SEKITAR KITA
Mahasiswa Jember Unjuk Rasa Penolakan Aksi Pertambangan dan Tambak

Memontum Jember – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Jember, Rabu (29/09/2021) siang, menggelar aksi unjuk rasa dan teaterikal di Bundaran DPRD Jember, Kecamatan Sumbersari. Aksi jalanan itu, dilakukan sebagai bentuk penolakan aktifitas pertambangan dan tambak di sepanjang pesisir selatan yang dinilai merugikan masyarakat.
Aksi di mulai sekitar 08.00 di depan Kantor DPRD Jember. Kemudian, massa aksi kemudian membentuk lingkaran di bundaran sambil berorasi.
Baca juga
- Launching Layanan Kesehatan Homecare, Komisi D DPRD Jember Apresiasi Inovasi Pemkab
- Bupati Jember Beri Relaksasi Pelaku Usaha dengan Penghapusan Denda Pajak
- Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Sasar 4.200 Mahasiswa dan Calon
- Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Humanity, Earth and Life
- Bupati Jember Intruksikan Gerak Cepat Penanganan Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Bangsalsari
Selain penyampaian orasi, mereka juga melakukan aksi teaterikal yang menggambarkan penindasan terhadap petani dan nelayan yang dilakukan para pejabat. “Kebetulan kita masih dalam rangka merayakan Hari Tani Nasional 2021. Aksi kami dari 40 mahasiswa ini, menolak adanya pertambangan dan tambak di Jember. Khususnya di wilayah Desa Paseban,” kata Korlap Aksi,.Dyno Suryandoni, saat dikonfirmasi di lokasi aksi.
Menurut Dyno, penolakan tambang dan tambak itu. Karena berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kondusifitas masyarakat.
“Khususnya di Paseban yang dilakukan oleh investor yang nantinya akan dilakukan praktek pertambangan pasir besi,” ujarnya.
Dengan adanya potensi negatif itu, lanjut Dyno, pihaknya mendesak pemangku pemerintahan untuk memberikan perhatian tegasnya. “Lewat aksi teaterikal ada bupati, Ketua DPRD, dan Investor adalah bentuk penindasan terhadap rakyat jika tidak ada perhatian pemerintah. Sehingga kami GMNI Jember mendesak agar para pejabat itu memperhatikan jeritan rakyatnya,” ulas Doni.
Doni juga menyampaikan menyampaikan, dalam aksi itu mahasiswa melibatkan masyarakat yang bermukim di pesisir selatan. “Dalam aksi hari ini, kami juga mengajak perwakilan masyarakat dari Desa Paseban untuk nantinya kami ajak dalam menyampaikan aspirasinya. Setelah aksi ini, akan kami lanjutkan dengan hearing (rapat dengar pendapat) ke DPRD Jember,” sambungnya.
Diketahui dari lokasi aksi, massa mahasiswa masih melakukan orasi secara bergantian. Kemudian, akan melanjutkan penyampaian aspirasi ke dalam gedung DPRD Jember. (rio/sit)

Jember4 mingguRencanakan Pembangunan Pengolahan Sampah Modern, Bupati Jember Sidak TPA Pakusari
Jember3 mingguPemkab Jember dan DPRD Sepakati 5 Raperda Jadi Perda, Salah Satunya Tentang PPLH
Jember2 mingguJaga Tren Positif, Pemkab Jember Sukses Kendalikan Inflasi Daerah
Jember2 mingguAntisipasi Kekeringan, Pemkab Jember Siapkan Armada Tangki Air Bersih
Jember2 mingguTerus Tingkatkan Inovasi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif, Bupati Jember Raih Dua Penghargaan dari Insan Media
Jember2 mingguGus Fawait Berikan Kepastian Masa Depan PPPK di Lingkungan Pemkab Jember
Jember1 mingguPemkab Jember Percepat Progres Pembangunan Kawasan Kuliner Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto
Jember1 mingguPerkuat Sektor Pertanian Daerah, Bupati Jember Tinjau Saluran Irigasi di Desa Wonojati













