Hukum & Kriminal
Tujuh Kali Padepokan Tunggal Jati Nusantara Jember Gelar Ritual di Laut Selatan Sejak 2015

Memontum Jember – Ketua Kelompok Tunggal Jati Nusantara Nurhasan (35), warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang menyebabkan 11 nyawa anggotanya melayang.
Dari penyelidikan polisi, Nurhasan ditetapkan sebagai tersangka, karena menginisiasi kegiatan ritual maut yang dilakukan di Pantai Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu (13/02/2022),
Nurhasan mengajak 20 lebih anggotanya melaksanakan ritual berendam di laut pantai selatan. Padahal sebelumnya diperingatkan jika ombak laut saat itu sedang tinggi. Dari penyelidikan polisi, Nurhasan mengakui adanya Kelompok Tunggal Jati Nusantara. Bahwa lokasi rumahnya menjadi padepokan sejak tahun 2015 lalu.
“Dari penyelidikan polisi, diketahui adanya padepokan dari keterangan N. Berawal saat pulang dari Malaysia Tahun 2011. Kemudian membuat tempat pengobatan alternatif,” kata Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo saat konferensi pers di Mapolres Jember, Rabu (16/02/2022).
Awalnya hanya pengobatan alternatif hingga akhirnya berkembang menjadi Tunggal Jati Nusantara.”Kemudian pada tahun 2015, barubah berkembang dengan nama Tunggal Jati Nusantara dan berjalan hingga saat ini,” sambungnya.
Untuk kegiatan pengobatan alternatif yang dilakukan dan kegiatan pengajian yang diterapkan, lanjut AKBP Hery, diakui oleh Nurhasan ada yang mengajari. “Tapi (gurunya) sudah meninggal. Namun masih kami selidiki. Untuk mencari keterangan dan mendalami (kasus dan pernyataan dari Nurhasan),” ucap Hery.
AKBP Hery juga menjelaskan, dalam kegiatan Kelompok Tunggal Jati Nusantara, menggabungkan antara unsur keagamaan dengan aliran kepercayaan. “Yakni menggunakan bahasa-bahasa Jawa dalam ritualnya. Baik itu kidung atau mantra-mantra. Tapi masih kami selidiki lebih lanjut dan pelajari. Apa maksud mantra-mantra ini,” jelasnya.
Baca juga :
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
- Terima LHP, Bupati Jember Tegaskan Raihan WTP harus Berdampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
- Supervisi SPPG, Satgas MBG Temukan Dugaan Pelanggaran SOP di Dapur Program Gizi Patrang Jember
- Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma
- Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha
Dari penyelidikan polisi, terungkap pula fakta motivasi dari para anggota bergabung dengan Kelompok Tunggal Nusantara itu. Menurut AKBP Hery, motivasi dari para anggota berbeda-beda. “Mereka ada yang latar belakang ekonomi, ada latar belakang suatu penyakit ingin sembuh, sehingga bermaksud berobat lewat jalur pengobatan alternatif. Jadi motivasi untuk bergabung dengan kelompok itu, berbeda-beda,” katanya.
Untuk perekrutan anggota, AKBPHery menjelaskan, tidak ada paksaan untuk bergabung. Semuanya berawal dari anggota yang tergabung dalam kelompok itu, meyakini kemampuan spiritual dari Nurhasan yang memiliki kelebihan untuk menyembuhkan dengan pengobatan alternatif.
“Jadi saat ada pasien yang meyakini sembuh dan merasa sembuh saat berobat, menyampaikan kepada yang lain. Dari mulut ke mulut akhirnya tersiar (sehingga banyak yang ingin tahu dan bergabung dengan kelompok itu). Tidak ada paksaan untuk ikut kelompok itu. Yang yakin dengan kehebatan ilmunya, akhirnya ikut bergabung dalam kelompok itu,” jelasnya.
Untuk perekrutan anggota, lanjut AKBP Hery, Nurhasan tidak membuka pendaftaran atau menyebarkan surat edaran. “Jadi calon anggota datang, saat tahu kemampuan tersangka N, yang informasinya menyebar hanya dari mulut ke mulut. Kemudian ada ketertarikan untuk bergabung. Basanya (calon anggota) ingin bergabung karena ada masalah,” sambungnya.
Terkait ritual di pantai, AKBP Hery menyampaikan, sudah dilakukan kesekian kalinya. “Untuk kegiatan ritual sudah 7 kali, yang sebelum-sebelumnya hanya di pinggiran pantai. Nah yang terakhir kemarin itu sampai masuk ke dalam air,” ucapnya.
“Untuk kegiatan selama ini ada iuran Rp 20 ribu, termasuk kemarin untuk sewa mobil juga ada, tapi tidak ada iuran lain diluar itu. Iuran hanya untuk kegiatan sesama anggota. Tapi masih kami selidiki lebih dalam,” imbuhnya.(ark/rio/gie)

Jember4 mingguCiptakan Ekosistem Pendidikan Sehat, Dispendik Jember Sosialisasi Penerimaan Murid Baru
Jember3 mingguBupati Jember Lantik Achmad Imam Fauzi Sebagai Pj Sekda
Jember3 mingguLantik Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan, Bupati Jember Harap Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Jember2 mingguBupati Jember Instruksikan Gerakan Pilah Sampah Mandiri dan Revitalisasi TPA Pakusari
Jember2 mingguBelasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG
Jember3 mingguPerkuat Layanan Publik, Pemkab Jember Rakor dan Bimtek bersama TP PKK dan Tim Posyandu dan Bunda PAUD
Jember3 mingguKonsisten Ajak ASN Olah Raga, Bupati Jember Tingkatkan Kebugaran dan Hilangkan Sekat Antar Jajaran
Jember4 mingguAtasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga















