Jember

Lewat ‘Gus Bupati Menjawab’, Bupati Fawait Dobrak Sekat Birokrasi Jember Via Layar Digital

Diterbitkan

-

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (pemkab for memontum)

Memontum Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, membuat sebuah terobosan inovasi dengan menggelar forum uji publik secara langsung melalui platform livestreaming bertajuk ‘Gus Bupati Menjawab’, Jumat (10/04/2026) tadi. Hadirnya inovasi itu, membuat ribuan penonton digital pun memadati kanal tersebut melalui ponselnya, serta menciptakan dialog dua arah yang sangat dinamis antara pemimpin daerah dengan warganya.

Langkah yang dilakukan ini, bukan sekadar mengikuti tren media sosial, melainkan sebuah misi besar untuk menghadirkan transparansi tanpa filter di hadapan publik. Di era digital yang serba cepat ini, isu miring dan kritik seringkali berkembang liar di media sosial.

Menyadari hal tersebut, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, memilih untuk tidak bersembunyi di balik rilis berita formal. Dirinya justru menjemput bola, dengan tampil live, dan siap dibombardir pertanyaan, kritik pedas, hingga keluhan langsung dari netizen.

Gus Fawait sendiri dalam momen itu tidak sendirian. Untuk memastikan setiap jawaban berbasis pada data ilmiah dan kebijakan yang akurat, dirinya menggandeng para pakar. Karenanya, tampak mendampingi adalah Kepala Perwakilan BI Jember, Iqbal Reza Nugraha, Kepala Bapenda, Imam Fauzi, hingga Kepala BPS, Peni Dwi Wahyu Winarsi.

Advertisement

Tidak ketinggalan, suara akademisi pun hadir dari Unej, Prof Agus Trihartono, dari Unmuh, Dr Iffan Gallant, serta dari Universitas Brawijaya, Dr Irfan Kharisma Putra. Kehadiran jurnalis senior, Oryza A Wirawan, pun semakin menambah bobot diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan kritisnya.

Salah satu momen yang paling dinantikan, adalah saat Gus Fawait mengulas Program Mlijo Cinta. Program ini, seringkali disalahpahami sebagai sekadar bantuan sosial seremonial. Namun, dengan lugas, Gus Fawait membedah bahwa Mlijo Cinta adalah ekosistem ekonomi.

Baca juga :

“Pedagang sayur keliling (Mlijo) menjadi pahlawan ekonomi yang menghubungkan petani lokal langsung ke konsumen. Kami tidak hanya memberi modal, tapi kita bangun jalurnya agar ekonomi mikro Jember berputar,” kata Bupati Fawait.

Tidak kalah hangat, Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku), juga mendapat sorotan tajam. Netizen mempertanyakan, mengapa bupati harus repot-repot turun ke lapangan di tengah kemajuan birokrasi digital.

Advertisement

Dengan gaya bicara yang tenang namun rasional, Gus Fawait menjawab bahwa masalah di desa seringkali memiliki kompleksitas yang tidak tertangkap oleh laporan Excel. Hadir di lokasi, berarti memangkas birokrasi dari hitungan minggu menjadi hitungan jam. Baginya, Bunga Desaku adalah upaya mencegah masalah kecil di desa menjadi bom waktu di tingkat kabupaten.

Interaksi di kolom komentar, pun berlangsung seru. Gus Fawait tampak menguasai materi saat menjawab isu kemiskinan dan optimalisasi Bandara Jember. Dirinya tidak anti kritik, ketika ada netizen yang mengeluhkan kendala di lapangan. Bahkan, Gus Fawait mengakuinya secara terbuka dan langsung memberikan solusi jangka pendek.

Sikap ini, membangun kembali kepercayaan publik yang mungkin sempat goyah oleh berbagai isu. Forum ini, membuktikan bahwa Jember sedang bergerak menuju era keterbukaan informasi yang sesungguhnya. Dengan menjadikan dirinya sebagai nara sumber utama yang siap didebat secara terbuka, Gus Fawait sedang membangun budaya politik baru di Jember.

Di akhir siaran, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Hal ini, tentunya menandakan bahwa rakyat merindukan gaya kepemimpinan yang jujur, terbuka dan berani tampil apa adanya di depan publik. Termasuk, Jember kini punya cara baru untuk curhat langsung kepada pimpinannya tanpa jarak. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas