Koordinator Daerah MRI Kabupaten Jember Wahyu S Permana mengatakan kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi pada anak-anak, warga dan guru, tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana banjir.
“Kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk mengedukasi anak-anak, guru, warga sekitar tentang apa saja yang harus dilakukan saat bencana datang khususnya banjir, ” ujar koordinator MRI Wahyu sesaat mengadakan kegiatan.
“Mengingat di wilayah Klungkung ini bisa saja memiliki potensi banjir, selain itu kita juga melakukan kegiatan pembagian alat-alat sekolah serta bantuan makanan sehat seperti susu, ” imbuhnya.
Wahyu mengatakan, bahwa kegiatan Mitigasi bencana diawali dengan memberikan materi ringan dikelas, tentang kebencanaan yang disampaikan melalui nyanyian dan game, dilanjutkan dengan kegiatan Outdoor kepada siswa, guru dan beberapa warga sekitar dan diakhiri dengan pembagian alat sekolah bagi para siswa.
Sementara Staff Program ACT Jember Dani Ardissa berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di SDN 2 Klungkung namun juga di sekolah – sekolah lain yang di kabupaten jember, karena pelatihan mitigasi bencana ini sangat penting diberikan kepada masyarakat utamanya di daerah rawan bencana.
“Kita dari ACT-MRI sebenarnya berharap bukan hanya memberikan pelatihan mitigasi bencana di SDN Klungkung saja namun lebih banyak sekolah lain di Kabupaten Jember, karena bencana ini kita tidak pernah tau datangnya kapan dan berupa apa saja, ” harapnya.
Kepala Sekolah SDN 2 Klungkung Agus Mustofa menerangkan, bahwa sekolah sempat diliburkan akibat banjir yang melanda bantaran kali jompo, karena banyak anak-anak yang melintasi daerah tersebut apabila berangkat ke sekolah dan mengucapkan terimaksih kepada tim ACT – MRI, karena telah memberikan Pendidikan kebencanaan bagi guru dan juga siswa di SDN 2 Klungkung.
“Kita dari pihak SDN 2 Klungkung merasa senang dan terimaksih karena teman-teman relawan mau memberikan edukasi kepada kami tentang bencana, kami berharap kegiatan ini bukan hanya sekali dilakukan tapi bisa lebih sering lagi dilakukan jadi silaturahmi ini terus tersambung, ” terangnya. (bud/yud/oso)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















