Jember
Kebijakan Tiket Terintegrasi Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Watu Ulo dan Papuma Jember

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) mencatatkan pencapaian positif dalam sektor pariwisata pada momen libur Lebaran tahun 2026. Inovasi kebijakan berupa penerapan tiket terintegrasi antara dua destinasi unggulan, Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma, terbukti efektif menarik minat wisatawan dalam skala besar.
Kebijakan ini, tidak hanya menawarkan efisiensi biaya bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat posisi Jember sebagai destinasi wisata bahari utama di Jawa Timur.
Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menjelaskan bahwa skema satu tiket seharga Rp 12.500 memberikan akses ganda bagi wisatawan untuk mengeksplorasi eksotisme pasir putih Papuma sekaligus keunikan geologi Watu Ulo. “Langkah strategis ini diambil, untuk mengoptimalkan potensi kedua pantai yang letaknya berdampingan namun selama ini sering dikelola secara terpisah. Dengan adanya integrasi ini, wisatawan merasa mendapatkan nilai lebih (value for money) yang mendorong mereka untuk menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut,” jelasnya, Selasa (24/03/2026) tadi.
Data yang dihimpun melalui dashboard laporan real time, menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan. Pada 21 Maret 2026, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.079 orang. Namun, hanya dalam waktu 2 hari, angka tersebut melonjak drastis.
Baca juga :
Pada 22 Maret, kunjungan menyentuh angka 3.742 orang dan puncaknya pada 23 Maret kemarin, lebih dari 6.121 wisatawan memadati area pantai. Bobby menegaskan, bahwa lonjakan ini merupakan hasil dari kesiapan infrastruktur dan promosi yang dilakukan secara masif jauh-jauh hari.
Selain dari sisi aksesibilitas, Pemkab Jember juga memberikan perhatian serius pada kenyamanan wisatawan di sektor kuliner. Fenomena ‘harga nuthuk’ atau harga yang tidak wajar seringkali menjadi momok di tempat wisata.
Untuk mengantisipasi hal ini, Disporabudpar berkolaborasi dengan UMKM setempat untuk menetapkan standar harga transparan. Paket ekonomis mulai dari Rp 40 ribu perorang hingga paket keluarga Rp180 ribu untuk empat orang kini tersedia, memberikan kepastian bagi pelancong agar dapat menikmati hidangan laut tanpa rasa khawatir.
Menyambut akhir pekan yang bertepatan dengan masa libur sekolah, atmosfer pariwisata di Jember diprediksi akan semakin meriah dengan adanya Festival Pegon pada 28 Maret mendatang. Acara budaya yang melibatkan arak-arakan kereta sapi (Pegon) dari Balai Desa Sumberrejo menuju Watu Ulo ini diharapkan menjadi magnet tambahan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Bobby mengapresiasi seluruh petugas gabungan yang memastikan keamanan di lapangan, sembari mengimbau wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi alam demi keselamatan bersama. (rio/gie/adv)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















