Jember
Viral. Mobil Rescue Bantuan Kementerian Sosial milik Tagana Jember Rusak dan Terlantar

Memontum Jember – Sebuah video berdurasi 25 detik tersebar di grup-grup WhatsApp publik Jember. Dalam video itu, mengungkapkan informasi jika mobil Rescue milik Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) Jember, rusak dan ditelantarkan begitu saja.
Dari informasi yang berkembang, suara pria dalam video tersebut adalah anggota dari Relawan Tagana Dinsos Jember, Anang Bachtiar. “Ini om, mbak-mbak, bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, mungkin berkenan (mobil) Ford Ranger (mobil tim rescue Tagana Jember). Daripada mangkrak, minus klaher coplak (patah atau rusak) dijual ini. Dinas Sosial (Jember) sudah tidak mengatasi,” kata Anang dalam video tersebut, Sabtu (20/11/2021).
Saat dikonfirmasi, Anang pun membenarkan video tersebut dibuat olehnya. Itu dilakukan, sebagai sebuah ungkapan kekecewaan. Pasalnya, terkait kerusakan pada mobil unit rescue tim Tagana Jember itu, dirinya mengaku sudah membuat laporan kerusakan. Namun, tidak ada perhatian atau perbaikan.
“Sudah kami sampaikan laporan kepada Bu Santi (Plt Kepala Dinsos Jember). Tapi, tidak ada perhatian sampai saat ini. Bahkan, laporan disampaikan lewat WA Grup (Dinsos Jember), juga tidak ada jawaban kapan akan diperbaiki,” kata Anang.
Terkait kerusakan pada mobil operasional Tim Tagana Jember itu, lanjutnya, sudah berlangsung sejak lama. Sementara perbaikan dilakukan semampunya oleh tim relawan.
“Tapi tetap belum ada perhatian. Jadi, adanya video tersebar itu sebagai bentuk ungkapan kekecewaan kami. Sudah pernah kami laporkan juga ke Pak Kabid, tapi juga belum ada perhatian,” sambungnya.
Baca juga :
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
Terkait kerusakan parah pada mobil operasional tersebut, lanjutnya, paling parah terjadi saat Tim Tagana Dinsos Jember, akan melakukan upaya penyelamatan di kala terjadinya Bencana Banjir di Jember beberapa hari yang lalu. “Saat perjalanan, klahernya coplak (rusak atau copot) dan bunyi kriek-kriek waktu itu. Tapi kita berangkat saat banjir di Bangsalsari, yang berdampak ke dua Pondok Pesantren, di sana. Terus, lanjut ke titik banjir lainnya. Mobil sempat pulang ke Mako, terus ada laporan lagi banjir di Semboro. Nah, saat akan berangkat, mobil ini tidak bisa dibelokkan (pada kemudinya). Akhirnya, kita urung berangkat, karena tidak bisa memberikan bantuan. Padahal, itu adalah tugas kami untuk melakukan pertolongan sesuai tupoksi kerja,” sambungnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember, Isnaini Dwi Susanti, membenarkan informasi perihal rusaknya mobil rescue milik Tagana Dinsos Jember tersebut. “Kami sudah diinfokan dan sudah siap untuk diperbaiki. Bahkan, sejak Jumat (19/11/2021) kemarin. Tapi karena bengkel masih ramai, akhirnya sore ini sudah diambil dan diperbaiki. Secepatnya selesai, karena mengingat kondisi bencana kan tidak tentu terjadinya,” kata wanita yang akrab dipanggil Santi ini.
Santi juga mengatakan, jika mobil rescue tersebut adalah bantuan dari Kementerian Sosial. “Bantuan sekitar tahun 2007 dan digunakan untuk mensupport (kegiatan) Dinsos Jember. Untuk operasional yang berhubungan dengan (penanganan) bencana alam dan bencana sosial di Jember,” ucapnya.
Mobil itu, lanjutnya, juga untuk distribusi bantuan dan melakukan program bagi korban bencana alam. “Juga diperbantukan untuk proses evakuasi,” sambungnya.
Dengan kondisi mobil yang masih perlu perbaikan, kata Santi, untuk penanganan bencana dikerahkan mobil lainnya milik Dinsos Jember. “Masih ada mobil lain, yakni mobil operasional TRC, dan mobil dapur umum. Ada mobil operasional lainnya kok. Kami ada 4 dan 5 mobil yang ada. Sudah ada komunikasi langsung dengan kami, nanti juga gantian penggunaannya. Memang mobil itu sudah tua dan butuh peremajaan. Sehingga kami akan ajukan (penambahan armada), untuk mendukung pelaksanaan penanganan bencana. Karena bencana kan datang sewaktu-waktu. Juga (anggaran) untuk perawatan,” imbuhnya. (ark/vin/sit)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















