Jember
Jaga Empati, Sertijab Direksi Baru Perumda Kahyangan Jember Digelar Sederhana

Memontum Jember – Jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember menggelar acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan konsep yang sangat sederhana di kantor pusat Perumda Kahyangan. Agenda sakral ini, berlangsung sederhana tanpa menghilangkan khidmatnya pelaksanaan.
Keputusan untuk memangkas ‘kemewahan’ sendiri, bukan tanpa alasan. Direktur Utama Perumda Kahyangan yang baru, Gogot Cahyo Baskoro, menjadi aktor utama di balik kesederhanaan itu. Sejak awal menyusun rencana Sertijab, Gogot telah menginstruksikan kepada panitia internal agar mengemas acara seadanya demi menghormati nasib para buruh kebun yang hingga kini dinilai masih berjuang keras di bawah garis kesejahteraan.
Langkah ini diambil, sebagai simbol empati mendalam sekaligus penanda bahwa kepemimpinannya ke depan akan lebih fokus pada pembenahan nasib pekerja di lapangan. Tentunya, hal ini sesuai harapan Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Sebab, sebelumnya Bupati Fawait berharap, agar jajaran direksi baru perusahaan plat merah ini mampu membawa angin segar sebagai penggerak ekonomi dan mampu mengentas kemiskinan. Dalam sambutannya, Gogot Cahyo Baskoro menggarisbawahi pentingnya memiliki rasa peka terhadap kondisi nyata perusahaan. Baginya, sebuah jabatan di perusahaan daerah bukanlah sebuah hadiah yang harus dirayakan dengan pesta pora, melainkan sebuah beban kerja yang berat untuk menyelamatkan aset daerah yang tengah didera berbagai persoalan pelik.
“Acara ini dari awal memang saya minta dikemas sederhana. Makanannya kotakan saja, tidak perlu prasmanan dan tidak usah ada live music. Saya ingin, kita semua di sini menjaga perasaan para buruh perkebunan. Kita tahu nasibnya di lapangan saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Rasanya, tidak elok kalau kita yang baru masuk justru berpesta di atas keringat mereka yang belum sejahtera. Kita di sini untuk bekerja, bukan untuk merayakan kemewahan,” katanya, Senin (18/05/2026) tadi.
Sertijab sendiri, dihadiri lengkap tiga pilar direksi baru yang akan menakhodai Perumda Kahyangan, beberapa tahun ke depan. Selain Gogot Cahyo Baskoro selaku Direktur Utama, tampak hadir Dima Akhyar yang kini mengemban amanah sebagai Direktur Umum dan Keuangan, serta Nyoman Aribowo yang menduduki posisi Direktur Produksi dan Pemasaran.
Ketiganya, kompak mengenakan pakaian rapi namun menunjukkan gestur yang ramah dan siap membaur dengan seluruh jajaran staf. Hadir pula dalam acara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno C Sembodo, serta Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sebelumnya, Danang Andri Asmara, beserta jajaran karyawan kantor pusat.
Dalam momen yang sama, Gogot menjelaskan tantangan riil yang membentang di depan mata. Dirinya sadar betul bahwa publik Jember, terutama para buruh kebun, menaruh harapan yang sangat besar pada pundak direksi baru ini untuk membawa Perumda Kahyangan bangkit dari keterpurukan manajemen yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Terus terang, saya pribadi tidak merasa bangga kalau belum bisa membuktikan sesuatu yang konkret untuk kemajuan PDP Kahyangan. Banyak sekali tantangan besar dan masalah mendasar, yang harus segera dibenahi dalam waktu dekat. Kami tidak boleh santai-santai. Saya sendiri sebenarnya bukan sosok yang baru di lingkungan PDP Kahyangan. Kalau dihitung-hitung, saya sudah ikut membersamai dan memantau pasang surut perusahaan ini sejak sekitar 20 tahun yang lalu. Jadi, urusan perut perusahaan ini saya sedikit banyak sudah paham akarnya,” urainya.
Baca juga :
Salah satu fakta unik yang diungkapkan, adalah kondisi fisik infrastruktur kantor direksi yang ternyata jauh dari kata mewah. Gogot menceritakan pengalamannya, saat pertama kali memeriksa ruang kerja barunya, dimana dirinya menemukan bahwa fasilitas penunjang seperti furnitur meja dan kursi tamu sangat minim dan tidak representatif untuk sebuah perusahaan umum daerah.
“Saya lihat sendiri, ruang direksi itu furniturnya hampir tidak ada yang layak. Kalau besok-besok ada tamu atau investor datang, kita mau ngobrolnya bagaimana? Duduk di mana? Tapi tolong dicatat, ini bukan berarti kami sebagai direksi baru meminta fasilitas yang berlebihan atau serba mewah dari uang perusahaan. Hal-hal standar untuk kerja memang perlu dibenahi agar kerja bisa fokus. Namun, karena kondisi keuangan perusahaan sedang ketat, kami bertiga sepakat bahwa pembenahan fasilitas kerja ini tidak akan membebani kas perusahaan sama sekali. Apa yang menunjang aktivitas awal kami, insyaallah kami akan modal sendiri menggunakan dana pribadi,” ujar Gogot.
Di tengah suasana guyub itu, manajemen baru tidak lupa memberikan penghormatan tinggi kepada pejabat lama. Gogot secara khusus melayangkan apresiasi mendalam kepada Danang Andri Asmara, yang telah bersedia mengawal masa transisi kepemimpinan sebagai Plt Direktur Utama selama kurang lebih 5 bulan terakhir. Di mata Gogot, performa Danang sangat luar biasa karena mampu menjaga situasi internal tetap kondusif di tengah ketidakpastian.
“Kita harus berterima kasih kepada Pak Danang. Walaupun beliau menjabat dalam waktu yang singkat, kurang dari 5 bulan, beliau terbukti berhasil menjaga stabilitas internal perusahaan dengan sangat baik. Beliau juga meninggalkan sejumlah capaian kerja yang positif untuk kami lanjutkan. Kita doakan bersama, semoga semua dedikasi dan kerja keras ini menjadi amal jariyah beliau yang dibalas kebaikan,” ucap Gogot.
Sebelum mengakhiri acara, direksi baru kembali mengingatkan komitmen yang sempat disampaikan saat pelantikan di hadapan bupati. Terutama, mengenai masalah transparansi tata kelola. Selama ini, minimnya keterbukaan manajemen dituding menjadi penyebab utama merosotnya kepercayaan dari pihak ketiga, perbankan, bahkan dari karyawan sendiri.
“Kita tidak bisa lagi cuma mengandalkan penjualan komoditas mentah seperti kopi gelondongan (green bean) atau karet mentah yang harganya fluktuatif di pasar,” harapnya.
Menurutnya, Perumda Kahyangan harus mulai berani masuk ke industri hilir, dengan mengembangkan produk kopi premium atau specialty coffee yang punya nilai jual tinggi. Selain itu, aset lahan yang indah harus dimaksimalkan untuk sektor wisata perkebunan.
“Kita punya potensi besar di Wisata Boma dan Rimba Camp di Gunung Pasang, kawasan bersejarah Kampung Belgia di Sumberwadung, hingga jalur wisata menuju Air Terjun Tancak, yang rencananya akan kita kerjasamakan secara taktis dengan Perhutani. Intinya, di tengah adanya selentingan atau wacana di luar sana yang meminta perusahaan ini ditutup, saya tegaskan bahwa PDP Kahyangan justru harus diselamatkan. Alih-alih ditutup, PDP ke depan harus diubah menjadi perusahaan yang sehat, mandiri dan mampu menyejahterakan buruh serta karyawannya,” imbuhnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno C Sembodo, dalam sambutannya memberikan pandangan strategisnya dari kaca mata pemerintah daerah selaku pemilik modal. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini menuntut Perumda Kahyangan untuk keluar dari zona nyaman dan meninggalkan pola-pola kerja birokratis yang monoton jika ingin tetap bertahan hidup dan berkembang.
“Rutinitas dan zona nyaman adalah musuh terbesar dalam kondisi perusahaan yang sedang sakit seperti sekarang ini. Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama untuk menyelesaikan masalah baru. Karena itu, Perumda Kahyangan butuh inovasi yang segar dan kebijakan-kebijakan yang berani atau out of the box. Saya melihat kombinasi latar belakang tiga direksi baru ini sangat ideal dan menjadi modal penting bagi pembenahan ke depan. Pak Nyoman punya pengalaman kuat sebagai praktisi sekaligus motivator lapangan, Pak Dima sangat kuat dan jeli di bidang regulasi keuangan, sementara Pak Gogot punya kapasitas manajerial yang matang. Ini tim yang lengkap,” ujar Ratno C Sembodo. (rio/gie/adv)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















