Jember
Kelompok Warga di Kencong Jember Berhasil Olah Sampah Plastik Rumah Tangga Jadi Solar Dex

Memontum Jember – Warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, berhasil membuat terobosan ramah lingkungan dengan merancang sistem pengelolaan limbah domestik secara mandiri. Mereka memanfaatkan teknologi penyulingan khusus, untuk mengolah tumpukan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis Solar.
Aktivitas pemrosesan limbah harian yang berpusat di Dusun Krajan tersebut, ditinjau langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra, Selasa (26/05/2026) tadi. Peninjauan lapangan ini, difokuskan untuk mengamati proses teknis operasional alat, volume sampah yang berhasil direduksi, serta kuantitas bahan bakar cair yang dihasilkan melalui sistem pemanasan tersebut.
Prosedur pengubahan limbah plastik menjadi sumber energi alternatif ini, mengandalkan pasokan sampah kering yang dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Jenis sampah yang masuk ke dalam mesin reaktor, mencakup tiga komponen utama, yaitu kantong kresek, botol plastik bekas kemasan murni, serta bungkus saset makanan ringan. Seluruh bahan baku tersebut, dibersihkan terlebih dahulu untuk meminimalkan kadar air dan kontaminan tanah sebelum masuk tahap pembakaran.
Untuk alat utama yang digunakan, berupa tabung reaktor pembakar khusus yang dirancang dengan sistem kedap udara. Metode yang diaplikasikan adalah pirolisis, yakni sebuah sistem dekomposisi bahan organik melalui proses pemanasan suhu tinggi tanpa melibatkan unsur oksigen. Absennya gas oksigen di dalam ruang bakar memastikan bahwa material plastik tidak berubah menjadi abu atau menghasilkan asap polusi hitam, melainkan melumer dan pecah menjadi fase gas hidrokarbon.
Uap gas yang dihasilkan dari proses pemanasan tersebut, kemudian dialirkan secara konstan menuju pipa kondensator yang dilengkapi sistem pendingin air bersirkulasi. Proses penurunan suhu yang terjadi secara mendadak, memaksa gas kembali mengembun dan berubah wujud menjadi cairan minyak mentah. Pada tahapan final, cairan minyak mentah ini masuk ke dalam tabung penyulingan khusus untuk memisahkan zat murni. Hasil akhir dari proses distilasi bertingkat ini adalah bahan bakar cair jernih yang secara fisik, warna dan daya bakar menyerupai Solar kualitas komersial jenis Dex.
Baca juga :
Salah satu warga yang menjadi inisiator utama pembuatan alat pirolisis di Dusun Krajan, Anton, membeberkan bahwa proyek mandiri ini dirancang untuk menjawab keresahan warga terkait biaya operasional desa. Karakteristik plastik yang merupakan produk turunan minyak bumi, dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian di sektor agraris.
“Selain mengurangi volume sampah plastik, hasil solar dari pengolahan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mesin pertanian dan peralatan warga,” ujarnya.
Berdasarkan data uji coba internal yang dilakukan oleh kelompok warga, solar hasil pirolisis ini terbukti mampu menggerakkan mesin diesel stasioner dengan aman. Penggunaan Solar Dex alternatif ini direncanakan mengalir untuk kebutuhan bahan bakar pompa air irigasi sawah, mesin traktor pembajak tanah, hingga mesin perontok padi milik warga desa. Langkah ini, sekaligus memotong pengeluaran modal harian para petani lokal secara signifikan.
Pemerintah Desa Kencong memberikan perhatian penuh, terhadap volume limbah yang berhasil ditekan melalui operasional alat ini. Pj Kades Kencong, Thomas Heru Indra, menyampaikan bahwa tanggapan masyarakat sangat positif karena mereka bisa melihat langsung solusi nyata atas masalah sampah kemasan yang selama ini sulit diurai oleh alam.
Menurut Thomas, keberadaan fasilitas pirolisis mandiri di tingkat dusun ini sangat klop dengan pokok arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang mendorong program penanganan sampah berbasis kekuatan masyarakat. Melalui sistem tata kelola lingkungan yang mandiri di tingkat tapak, beban pengangkutan sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) utama milik kabupaten dapat berkurang secara berkala.
Thomas mengharapkan, skema kerja teknis ini tidak berhenti di wilayah Dusun Krajan saja, melainkan diadopsi secara luas oleh desa-desa tetangga di wilayah Jember. “Kami berharap cara ini bisa ditiru desa lain di Kecamatan Kencong. Selain menekan persoalan limbah, juga bisa jadi sumber energi alternatif,” ujar Thomas.
Secara nasional, penerapan metode pirolisis memang sudah mulai marak diaplikasikan di berbagai daerah perkotaan dan sentra industri sebagai bagian dari strategi nasional pengurangan sampah plastik. Penerapan teknologi tepat guna ini terbukti efektif dalam memusnahkan bentuk fisik sampah plastik secara permanen sekaligus menghasilkan output energi bersih yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat luas. (rio/gie/adv)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















