Pendidikan
Unej Resmi Luncurkan 2 Varietas Padi Baru, Menyehatkan dan Kaya Vitamin

Jember, Memontum – Universitas Jember (Unej) mengenalkan 2 varietas padi baru yang cocok dan baik untuk kesehatan. Varietas-varietas padi baru itu diantaranya padi varietas golden rice dan varietas padi punel, Golden rice merupakan padi yang memiliki kandungan vitamin A. Sedangkan padi punel bisa ditanam di Indonesia.
Kedua varietas padi baru itu hasil penelitian dari para peneliti Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Bioteknologi Tanaman Industri (PUI Bio Tin) Unej yang diperkenalkan kepada umum saat upacara Dies Reader dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-55 Unej di Gedung Soetardjo, Kamis (21/112019) siang.

Menurut Peneliti PUI Bio Tin Unej M. Ubaidillah, kedua varietas padi tersebut, varietas golden rice adalah padi yang diproyeksikan untuk kesehatan.
“Padi yang dimasak jadi nasi adalah makanan pokok bagi orang Indonesia, sehingga ada istilah belum makan jika belum makan nasi, jadi bisa dipastikan hampir setiap hari masyarakat selalu makan nasi,” ujarnya.
Mengingat pentingnya posisi padi, lantas terpikirkan bagaimana jika padi dijadikan sebagai pembawa unsur penting bagi tubuh sehingga tidak hanya sekedar sumber karbohidrat saja, kemudian vitamin A dipilih mengingat Indonesia masih menghadapi kekurangan vitamin A, terutama pada anak balita.
“Untuk menciptakan padi Golden Rice, ditempuh metode rekayasa genetika dengan transfusi genetik. Gen vitamin A dari tanaman cabai dimasukkan ke tanaman padi, sehingga dalam setiap 1 gram padi Golden Rice mengandung 1,5 mikrogram vitamin A,” imbuhnya.
Meski padi golden rice yang dikembangkan Unej sudah mencapai turunan ke delapan (F8), tetapi untuk dilepas dan ditanam secara massal masih perlu melewati saringan tertentu mengingat tergolong Genetically Modified Organism (GMO).
Varietas padi kedua yang diluncurkan adalah padi punel atau rendah kandungan amilosa yang sudah bisa ditanam di Indonesia dan umumnya padi punel seperti yang biasa dikonsumsi masyarakat Jepang dan Korea hanya bisa ditanam di negara dengan iklim sub tropis.
“Akibatnya kebutuhan padi punel ala Jepang untuk memenuhi restoran khas Jepang atau Korea di Indonesia harus diimpor karena padi punel khas Jepang berbeda dengan padi yang ditanam di Indonesia, sehingga salah satu keunggulan padi Jepang lebih pulen, namun tidak lengket seperti beras,” terangnya.
Pengembangan padi golden rice dan padi punel di Unej dimulai sejak tahun 2015, pengembangan padi tersebut bekerjasama dengan International Rice Research Institute, Kyungpook National University, Korea Selatan, selain kerja sama penelitian, Unej juga mengirimkan dosen, peneliti dan mahasiswa. (Kj1/Yud/oso)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















