Hukum & Kriminal
Dosen Cabul Unej Ditetapkan Tersangka, Begini Reaksi Rektor Unej

Memontum Jember – Rektor Universitas Jember (Unej) akhirnya buka suara, terkait dengan penetapan status tersangka kepada salah satu dosennya yakni RH, atas dugaan pencabulan oleh Polres Jember. Melalui Humas Unej, Jumat (07/05) siang memberikan rilis keterangan Rektor.
Dalam rilis itu, Rektor Universitas Jember menghormati kewenangan penyidik Polres Jember, yang menahan RH, dosen yang tersandung masalah pidana pencabulan. Pasalnya, sangkaan penyidik Polres Jember tersebut, memang menjadi kewenangan penyidik sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku.
Baca juga:
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
”Sejak awal mencuatnya kasus ini, Rektor Universitas Jember memang sudah memiliki perhatian besar untuk segera menuntaskan kasus ini. Bentuk perhatian tersebut, diantaranya adalah dengan membentuk tim pemeriksa atau tim investigasi internal Universitas Jember, untuk menuntaskan kasus ini dari aspek hukum disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tulis Humas Unej dalam rilis yang diterima.
Bahkan, tambahnya, pihak Unej sembari menunggu tim investigasi tuntas menyelesaikan tugasnya, rektor juga telah membebaskan tugaskan sementara RH dari jabatannya sebagai koordinator Program Studi Magister Ilmu Adminstrasi di fakultasnya. Rektor Universitas Jember juga telah memerintahkan Dekan FISIP untuk segera mengambil alih tanggung jawab mata kuliah maupun pembimbingan tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi) mahasiswa, yang sebelumnya dibimbing oleh RH.
Langkah ini diambil, ujarnya, agar tidak ada kerugian akademik terhadap keberlanjutan mata kuliah maupun tugas akhir yang saat ini tengah dikerjakan oleh mahasiswa. “Sejak RH ditetapkan sebagai tersangka, Rektor sudah memberikan instruksi kepada Dekan FISIP untuk tidak lagi memberikan bimbingan tugas akhir mahasiswa kepada RH. Sekaligus, supaya mata kuliah yang diajar oleh RH untuk diisi oleh tim pengajar lainnya. Dengan demikian, ditahannya RH tidak terlalu berpengaruh bagi mahasiswa yang tengah menempuh mata kuliah yang diajar oleh RH maupun tugas akhir yang dibimbing oleh RH,” ujarnya dalam rilis.
Secara internal, Rektor juga terus mendorong agar hasil pemeriksaan oleh Tim Investigasi atau Tim Pemeriksa Internal segera selesai agar dari aspek disiplin pegawai segera dapat dilakukan penindakan. Untuk diketahui saat ini Tim Investigasi atau Tim Pemeriksa Internal sudah memeriksa dan meminta keterangan dari banyak pihak dan tinggal menuntaskan beberapa pemeriksaan lagi. (rio/sit)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















