Hukum & Kriminal
Dosen Cabul Unej Ditetapkan Tersangka

Memontum Jember – RH, dosen Universitas Negeri Jember (Unej), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan, terhadap keponakannya sendiri. Penetapan tersangka itu, dilakukan setelah Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Jember, melakukan gelar perkara Selasa (13/04) pagi.
Penetapan RH sebagai tersangka, setelah polisi memiliki bukti-bukti dan keterangan. Menurut Kepala UPPA Satreskrim Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari, sudah ada kesesuain antara bukti dan keterangan saksi. ”Tadi (setelah gelar perkara) ditingkatkan sebagai tersangka,” kata Iptu Dyah Vitasari.
Baca juga:
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
Ditambahkan, sudah ada persesuaian antara keterangan saksi dan surat hasil visum psikiatri. Polisi sendiri, tidak bergeming dan tetap melanjutkan kasus penyidikan kasus ini, tanpa menunggu pengakuan tersangka. “Terserah tersangka mengakui atau tidak, itu bukan urusan penyidik yang penting kita mengumpulkan alat-alat bukti sudah,” kata polwan ini.
Vita kemudian menyebutkan, barang bukti untuk meningkatkan status dosen calon profesor menjadi tersangka, salah satunya rekaman audio saat peristiwa terjadi. ”Bukti- buktinya surat visum psikiatri, keterangan ahli, keterangan saksi dan iya (rekaman) itu juga,” sebut Vita.
Vita juga menyebutkan pihaknya dalam waktu dekat akan memeriksa RH sebagai tersangka.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan kasus pencabulan dilakukan oleh dosen Universitas Jember terhadap soerang gadis dibawah umur yang tidak lain adalah keponakan dari istri pelaku. Tersangka melakukan aksinya sebanyak dua kali dengan dalih korban menderita kanker payudara.
Beruntung korban saat itu merekam semua pembicaraan pelaku dan korban saat peristiwa terjadi membawa ponselnya. Berbekal pengakuan korban dan rekaman tersebut, ibu korban melaporkan pelaku ke polisi. (rio/ed2)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















