SEKITAR KITA
Sosialisasi Pemetaan Desa atau Kelurahan, Kepala Biro Hukum BIG sebut Jember belum Miliki Perbup

Memontum Jember – Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, bahwa saat ini masih sedikit sekali pemerintah kabupaten atau kota yang telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) atau Peraturan Wali Kota (Perwalkot) yang mengatur terkait batas desa atau kelurahan. Salah satu kabupaten yang belum memiliki Perbup tersebut adalah Kabupaten Jember.
Fakta ini diungkapkan oleh Kepala Biro Perencanaan Kepegawaian dan Hukum BIG, Ibnu Sofyan, saat Sosialisasi Pemetaan Desa/Kelurahan di Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (21/10/2021). Sofyan menyebutkan hanya ada 5 persen daerah yang mempunyai Perbup atau Perwalkot yang mengatur batas wilayah desa atau kelurahan. “Dari 514 kabupaten/kota saat ini hanya ada 5 persen yang mempunyai Perbup atau Perwalkot yang mengatur terkait batas wilayah desa atau kelurahan,” ungkapnya.
Baca juga:
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
Perbup atau Perwalkot tersebut menurut Sofyan yang lahir Jember ini sangat dibutuhkan pemerintah desa atau kelurahan agar tidak muncul sengketa batas wilayah. “Ya biar tidak ada sengketa antar pemerintah desa atau kelurahan,” katanya.
Seperti diketahui kasus sengketa berebut batas wilayah desa telah terjadi melibatkan dua pemerintahan desa yakni Desa Kepanjen dan Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas. Untuk menghindari terjadinya konflik horisontal disebabkan perebutan batas wilayah, Sofyan menyarankan agar bupati berkirim surat kepada Kementerian Dalam Negeri atau BIG.
“Kuncinya ada di Kementerian Dalam Negeri dengan bantuan Dirjen Otonomi Daerah (Dirjen Otda), kemudian BIG sebagai ahli teknisnya membantu penyelesaian itu. Penetapan Perbup kalau di daerah lain biasanya berkirim surat ke BIG untuk menyelesaikan itu atau memakai cara lain bupati dapat berkirim surat ke Kemendagri. Bukan desanya yang aktif adalah bupati karena penetapannya melalui Perbup dari batas yang indikasi menjadi batas definitif,” lanjutnya.
Sofyan menyebutkan tingkat keakuratan data hasil kerja BIG sangat tinggi bahkan di bawah 10 centimeter. Tingginya keakuratan data ini karena didukung oleh peralatan canggih yang dimiliki oleh lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI ini.”Ya kita mempergunakan satelit,” jelasnya.
Kedepan BIG akan memetakan semua batas tanah yang dimiliki oleh masyarakat sesuai nama dan alamatnya (by name by address). Pemetaan tersebut dapat digunakan pemerintah untuk semua kepentingan termasuk untuk penentuan nilai pajak tanah dan bangunan.
Disisi lain Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, meskipun Kemendagri dan BIG bisa membantu penyelesaian batas wilayah, masih dibutuhkan musyawarah antar pemerintah desa yang bersengketa.”Ya tetap duduk bersama antar dua (pemerintah) desa yang bersengketa,”katanya.
Namun demikian, Kabupaten Jember belum mempunyai juru ukur untuk bidang tersebut. Untuk itu, kedepan Halim yang juga Ketua DPC Partai Gerindra ini mendorong bupati untuk meminta slot formasi CPNS kepada Kemendagri agar segera memiliki juru ukur yang akan bisa di tempatkan di Dinas Cipta Karya ataupun Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bapekap).
Sementara itu Sosialisasi Pemetaan Desa Kelurahan diinisisasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Hariadi. Sosialisasi ini langsung dihadiri Kepala BIG Muh Aris Marfai dan Wakil Ketua DPRD Ahmad Halim. Sebanyak 100 orang warga desa dan sejumlah pemerintahan desa diundang sebagai peserta.(Vin/gie)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















